Trikoma

TRIKOMA

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah :

Struktur Perkembangan Tumbuhan 2

 

Dosen Pengampu :

Evika Sandi Savitri, M. Si

 

Disusun Oleh :

Fatimatuz Zahro’ (10620051)

 

 

 

Jurusan Biologi

Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

2012

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Jaringan dewasa pada tumbuhan merupakan jaringan yang sel-selnya sudah tidak membelah, namun telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi fungsi dari sel-sel hasil pembelahan meristem. Diferensiasi ini merupakan proses perubahan jaringan meristem menjadi jaringan-jaringan lain yang lebih kompleks. Jaringan dewasa ini meliputi jaringan pelindung (epidermis dan jaringan gabus), jaringan dasar (parenkim), jaringan penguat (kolenkim dan sklerenkim), dan jaringan pengangkut (xilem dan floem).

Jaringan epidermis merupakan jaringan yang terletak paling luar pada setiap organ tumbuhan, yaitu pada daun, daun bunga, buah, biji, serta pada akar dan batang sebelum tumbuhan itu mengalami penebalan sekunder. Menurut Estiti B. Hidayat (1995) dalam bukunya Anatomi Tumbuhan Berbiji, meskipun dari segi ontonomi tumbuhan-tumbuhan ini seragam, namun dari segi morfologi maupun fungsi dari sel epidermisnya tidak seragam. Fungsi khusus jaringan epidermis adalah sebagai pelindung terhadap hilangnya air akibat penguapan, kerusakan mekanik, perubahan suhu, dan hilangnya zat-zat makanan.

Selain sel epidermis biasa, terdapat sel epidermis yang telah berkembang menjadi sel rambut, sel penutup pada stomata, serta sel lain. Adanya kutin, bahan lemak di dalam dinding luar, membatasi transpirasi. Karena susunan sel merapat serta berkutikula yang kaku dan kuat, maka epidermis berperan sebagai penyokong mekanik. Pada akar, adanya kutikula tipis serta rambut akar menunjukkan bahwa epidermis akar mudah terspesialisasi untuk penyerapan.

Di dalam tumbuhan ini, selain dinding sel, stomata, protoplas, plastida, spina, sel kersik, velamen dan sel kipas, terdapat juga trichoma atau rambut-rambut tumbuh yang terbentuk dari sel epidermis maupun jaringan di bawah epidermis (emergens). Dan pada makalah ini akan dibahas mengenai rambut-rambut daun, yang disebut dengan trikoma, macam-macam trikoma serta fungsinya pada tumbuhan.

2.2 Rumusan Masalah

            Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada makalah ini adalah:

  1. Apa saja macam-macam trikoma menurut susunannya?
  2. Apa saja macam-macam trikoma menurut jenisnya?
  3. Apa saja fungsi-fungsi trikoma pada tumbuhan?

1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari praktikum ini adalah:

  1. Untuk mengetahui macam-macam trikoma menurut susunannya.
  2. Untuk mengetahui macam-macam trikoma manurut jenisnya.
  3. Untuk mengetahui fungsi-fungsi trikoma pada tumbuhan.

 


BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Trikoma

Trichoma (jamak: trichomata) berasal dari kata Yunani yang berarti “rambut-rambut yang tumbuh” yang seperti telah disebutkan di pendahuluan, bahwa trichoma ini  berasal dari sel-sel jarimgan epidermis maupun jaringan di bawah epidermis (emergens) yang susunan, bentuk serta fungsinya memang berbeda-beda. Struktur dari trichoma ini lebih besar dan padat seperti kutil dan duri, seperti duri pada bunga mawar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Letak trikomata di lapisan epidermis

 

Trichoma terdapat pada hampir semua organ tumbuh-tumbuhan yang terletak pada epidermisnya selama organ-organ itu hidup aktif. Di samping itu terdapat juga trichoma yang waktu hidupnya hanya sebentar. Trichoma yang seperti ini biasanya tumbuh lebih dahulu, menjelang atau dalam hubungan dengan pertumbuhan organ pertumbuhannya.

Kalau diperhatikan dari susunannya, maka akan didapatkan trichoma yang terdiri dari satu sel (unicellular), dan yang multiseluler (multicellular). Yayan Sutrian (2004) dalam Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhannya menjelaskan bahwa :

  1. yang unicellular umumnya tidak bercabang, tetapi ada kalanya pula yang bercabang meski jarang terjadi.
  2. yang multicellular terdiri dari satu deretan sel atau beberapa lapisan sel, bercabang seperti pohon – (dendroid) atau dapat juga mempunyai cabang yang memanjang dan mendatar – (“stellate hairs”).

Menurut Netolitzky dalam Yayan Sutrian (2004), trichomata yang multiseluler terdiri dari :

a)      bagian kaki yang dikitari oleh sel-sel epidermis, dan

b)      bagian badan yang menonjol ke permukaan epidermis.

Adapun bentuk sel-sel epidermis yang mengitari bagian kaki terkadang mempunyai bentuk yang berbeda dengan bentuk sel epidermis umumnya.

Terkadang trichoma ini juga berbentuk pendek yang tampak berupa penonjolan-penonjolan pada permukaan epidermis, bagaikan bukit-bukit kecil. Oleh para ahli bagian trichoma seperti ini disebut Papilla. Papilla merupakan alat sekresi yang biasanya mengeluarkan semacam lendir. Papilla yang tidak mengeluarkan sejenis lendir melainkan hanya mengeluarkan air, disebut Papullae.

Kegunaan trikoma dalam taksonomi cukup dikenal. Kadang-kadang famili tertentu dapat dikenal dengan mudah dari macam trikomanya. Menurut Estiti B. Hidayat (1995), trikoma dapat dibagi menjadi beberapa jenis :

  1. Trikoma yang tidak menghasilkan sekret
  2. Trikoma yang menghasilkan sekret.

2.1  Trikoma Non-Glandular (tak berkelenjar)

Estiti (1995) dalam bukunya menyebutkan bahwa trikoma non-glandular ini ada bermacam-macam bentu, yaitu:

  1. Rambut bersel satu atau bersel banyak dan tidak pipih, misalnya pada Lauraceae, Moraceae, Triticum, Pelargonium dan Gossypium. Pada Gossypium, serat kapas merupakan rambut epidermis bersel satu dari kulit biji dan dapat mencapai panjang 6 cm.
  2. Rambut sisik yang memipih dan bersel banyak, ditemukan tanpa tangkai (sesil) pada daun duren (Durio zibethinus) atau bertangkai pada Olea.
  3. Rambut bercabang dan bersel banyak. Bentuknya dapat seperti bintang, misalnya rambut di bagian bawah daun waru (Hibiscus tiliaceus) atau seperti tempat lilin pada Verbascum.
  4. Rambut akar merupakan pemanjangan sel epidermis dalam bidang yang tegak lurus permukaan akar. Sel bebrbentuk bulat panjang, mencapai panjang 80 – 1500 mikrometer dengan garis tengah 5 – 17 mikrometer. rambut akar memiliki vakuola besar dan biasanya berdinding tipis.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sama dengan pendapat yang diungkapkan Estiti (1995), Sumardi (2007) juga menyebutkan bahwa:

  1. Rambut uniseluler sederhana / multiseluler uniseriat : umumnya dijumpai pada Lauraceae, Moraceae, Triticum, Hordeum, Gossypium (rambut biji), Ceiba pentandra (rambut buah).
  2. Rambut skuamiform (bentuk sisik) yang multiseluler dan memipih secara nyata sekali tidak bertangkai duduk disebut sisik bertangkai rambut berbentuk perisai (peltata)
  3. Rambut multiseluler yang berbentuk bintang (stelata) atau berbentuk seperti tepat lilin (kandelabrum) Rambut bintang seperti pada Styrax officinalis dan Hibiscus tiliaceus.

2.3  Trikoma Glandular (berkelenjar)

Trikoma sekresi ini dapat bersel satu, bersel banyak, atau berupa sisik, yang salah satu selnya mempunyai fungsi sekresi sebagai sel atau jaringan sekretori. Trikoma bersel banyak yang sederhana terdiri dari tangkai dengan kepala bersel satu atau bersel banyak. Trikoma seperti ini misalnya terdapat pada daun tembakau. Trikoma yang terdiri dari bagian tangkai dan kepala, umumnya fungsi sekresi di bagian kepala.

Trikoma kelenjar yang menghasilkan sekret yang kental dan lengket, dan yang biasanya  terdiri  dari  tangkai  dan  kepala  bersel  banyak  dinamakan  koleter. Trikoma seperti ini ditemukan berkelompok pada tunas muda, dan sekret yang dihasilkannya menjaga tunas dari kekeringan. Jenis trikoma kelenjar lain adalah kelenjar cerna yang terdapat pada tumbuhan pemakan serangga seperti Nephenthes.

 

2.4 Fungsi-fungsi Trikoma

Trikoma memiliki fungsi yang spesifik terhadap masing-masing organ tumbuhan. Di antaranya adalah (Fahn, 1991):

  1. Pada akar
  • Berfungsi untuk menyerap air dan unsur-unsur hara.
  • Berfungsi untuk mengurangi besarnya penguapan.
  • Rambut gatal yang berfungsi untuk mengurangi gangguan yang disebabkan oleh hewan maupun manusia.
  • Membuat biji menjadi ringan, sehingga memudahkan menerbangkan biji dan membantu penyerbukan.
  • Mempercepat pertumbuhan biji, karena mudah diserap air.
  • Mencegah serangga yang akan merusak biji.
  • Pada nektaria, akan menghasilkan madu untuk menarik perhatian serangga yang nantinya akan membantu dalam penyerbukan.
  • Pada kepala putik, akan mengeluarkan zat perekat sehingga serbuk sari akan mudah melekat.
  • Mengurangi besarnya penguapan air.
  • Mempermudah untuk memanjat.
  1. Pada epidermis daun
  1. Pada biji
  1. Pada bunga
  1. Pada batang

2.5 Trikoma Yang Dimanfaatkan Manusia

Banyak kegunaan trikoma yang dimanfaatkan oleh manusia, di antaranya adalah:

  1. Rambut biji kapas (Gossypium sp) bahan penting untuk tekstil.
  2. Rambut buah kapok (Ceiba pentandra) bahan kasur.
  3. Rambut kelenjar daun Mentha piperita bahan obat mengandung minyak permen.
  4. Rambut kelenjar daun teh (Camellia sinensis) aroma pada air teh.

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan pambahasan tersebut di atas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Berdasarkan susunannya, trikoma dibagi mnjadi dua, yaitu:
  1. Trikoma unicellular, umumnya tidak bercabang, tetapi ada kalanya pula yang bercabang meski jarang terjadi.
  2. Trikoma multicellular, terdiri dari satu deretan sel atau beberapa lapisan sel, bercabang seperti pohon atau dapat juga mempunyai cabang yang memanjang dan mendatar.
  3. Trikoma glanduler, yaitu trikoma yang menghasilkan kelenjar, trikoma sekresi ini dapat bersel satu, bersel banyak, atau berupa sisik.
  4. Trikoma non-glanduler, yaitu trikoma yang tidak menghasilkan kelenjar.
  5. Pada akar berfungsi untuk menyerap air dan unsur-unsur hara.
  6. Pada epidermis daun berfungsi untuk mengurangi besarnya penguapan.
  7. Pada biji membuat biji menjadi ringan, sehingga memudahkan menerbangkan biji dan membantu penyerbukan.
  8. Pada bunga akan menghasilkan madu pada nectar dan akan mengeluarkan zat perekat sehingga serbuk sari akan mudah melekat pada putik.
  9. Pada batang akan mengurangi besarnya penguapan air.
  1. Berdasarkan jenisnya, Trikoma dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
  1. Fungsi-fungsi trikoma berbeda-beda berdasarkan letaknya, di antaranya:

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Campbel, Neil A. 2000. Biologi. Jakarta: Erlangga

Fahn, A. 1991. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press

Hidayat, Estiti B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: ITB

Yayan, Sutrian. 2004. Anatomi Tumbuhan. Bandung: ITB

Sumardi dan Marianti. 2007. Biologi Sel. Yogyakarta: Graha Ilmu

Categories: Materi-MateriQ | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: