DARAH

DARAH

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah :

Struktur Perkembangan Hewan I

 

Dosen Pengampu :

Dr. drh. Bayyinatul Muchtaromah, M. Si

 

 

Disusun Oleh :

Fatimatuz Zahro’ (10620051)

Jurusan Biologi

Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

2011/201


BAB I

                                      PENDAHULUAN

 

  1. A.    LATAR BELAKANG

 

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.

Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior.

 

  1. B.     RUMUSAN MASALAH
    1. Apa yang dimaksud dengan darah?
    2. Apa saja komposisi darah?
    3. Apa saja fungsi darah?

 

  1. C.    TUJUAN
    1. 1.      Mengetahui komposisi darah manusia.
    2. 2.      Mengetahui fungsi dan komposisi darah.


 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. 1.      Pengertian Sel Darah

Darah merupakan cairan tubuh yang mengalir dalam pembuluh dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Pembuluh itu biasa disebut dengan pembuluh darah (Yatim,1996). Darah mengalir karena jantung memompanya ke seluruh tubuh. Darah yang dipompakan jantung ke seluruh tubuh ini berfungsi untuk mengalirkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh, mengirimkan nutrisi yang dibutuhkan sel-sel dan menjadi benteng pertahanan bagi serangan virus-virus dan infeksi. Darah dari manusia berwarna merah, yaitu antara merah terang jika darah tersbut kaya akan oksigen hingga berwarna merah tua apabila kekurangan oksigen. Menurut Ari Febrina dkk, warna merah yang ada pada darah ini disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.

Darah juga merupakan jaringan cair yang terdiri dari dua bagian, yakni bahan interseluler dan sejumlah bahan organik. Volume dari darah secara keseluruhan sekitar 1/12 dari berat badan atau lima liter, 55 persennya adalah cairan, sedangkan sisanya adalah sel darah.

 

 

  1. 2.      Macam-Macam Darah

Secara garis besar, darah mempunyai dua komponen penyusun, yaitu sel darah dan plasma (cairan) darah (Yatim, 1996). Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah, angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau volume sel darah merah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah. Korpuskula darah terdiri dari:

Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit menderita penyakit anemia.

Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.

Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita penyakit leukopenia.

            Susunan darah, serum darah atau plasma terdiri atas:

  1. Air              : 91,0%
  2. Protein        : 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen)
    1. Mineral       : 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, magnesium dan zat besi, dll).

 

a)      Plasma Darah

Plasma darah dalam tubuh manusia merupakan zat anti bodi bagi manusia. Plasma darah juga punya ciri umum yaitu plasma darah merupakan cairan darah yang punya warna merah kekuningan. Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung:

Karena Plasma darah ini tersusun dari 90% air dan protein terlarut (albumin, globumin, dan fibrinogen). Apabila plasma darah diambil fibrinogennya maka yang akan tersisa adalah suatu cairan yang berwarna kuning yang biasa dinamakan serum (di dalam serum terdapat zat antibodi). Penyusun antibodi yang melawan benda asing (antigen) adalah protein globulin, dan tiap-tiap antibodi ini bersifat spesifik terhadap antigennya. Macam-macam antibodi berdasarkan cara kerjanya:

ü  Antibodi yang menggumpalkan antigen, presipitin

ü  Antibodi yang menguraikan antigen, lisin

ü  Abtibodi yang menawarkan racun, antitoksin

Plasma darah ini terdiri dari:

  • Air : 91 %
  • Protein : 8 % (albumin, globulin, protrombin, dan fibrinogen)
  • Mineral : 0,9 % (natrium khlorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, magnesium dan besi)
  • Gas (Oksigen dan Karbondioksida)
  • Hormon-hormon
  • Enzim dan Antigen
  • Sejumlah bahan organik (glukosa, lemak, urea, asam urat, kreatinin, kolesterol dan asam amino).

b)     Sel Darah

Sel darah ada 3 macam, yaitu:

  • Eritrosit
  • Leukosit
  • Trombosit (platelet)

 

  • Sel Darah Merah (Eritrosit).

Eritrosit ini merupakan bagian utama dari darah, jumlahnya pada pria dewasa sekitar 5 juta/cc dan sekitar 4,5 juta/cc pada wanita. Bentuk sel darah merah itu bentuknya bulat, bikonkaf, tidak berinti, dinding elastis, serta fleksibel. Sel darah merah itu mengandung hemoglobin yang bisa menyebabkan darah ini berwarna merah. Hemoglobin ini mempunyai fungsi yaitu untuk mengikat oksigen serta mengedarkannya ke dalam seluruh lapisan sel tubuh manusia. Sel darah merah ini dibentuk pada sumsum tulang merah yang letaknya di dalam tulang pipih dan tulang pendek. Sel darah merah hanya dapat hidup selama 120 hari, yang kemudian akan dihancurkan dalam limfa dan sumsum tulang untuk kemudian diganti dengan yang muda. Rata-rata ada 1% eritrosit diganti setiap hari.

Eritrosit ini disebut sel darah pada Vertebrata dan beberapa Invertebrata, karena mengandung pigmen berwarna merah. Pada banyak Vertebrata dari atas berbentuk bulat lonjong, dari samping bentuk cakram (double cembung), dan berinti. Pada Mammalia dari atas berbentuk bulat, dari sisi tampak bikonkaf (double cekung). Kecuali unta, dari atas bulat lonjong. Diameternya 7 – 8 mikro, jumlah 5 juta/ darah. Berasal dari eritoblast  dalam sumsum tulang. Eritrosit yang baru keluar dari sumsum tulang disebut retikulosit.

Eritroblast berinti, sedangkan eritrosit sudah tak berinti, juga tak mengandung mitokondria dan ribosom.Hemoglobin yang menjadikannya berpigmen merah mempunyai cincin pirol yang sumbu logam Fe. Logam inilah yang menyebabkan pigmen itu berwarna merah. Pada Mollusca dan Arthropoda laut, Hb diganti dengan hemosianin (Hn), dengan cincin pirol bersumbukan logam Cu. Hn berada dalam plasma darah sehingga tak ada eritrosit.

Fungsi dari eritrosit ini adalah untuk mengikat Oksigen dari membran pernafasan sehingga terbentuk Oksigemoglobin. Dari jaringan diikat pula Karbondioksida, terbentuk Karbaminohemoglobin. Senyawa dengan gas pernafasan ini tidak stabil dan dapat reversibel. Sehingga jika dalam udara pernafasan ada Karbondioksida, maka akan terbentuk senyawa yang stabil, yaitu Karboksihemoglobin. Dengan demikian daya ikat terhadao Oksigen akan terhalang dan tubuh akan kekurangan oksigen. Kekurangan eritrosit ini menyebabkan anemia.

 

  • Sel Darah Putih (Leukosit)

Selain sel darah merah, dalam manusia juga terdapat sel darah putih (leukosit). Leukosit atau sel darah putih berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap kuman-kuman penyakit yang menyerang tubuh dengan cara memakan kuman-kuman penyakit (fagosit). Leukosit memiliki ciri-ciri yaitu: tak berwarna (bening), bentuk tidak tetap, berinti, serta mempunyai ukuran lebih besar dari pada sel darah merah.

Berdasarkan bentuknya, sel darah putih atau leukosit terbagi menjadi 4 yaitu sebagai berikut:

1. Neutrofil punya fungsi yaitu sebagai fagositosis serta memiliki bintik kebiruan.
2. Eosinofil mempunyai bintik berwarna merah.

3. Basofil mempunyai granula berwarna biru.

4. Monosit memilki inti sel yang besar serta berbentuk bulat atau bulat panjang.

5. Limfosit memiliki inti dengan bentuk hampir bundar.

Leukosit berinti, bahkan pada basofil, netrofil, dan eosinofil intinya lebih dari 1 lobus sehingga disebut polimorfphonuclear (PMN), sedang monosit dan limfosit berinti satu lobus. Pada orang dewasa terdapat 5000- 10000/cc laukosit. Leukosit ini  bersifat fagosit (pemakan) benda asing atau kuman yang masuk ke dalam tubuh.

Bentuknya lebih besar daripada sel darah merah, nam,un jumlahnya lebih sedikit daripada sel darah merah. Rupanya bening dan tidak berwarna. Terdapat 6.000 sampai 10.000 (rata-rata 8.000) sel darah putih dalam setiap millimeter.hampir 70 persen dari jumlah sel darah pitih merupakan granulosit atau sel polimorfonuklear. Terbentuk dalam sumsum merah tulang. Sel ini berisi sebuah nucleus yang berbelah banyak dan protoplasmanya berbulir, karena inilah disebut sel berbulir atau granulosit. Penyakit kekurangan leukosit adalah leukopenia, sedangkan penyakit kelebihan leukosit adalah leukemia.

Leukosit ini dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

  1. Ada atau tidaknya granula dalam sitoplasma

ü  Granulosit, yaitu bergranula, dan

ü  Agranulosit, yaitu tak bergranula

  1. Bentuk inti, yang kemudian dibagi atas:

ü  Leukosit monomorfonukleus, ialah inti berbentuk bulat sedehana, dan

ü  Leukosit polimorfonukleus, ialah inti yang bergelombang

Sel darah putih juga dikenal menurut sifatnya dalam pewarnaan yakni :

  1. Sel netrofil

Paling banyak dijumpai. Sel golongan inimewarnai dirinya dengan pewarna netral, atau campuran pewarna asam dan basa, dan tampak berwarna ungu.

  1. Sel eonisofil

Hanya sedikit dijumpai. Sel ini menyerap pewarna yang bersifat asam (eosin) dan kelihatan merah.

  1. Sel basofil

Sel ini menyerap pewarna basa dan menjadi biru.

  1. Limfosit

Membentuk 25 persen dari seluruh jumlah sel darah putih sel ini tidak memiliki gerak seperti amoeba. Sel ini dibagi lagi dalam bentuk sel besar dan kecil.

  • Trombosit (Keping darah)

Keping darah mempunyai ukuran yang paling kecil dengan yang lainya , bentuknya pun nggak teratur, serta tidak memiliki inti sel. Trombosit terdapat 300.000 dalam setiap millimeter kubik darah. Peranannya penting dalam penggumpalan darah. Trombosit dibuat di dalam sumsum merah pada tulang pipih dan tulang pendek. Trombosit (keping darah) berfungsi untuk pembekuan darah. Pembekuan darah ini terjadi jika pada saluran darah terjadi sobek atau luka sehingga darah berhenti mengalir keluar dari saluran darah. Jumlahnya pada orang dewasa kira-kira 200.000-500.000/cc. Di dalam trombosit terdapat banyak sekali faktor pembekuan (hemostasis), diantaranya adalah faktor VIII (antiheamophillic factor). Penggumpalan (koagulasi) darah menurut Rossy Nelly (2009) dipercepat oleh :

  1. Panas yang sedikit lebih tinggi dari suhu badan.
  2. Kontak dengan bahan kasar seperti pinggiran yang kasar dari pembuluh darah yang rusak.
  3. Dingin.
  1. Kalau disimpan dalam tabung berlapis lilin di sebelah dalamnya, sebab darah memerlukan kontak dengan permukaan yang dapat menjadi basah oleh air sebelum dapat bergumpal, sedangkan paraffin tidak memiliki permukaanyang dapat basah oleh air.
  2. Dengan ditambah kalium sitrat atau natrium sitrat yang menyingkirkan garam kalsium yang dalam keadaan normal ada.

Jika pembuluh darah rusak atau pecah, trombosit di tempat itu akan mengeluarkan granula berisi serotonin. Zat ini bersifat vasokonstriktor (menguncupkan pembuluh darah), membuat sel otot polos pembuluh darah itu berkerut yang akan mengakibatkan aliran darah jadi pelan atau bahkan terhenti. Sementara itu trombosit melekat ke serat kolagen di daerah lika, lalu sel endotelnya akan mengeluarkan tromboplastin. Tromboplastin ini akan mengubah protrombin yang ada dalam plasma darah menjadi trombin, dan hal ini akan mengubah fibrinogen yang juga terdapat dalam plasma darah menjadi serat-serat fibrin. Fibrin ini membentuk jala-jala yang menyaring dan menghentikan aliran  darah yang disebut pembekuan darah (trombus). Protrombin dan fibrinogen dibentuk dalam sel hati dan dikeluarkannya ke dalam darah. Fibrin yang berbentuk serat ini dapat memberi kesimpulan bahwa darah pada hakikatnya juga sama komponennya dengan jaringan pengikat dan jaringan penunjang lainLisosom trombosit peelu untuk mencerna (lysis) gumpal darah (Yatim, 1996). Penyakit kekurangan trombosit adalah hemofilia.

  1. 3.      Fungsi Darah

Darah dalam tubuh mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut :

  1. Bekerja sebagai sistem transport dari tubuh, mengantarkan semua bahan kimia, oksigen dan zat makanan yang diperlukan untuk tubuh supaya fungsi normalnya dapat dijalankan, dan menyingkirkan karbon dioksida dan hasil buangan yang lain.
  2. Sel darah merah mengantarkan oksigen ke jaringan dan menyingkirkan sebagian dari karbon dioksida.
  3. Sel darah putih menyediakan banyak bahan pelindung dan karena berakan fagositosis dari beberapa sel maka melindungi tubuh terhadap serangan bakteri.
  4. Plasma membagi protein yang diperlukan untuk pembentukan jaringan,  menyegarkan cairan jaringan karena melalui cairan ini semua sel tubuh menerima makanannya. Merupakan kendaraan untuk mengangkut bahan buangan ke berbagai organ exkretorik untuk dibuang.
  5. Hormon dan enzim diantarkan dari organ ke organ dengan perantaraan darah.
  6. Termoregulasi (pengatur suhu tubuh)
  7. Imunologi (mengandung antibodi tubuh)
  8. Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pH regulator)

Pengangkutan zat dalam tubuh manusia atau mamalia dilakukan oleh cairan tubuh baik cairan intravaskuler maupun ekstravaskuler. Darah termasuk cairan intravaskuler yaitu cairan merah yang terdapat dalam pembuluh darah. Bagian darah yang padat meliputi sel-sel darah merah, sel darah putih, dan keeping-keping darah (Frandson, 1992).

Pada serangga, darah (atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat dalam peredaran oksigen. Oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem trakea berupa saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke jaringan tubuh. Darah serangga mengangkut zat ke jaringan tubuh dan menyingkirkan bahan sisa metabolisme. Sedangkan pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen.

Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata. Hemosianin, yang berwarna biru, mengandung tembaga, dan digunakan oleh hewan crustaceae. Cumi-cumi menggunakan vanadium kromagen (berwarna hijau muda, biru, atau kuning oranye) (Guyton, 1986).

Darah juga mengandung faktor-faktor penting untuk pertahanan tubuh terhadap penyakit juga berperan dalam sistem buffer seperti bikarbonat dalam air. Darah yang kekurangan kandungan oksigen akan berwarna kebiru-biruan yang disebut sianosis. Darah dengan jumlah haemoglobin berkurang jauh dari standar karena pembentukan yang kurang memadai disebut anemia. Anemia juga dapat disebabkan oleh penyakit kronis, akut, kecelakaan yang mengeluarkan banyak darah, terserang penyakit cacing tambang, kanker darah, kekurangan gizi dan lain-lain. Anemia juga disebabkan oleh defisieansi zat Fe, Cu, vitamin dan asam amino (Frandson, 1992).

Proses pergantian sel darah merah dari atau oleh sel darah baru terjadi setelah sirkulasi 3 sampai 4 bulan. Sel darah merah mengalami desintergrasi atau pemecahan sehingga melepas haemoglobin ke dalam sel dan sel darah pecah. Pembentukan sel darah merah pada orang dewasa pada sumsum tulang belakang dan pada bayi terjadi di hati, kelenjar thymus dan nodula lymphatica (Frandson,1992).

Sel darah mengalami hemolisis yang lebih cepat dibanding dengan pembentukan atau produksi sel darah yang baru. Proses penggantian sel darah merah dari atau oleh sel darah yang baru terjadi setelah sirkulasi 3 hingga 4 bulan. Sel darah merah mengalami pemecahan sehingga melepas haemoglobin kedalam sel darah merah dan pecah. Sel darah merah yang mengalami degradasi ini kemudian disendirikan dari sirkulasi yang dilakukan oleh sistem makrofag atau sistem reticuloendotelia. Sel-sel makrofag mencengkeram fragmen, fragmennya dicerna dan dilepaskan dalam darah. Globin dari haemoglobin mengalami degradasi kedalam tulang, disimpan sebagai sel-sel jaringan sebagai homosiderin (Frandson 1992).

Pengaruh haemoglobin didalam sel darah merah menyebabkan timbulnya warna merah pada darah karena mempunyai kemampuan untuk mengangkut oksigen. Haemoglobin adalah senyawa organik yang komplek dan terdiri dari empat pigmen forpirin merah (heme) yang masing-masing mengandung iron dan globin yang merupakan protein globural dan terdiri dari empat asam amino. Haemoglobin bergabung dengan oksigen didalam paru-paru yang kemudian terbentuk oksihaemoglobin yang selanjutnya melepaskan oksigen ke sel-sel jaringan didalam tubuh (Frandson, 1992).

Susunan dari sel darah merah adalah air (62%-72%) dan kira-kira sisanya berupa solid terkandung haemoglobin 95% dan sisanya berupa protein pada stroma dan membran sel, lipid, enzim, vitamin dan glukosa serta urin. Umur sel darah merah pada manusia berkisar antara 90 hingga 140 hari, rata-rata 120 hari dan pada hewan umurnya kira-kira 25 hingga 140 hari (Guyton, 1986).

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.

Secara garis besar, darah mempunyai dua komponen penyusun, yaitu sel darah dan plasma (cairan) darah. Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah. Korpuskula darah terdiri dari:

  1. Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%).
  2. Keping-keping darah atau trombosit (0,6 – 1,0%)
  3. Sel darah putih atau leukosit (0,2%)

Sedangkan fungsi-fungsi darah antara lain:

  1. Bekerja sebagai sistem transport dari tubuh, mengantarkan semua bahan kimia, oksigen dan zat makanan yang diperlukan untuk tubuh.
  2. Sel darah merah mengantarkan oksigen ke jaringan dan menyingkirkan sebagian dari karbon dioksida.
  3. Sel darah putih menyediakan banyak bahan pelindung dan karena berakan fagositosis dari beberapa sel maka melndungi tubuh terhadap serangan bakteri.
  4. Plasma membagi protein yang diperlukan untuk pembentukan jaringan,  menyegarkan cairan jaringan karena melalui cairan ini semua sel tubuh menerima makanannya.

DAFTAR PUSTAKA

 

Frandson, RD. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak IV. Gadjah Mada Press: Yogyakarta.

Ganong, W. P. 1988. Review of Medical Physiologis.Long Medical Publishing Los Atos: California.

Guyton. 1986. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gadjah Mada University Press:  Yogyakarta

http://www.slideshare.net/KarlaSolo/sistem-peredaran-darah-presentation

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/medicine-history/2136601-darah-fungsi-darah-plasma-darah/#ixzz1c0STIsyc

http://kadri-blog.blogspot.com/2010/11/pembahasan-eritrosit.html

http://feylana.wordpress.com/2008/06/21/sel-darah-merah/

http://dr-suparyanto.blogspot.com/2010/04/fisiologi-cairan-tubuh.html

Kusumawati, Diah. 2004. Bersahabat Dengan Hewan Coba. Gadjah Mada Press: Yogyakarta

Poedjiadi, Anna.1994. Dasar dasar biokimia. Indonesia University Press. Jakarta

Yatim, Wildan. 1996. Histologi. Penerbit Tarsito: Bandung

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: