Mentimun (Cucumis sativus) dan integrasinya dengan Al Qur’an

Fatimatuz Zahro’ (10620051)
Tugas Taksonomi Tumbuhan Tinggi
Biologi B

Cucumis sativus L. (Mentimun, قِثَّا ,Cucumber)

Klasifikasi Cucumis sativus L. :
Kingdom Plantae
Divisio Magnoliophyta
Classis Magnoliopsida
Sub Classis Dilleniidae
Ordo Violales
Familia Cucurbitaceae
Genus Cucumis
Species Cucumis sativus L.
(www.plantamor.com).
Mentimun atau ketimun (Cucumis sativus L.) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya. Ketimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan.
Cucumis sativus L. disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al Baqoroh ayat 61 yang berbunyi:
                  •                •  •                   •       •  
“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, Kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. sebab itu mohonkanlah untuk Kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi Kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, Yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”. lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi yang memang tidak dibenarkan. demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.” (Al Baqoroh: 61).
Makna dari ayat tersebut, yang berhubungan dengan kata • yaitu penggalan ayat yang berbunyi “sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya. Kata ‘Al-Baql’ (sayur-mayur) maknanya ialah setiap tumbuhan yang tidak memiliki batang/dahan, sedangkan lawannya, kata ‘asy-Syajar’ (pohon) adalah yang memiliki batang/dahan. Yang dimaksud di dalam ayat ini adalah sayur-mayur yang dikonsumsi oleh manusia, yang mempunyai deskripsi tumbuhan sebagai berikut:
 Habitusnya merupakan tumbuhan herba yang merambat, lemah melata atau setengah merambat, yangmerupakan tanaman semusim, yaitu berumur 1 tahun, yang mati setelah tanaman berbunga dan berbuah. Tanaman ini tidak tahan terhadap hujan yang terus menerus. Pertumbuhannya memerlukan kelembaban udara yang tinggi, tanah subur yang gembur dan mendapat sinar matahari penuh dengan drainage yang baik. Ketimun sebaiknya dirambatkan ke para-para dan tumbuh baik dari dataran rendah sampai 1.300 m dpl.
 Batang tanaman ketimun berbulu kasar, basah, mempunyai panjang 0,5-2,5 meter dan berbentuk segitiga.
 Mentimun mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Sulur ketimun adalah batang yang termodifikasi dan ujungnya peka sentuhan. Bila menyentuh galah misalnya, sulur akan mulai melingkarinya. Dalam 14 jam sulur itu telah melekat kuat pada galah itu. Kira-kira sehari setelah sentuhan pertama sulur mulai bergelung, atau menggulung dari bagian ujung maupun pangkal sulur. Gelung-gelung terbentuk mengelilingi suatu titik di tengah sulur yang disebut titik gelung balik. Dalam 24 jam, sulur telah tergulung ketat.
 Daunnya merupakan daun tunggal, letaknya berseling, bertangkai panjang, dan bentuknya bulat telur lebar. Ujing daun meruncing, bertajuk 3-7 dengan pangkal berbentuk jantung, dan tepinya bergerigi. Panjangnya 7-18 cm, lebar 7-15 cm, dan berwarna hijau.
 Bunga tanaman Cucumis sativus ada yang jantan berwarna putih kekuningan dengan bunga betina berbentuk seperti terompet yang ditutupi oleh bulu-bulu. Perbungaannya monoecious dengan tipe bunga jantan dan bunga hermafrodit (banci). Bunga pertama yang dihasilkan, biasanya pada usia 4-5 minggu, adalah bunga jantan. Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga banci apabila pertumbuhannya baik.
 Buah berbentuk bulat panjang, tumbuh menggantung, dan warna hijau, berlilin putih dan setelah tua, warnaya berubah menjadi kuning kotor. Panjang buah sekitar 10-30 cm dengan bagian pangkal yang berbintil. Daging buah ketimun mengandung banyak air yang berwarna putih atau kekuningan.
 Biji terletak di dalam buah yang bentuknya lonjong meruncing pipih dan warnanya putih kotor.
 Akarnya berupa akar tunggang yang berwarna putih kotor.

(Daisugi, 2011)
Mentimun ini juga disebutkan dalam hadits Nabi yang berbunyi:
كَانَ يَأْكُلُ الْقَثَاءَ بِالرُّطَبِ .
“Rasulullah saw. Memakan mentimun dengan kurma yang matang (sebelum menjadi tamar).” (HR. Bukhori).
Mentimun adalah buah yang dingin, lembab dan dapat meredam suhu panas ketika menderita radang perut besar. Sebagian timun, jika dingin akan berbahaya bagi perut. Maka kalau mau makan, sebaiknya dibarengi dengan sesuatu yang menghilangkan rasa dingin dan kelembabannya. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw.; “Jika beliau hendak memakannya, dibarengi dengan buah kurma.” Karena, jika memakan mentimun dibarengi dengan buah kurma atau kismis atau madu, hal tersebut dapat menetralkan kelembaban dan rasa dingin mentimun.
Hasil penelitian modern menyebutkan bahwa mentimun mengandung 0,65% protein, 0,1% lemak, dan 2,2% karbohidrat. Selain itu, juga mengandung zat bermanfaat lain, seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C. Karena banyak mengandung bahan penting itu, mentimun sangat baik digunakan sebagai tonik (menjaga kesehatan). Selain itu, ia juga bisa digunakan untuk mengobati beberapa penyakit.
Cucumis sativus mempunyai nutrisi yang sangat baik. Berikut tabel yang menyajikan kandungan nutrisi per 100 gram mentimun segar:

(Hamzah, 2007)
Mentimun mengandung banyak air. Bila rata-rata berat mentimun adalah 250 gr, maka mengonsumsi satu buah mentimun dapat mencukupi kebutuhan air untuk sekitar 2 jam pada orang dewasa atau kurang lebih 10% dari total kebutuhan harian pada aktivitas dan suhu normal. Dari berbagai penelitian diketahui bahwa kekurangan air sekitar 2% saja dapat menurunkan kemampuan daya ingat dan konsentrasi. Ini akan menimbulkan kelelahan dan tidak nyaman. Karena ketimun ini jumlah kadar airnya juga banyak, tinggi, sehingga dia bisa melancarkan buang air kecil. Dia bisa sebagai detoksifikasi, membuang racun di dalam kandung kemih. Dia bisa menurunkan hipertensi dan kolesterol dalam jumlah yang banyak. Dia juga melancarkan buang air besar, bisa memberikan rasa kenyang yang lama. Mentimun yang sifatnya dingin dapat juga dipakai untuk mengobati gigitan serangga, gatal-gatal karena tumbuhan, dan meredamkan kulit yang terbakar matahari. Bagian tubuh yang tersiram air panas pun, jika dibalut dengan parutan daging mentimun, akan dengan cepat terobati.
Al Qur’an, merupakan kitab suci umat Islam yang di dalamnya terdapat firman-firman Allah yang Agung. Sayuran mentimun (Cucumis sativus L.) disebutkan dalam Al Qur’an dan beberapa hadits Nabi, tentu memiliki khasiat dan manfaat yang sangat banyak. Manfaat dari mentimun (Cucumis sativus L.) diantaranya adalah:
 Sebagai detoksifikasi
Kandungan air ketimun sangat tinggi (hingga 90%),sehingga ketimun memiliki efek memperlancar buang air kecil, membantu menghilangkan dan menetralkan toksin (racun), membantu melunturkan bakter-bakteri di sepanjang usus dan dinding kandungan kemih. Kandungan air dan mineral kalium dalam ketimun mengeluarkan kelebihan asam urat dan sisa metabolisme melalui ginjal. Asam urat yang berlebihan di dalam darah akan membentuk kristal yang menumpuk di persendian sehingga menyebabkan sakit radang sendi. Sedangkan sisa metabolisme berupa garam mineral yang menumpuk di saluran kemih akan membentuk batu ginjal. Dengan mengkonsumsi ketimun akan membantu meluruhkan kristal / batu ginjal dan menghindari penumpukan racun.
 Sebagai obat hipertensi
 Makanan / obat pelangsing
Mengkonsumsi mentimun juga dapat menurunkan berat badan karena kandungan kalorinya yang rendah dan kaya akan serat. Kandungan lainnya dalam mentimun antara lain adalah asam malonat yang dapat mencegah gula darah berubah menjadi lemak, sehingga dapat menurunkan berat badan.
 Sebagai anti serangga
Mentimun dipakai sebagai obat anti kecoa dan anti semut.
 Mengobati sengatan lebah
Ambil buah mentimun, kupas, lalu potong-potong. Masukkan potongan mentimun ke blender, lalu hancurkan hingga menjadi cairan kental. Olesi atau rendam bagian tubuh yang tersengat lebah dengan cairan tersebut selama satu jam. Rasa sakit, gatal, dan bengkak akibat sengatan lebah akan hilang.
 Obat Sariawan
 Memperlancar Buang Air Kecil
 Obat Tifus
 Diare pada Anak
 Anti Kanker
Rasa pahit pada mentimun dikarenakan adanya senyawa fitokimia yang terdapat dalam lendir mentimun. Meskipun pahit, saponin bermanfaat sebagai anti kanker, menurunkan kolestrol, dan meningkatkan daya tahan tubuh.
 Menurunkan tekanan darah tinggi
Kandungan kalium dan potassium yang tinggi yang terdapat pada mentimun dapat mempermudah penyerapan makanan yang mengandung garam dan vetsin.
 Dapat digunakan untuk mengobati penyakit kandung kemih.
 Baunya dapat mengobati orang pingsan.
 Akarnya dapat memperlancar saluran kencing.
 Dan daunnya jika dijadikan seperti perban dapat mengobati bekas gigitan anjing.
 Seorang dokter ahli berbangsa Arab memprediksikan bahwa mentimun dapat menghilangkan rasa haus dan dahaga, pergolakan darah, menenangkan rasa pusing yang kronis, membuka penyumbat hati, memperlancar saluran kencing dan membasmi kerikil. Jika air mentimun diperas dan diminum dengan gula dapat mengobati penyakit kuning.

Daftar Pustaka

Anonim, 1989, Materia Medika Indonesia, jilid V, 165-166, Departemen Kesehatan RI, Jakarta
Anonim. 1995. Materia Medika Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI
Anonim. 1997. Ensiklopedi Nasional Indonesia. Jakarta: P.T. Delta Pamungkas
Anonim. 2010. Tetumbuhan. Jakarta: P.T. Tira Pustaka
Byrd Graf, Alfred. 1992. Tropica, East Ruthetford: Roehrs Company
Campbell, Neil A. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Daisugi, Sakuya. 2011. Klasifikasi Ilmiah Cucumis sativus L. http://www.daisugi.blogspot.com
Dasuki, Undang Ahmad. 1991. Sistematik Tumbuhan Tinggi. Bandung: ITB
Hamzah, Muhammad Masnur. 2007. Mentimun. Jakarta: Mizan
Pawiet. 2010. Mentimun, Sayuran Murah yang Kaya Manfaat. http://www.pawiet.wordpress.com
Tjitrosoepomo. G. 2005. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Categories: Materi-MateriQ | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: