Protein Folding

Protein, seperti halnya DNA, merupakan suatu polimer yang mengalami denaturasi dan kemudian disintesis di ribosom yang kemudian membentuk asam amino linear dan tidak bercabang. Protein folding ini termasuk dalam struktur sekunder protein, di mana pada struktur ini terdapat struktur dua dimensi protein sehingga dapat terjadi lipatan (folding) yang beraturan seperti α-helix, β-sheet, turn dan random karena adanya ikatan hidrogen di antara gugus-gugus polar dari asam amino dalam rantai protein tersebut. Protein yang merupakan rangkaian dari asam-asam amino ini harus mengalami pelipatan (folding) untuk dapat mencapai struktur aslinya, karena protein hanya dapat berfungsi jika mempunyai struktur asli tersebut.

Pelipatan protein di dalam sel merupakan proses kompleks yang membutuhkan bantuan molekul lain dan energi. Proses pelipatan dimulai dari rantai polipeptida yang baru terbentuk di ribosom yang berbentuk sangat tak beraturan (random coil state) sebelum proses pelipatan. Selain itu, konsentrasi makromolekul dalam sitosol, yang termasuk di dalamnya ribosom, asam nukleat dan protein lain sangat tinggi. Dalam keadaan ini, residu asam amino hidrofobik dari polipeptida naik ke permukaan dan proses pelipatan dari intermediet dapat berlangsung secara tidak tepat dapat mengakibatkan terjadinya misfolding dan agregasi sebelum sintesis selesai. Kegagalan suatu protein dalam proses folding protein (misfolding) ini dapat menyebabkan malfungsi berbagai sistem biologis yang dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti Alzheimer, parkinson, katarak dan kanker.

## maaf,, hanya penjelasan singkat yang saya coba tulis,,🙂
semoga bermanfaat… ^_^

Categories: Materi-MateriQ | Tinggalkan komentar

Ketakutanku

Ketakutanku

 

Malam ini indah, seindah senyuman bulan sabit yang ditampakkannya

Udara ini segar, sesegar angin yang telah dihembuskannya melewati setiap bagian dahan yang menjadi jalannya

Bintang?! Ia pun menawan, segemerlap cahaya yang telah diciptakannya mengiringi cahaya sang rembulan, setia berada di dekatnya

Dan kau?? Kau selalu indah di hadapanku, seperti apapun kau

Kau selalu indah dengan apapun yang kau perbuat untukku

Kau selalu menawan dengan apapun yang kau kenakan di hadapanku

Kau selalu terlihat segar dengan aroma yang selalu kau tebarkan di sekelilingku

Namun sekarang???

Kau menghilang dengan segala yang ku kenali darimu!

Kau menghilang dengan segala yang ada padamu

Kau menghilang membawa seluruh kekaguman yang telah tercipta

Bahkan, kau telah membawa sebagian rasaku yang aku tak tau kapan akan kembali,

Karena waktu yang kau janjikan tak lagi sebuah kepastian

Karena waktu yang kau janjikan tak lagi sebuah kebahagiaan

Salahkah aku yang menangis menyadarinya?

Menyadari bahwa aku sungguh takut kehilangan segala keindahan, kesegaran, serta ketertawanan yang telah kau suguhkan untukku

Aku sungguh takut, Ar…..

Aku takut kehilangan segalanya darimu….

 

07.15 pm

With all my feeling

 

Categories: Puisi... | Tinggalkan komentar

Ketak-berdayaanku….

Kebodohanku

Aku tak mengerti, ketika angin harus melewati dan menyatu udara

Aku tak memahami, ketika hitam harus menyatu gelap

Aku bahkan tak menyadari, ketika dirimu telah menyatu waktu….

Tuhan…. Apa yang harus aku lakukan kini??

Aku terbelenggu dalam kesalahan yang telah aku perbuat sendiri

Aku terkungkung dalam rasa yang tak bisa aku kendalikan

Aku terpenjara dalam bayangan yang terus saja mengikuti setiap anggotaku

Tuhan….. Apa yang harus aku fikirkan??

Aku telah terjebak dalam angan yang tak bisa aku bayangkan

Aku telah terkurung dalam khayalan yang telah membuatku melayang

Aku telah terpedaya dalam lambaian yang menghipnotis seluruh sarafku

Tuhan…. Apa lagi yang harus aku renungkan??

Tuhan…. Apa lagi yang harus aku sadari??

Aku telah terdiam mendapati diri ini tak bisa bergerak….

Aku terpaku ketika mendapati kaki ini tak bisa berjalan normal….

Aku lebih tercengang mendapati hati ini tak lagi mendapatkan detakan yang seimbang……..

Tuhan…. Apa lagi yang kemudian harus aku perbuat???

Aku membutuhkan malaikat penuntunku….

Malang, 28 Mei 2012

21.55 WIB

 

Categories: curahanku... | Tinggalkan komentar

Ayat Al Qur’an tentang Ulul Albab

MAKALAH
ULUL ALBAB
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Study Al Qur’an
Dosen Pengampu
Nashihuddin, M.SI

Nama Anggota:
Hidayatul Lutfiah
Fatimatuz Zahro
Ayu Fidya Ningtyas
Siti Khotimah

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
JURUSAN BIOLOGI
MALANG
2010-2011

BAB I
AYAT AL-QUR’AN TENTANG ULUL ALBAB (KECERDASAN)/PEMIKIRAN

1. Surat Al-Baqarah 179
        
“Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, Hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa”.

2. Al- Imron 191
                    • 
“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka”.
3. Yusuf 111
                        
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”.

4. Ar Ra’d 19
                 
“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran”.

5. Al Kahfi 93
•             
“Hingga apabila dia Telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan”.
Maksudnya: mereka mereka tidak bisa memahami bahasa orang lain, Karena bahasa mereka amat jauh bedanya dari bahasa yang lain, dan merekapun tidak dapat menerangkan maksud mereka dengan jelas karena kekurangan kecerdasan mereka.
BAB II
PENDAPAT ULAMA’ (TAFSIR)

1. Al Baqoroh 179
        
“Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, Hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa”.
Arti ayat yang berbunyi “Dan dalam qishash itu terdapat kehidupan” adalah terjaminnya kelangsungan hidup manusia. Sedangkan arti dari kalimat “hai orang–orang yang berakal”, adalah jika seseorang yang membunuh itu mengetahui bahwa iya akan di bunuh pula, maka ia akan berfikir panjang dan membalik surut, sehingga dengan demikian berarti ia memelihara nyawanya dan nyawa orang yang akan di bunuh nya tadi. Disyari’atkan oleh Allah swt. Arti dari “supaya kamu bertakwa” adalah agar dirimu dari membunuh, agar terhindar dari pembalasan-Nya.
“Dan dalam qishash itu ada jaminan kelangsungan hidup bagimu”. Dalam kalimat ini, Asy Syaukani dalam tafsirnya mengatakan bahwa “Allah menetapkan qisosh sebagai jaminan kelangsungan hidup, balasan dan pelajaran, bagi orang dhalim yang melampaui batas mengingat nya, maka dia akan menahan diri dari membunuh orang lain”. Yakni dalam hukum yang di syariatkan Allah kepada kalian ini terdapat jaminan hidup kepada kalian. Karena bila seorang mengetahui bahwa bila ia membunuh orang lain, maka ia pun akan di bunuh sebagai qishash, dengan ini dia akan menahan diri dari membunuh, dan tidak akan sembrono untuk melakukannya dan terjerumus kedalamnya, sehingga kedudukan ini sama dengan memberikan kehidupan kepada semua jiwa manusia, ini merupakan ungkapan lidah yang mengandung makna sangat mendalam. Karena Allah menyatakan qishash yang sebenarnya kematian, menahan diri untuk saling membunuh, demi kelangsungan jiwa dan kehidupan mereka sendiri.
Dan kalimat “supaya kamu bertakwa” ini, ia berkata “agar kamu menahan diri dari membunuhnya karena takut dibalas bunuh sebab bunuhannya,”. Maksud dari “hai orang – orang yang berakal” adalah orang – orang yang berakal akan ingat pada qishash sehingga menjaganya karena takut di terapkan qishash akibat bunuhan. Dan “supaya kamu bertakwa” agar manusia memelihara darah karna takut diqishash.
Menurut Dr. ‘Aidh Al Qarni dalam Tafsir Al Muyassar pada Surat Al Baqoroh ayat 179 yang berbunyi “Dan dalam qishosh itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang–orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” adalah Wahai orang–orang beriman, penetapan hokum qishos (hukum mati) ini adalah untuk melindungi hak hak untuk hidup setiap jiwa yang masih hidup. Sebab, bila seseorang mengetahui bahwa dirinya akan di bunuh jika membunuh, niscaya dia akan selalu berusaha menahan diri untuk tidak menumpahkan darah dan membunuh orang yang masih hidup. Dengan begitu, niscaya akan terciptalah rasa aman di tengah masyarakat, kehidupan sehari hari akan berjalan dengan tentram, keselamatan nyawa akan selalu terpelihara, setiap tetes darah akan terlindungi, keamanan terus berlangsung, dan masyrakatpun akan damai sentosa.
Sesungguhnya orang yang bisa mahami rahasia syari’at, kebijaksanaan Allah, dan kebaikan dari agama adalah orang yang sehat akal nya, bercahaya mata hatinya, lagi suci sanubarinya. Di syariatkannya hukum qishash adalah agar seorang hamba merasa takut terhadap Rabb-Nya, sehingga dia menahan diri dari sifat aniaya, permusuhan, berbuatan zhalim terhadap orang lain, dan mencegah diri dari menghalalkan apa yang telah di haramkan Allah.

2. Al-Imran 191
Pada ayat ini, Allah menyebutkan bahwa diantara perkataan yang diucapkan oleh orang-orang berakal itu adalah perkataan mereka yang mensucikan Tuhan mereka, yaitu dengan mengatakan bahwa tidak mungkin Allah menciptakan langit dan bumi ini dengan sia-sia atau tanpa ada hikmah satu pun. Maha Suci Allah dari hal seperti itu.
Di tempat lain, Allah telah menegaskan bahwa orang yang memiliki prasangka seperti itu (bahwa Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan sia-sia) adalah orang-orang kafir. Atas prasangkanya itu, Allah pun mengancam mereka dengan siksa neraka. Allah berfirman :
                    • 
“Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, Maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.”
Kekhususan ulul-albab ditandai dengan perhatian mereka yang besar terhadap fenomena alam syahadat. dengan pemahaman atas proses-proses alam syahadat, mereka mencoba memahami pula makna ayat-ayat Al-Qur’an. Mereka mencari hubungan antara kedua pemahaman, antara ayat qawliyyah dan ayat kawniyyah. di antara kedua jenis ayat tersebut, tidak mungkin terdapat pertentangan karena keduanya sama-sama berasal dari Allah.
Dari pengalaman mendapatkan dan mengembangkan ilmu penegtahuan empiris, para ilmuwan menyadari sepenuhnya ketrbatasan kemampuan mereka untuk memahami semua fenomena alam syahadat. Dengan bantuan teleskop yang sangat canggih, mereka dapat menyaksikan bagian alam jagat sampai jarak ribuan tahun cahaya (satu tahun cahaya= 365 x 24 x 60 x 60 x 300.000 km). Walaupun begitu, batas jagat tidak ditemukan. Betapa besarnya jagat raya dan sungguh betapa kecilnya manusia.
Ke arah alam kecil (mikrokosmos), kita telah mengenal dunia virus dan dunia atom. Sampai sekarang, terdapat perbedaan pendapat para ahli apakah virus itu satu makhluk hidup paling kecil atau benda mati beriupa satu molekul. Raksasa yang terdiri atas muliaran atom? Atom yang semula dianggap bagian benda paling kecil, ternyata masih dapat dipecah lagi menjadi bagian-bagian lebuh kecil. Bahkan, ada bagian-bagian yang mengaburkan pemahaman kita sertta membedakan antara materi dan energi.
Hal yang paling penting, dari semua pengetahuan kita mengenai alam syahadat berdasarkan pengamatan dan eksperimen, tempat-tempat yang dianamakan surga dan neraka tidak dapat ditemukan. Informasi yang mengatakan ada tujuh lapis langit merupakan informasi yang tidak benar.
3. Yusuf 111
                        
“sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”.
Dalam kisah Yusuf terdapat pelajaran bagi Orang-orang yang Berakal. Qashasha al-akbar berarti ‘menyampaikan berita dalam bentuk yang sebenarnya’. Kata ini diambil dari perkataan Qashasha Al-Atsara wa Iqtashshahu yang berarti ‘menuturkan cerita secara lengkap dan benar-benar mengetahuinya’.
Dalam kisah yusuf as. beserta kedua orangtua dan saudara-saudaranya, terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal benar dan berpikiran tajam, karena merekalah orang-orang yang mengambil pelajaran dari akibat perkara yang ditunjukkan oleh pendahulunya. Sedang orang-orang yang terpedaya dan lengah, tidak mempergunakan akalnya untuk mencari dalil-dalil, sehingga nasihat-nasihat tidak berguna bagi mereka.
Letak pengambilan dari kisah ini adalah: Allah telah kuasa untuk menyelamatkan Yusuf setelah dilemparkan ke dalam sumur, mengangkat kedudukannya setelah dipenjarakan, menjadikannya berkuasa di Mesir setelah dijual dengan harga yang sangat murah, mengokohkan kedudukannya di muka bumi setelah ditawan, menenangkannya atas saudara-saudaranya yang berbuat jahat terhadapnya, menyatukan kekuatannya dengan mengumpulkan kedua orangtua dan saudara-saudaranya setelah perpisahan sekian lama, dan mendatangkan mereka mereka dari belahan bumi yang sangat jauh. Sesungguhnya, Allah yang telah kuasa untuk melakukan semua itu terhadap Yusuf, kuasa pula untuk menjayakan Muhammad saw., meninggikan kalimat-Nya, dan menampakkan agama-Nya. Maka, Dia mengeluarkan dari kalian, kemudian memenangkannya atas kalian, mengokohkan kedudukannya di dalam negeri, dan menguatkannyadengan balatentara, para pembesar, pengikut serta penolong, meski dia melalui berbagai rintangan dan peristiwa berat.
Kisah ini bukan cerita yang dibuat-buat, karena dia termasuk pembawa cerita dan berita yang paling lemah. Dia termasuk orang-orang yang tidak pernah menelaah kitab dan tidak pernah bergaul dengan orang-orang alim. Hal ini merupakan dalil yang nyata dan keterangan yang kuat, bahwa Al-qur’an datang dari wahyu.oleh sebab itu Allah berfirman, “Akan tetapi Al-qur’an ini membenarkan apa yang ada pada sisinya”, yakni membenarkan kitab-kitab samawi yang diturunkan Allah sebelumnya kepada para Nabi, seperti Taurot, Injil, dan Zabur. Dengan kata lain, Al-Qur’an membenarkan kebenaran yang ada pada mereka di dalam kitab-kitab itu, tidak setiap apa yang ada pada mereka. Ia tidak membenarkan apa yang ada pada mereka khurafat yang rusak dan angan-angan yang kosong yang batil, karena ia datang untuk menghapus dan melenyapkan, tidak untuk menetapkan dan membenarkannya.
Menjelaskan segala hal berupa perintah dan larangan Allah serta janji dan ancaman-Nya. Kemudian, menerangkan perkara yang wajib bagi Allah Ta’ala, yaitu sifat-sifat kesempurnaandan kesucian-Nya dari sifat-sifat kekurangan. Di dalamnya juga terdapat kisah para nabi bersama kaum mereka, yang di dalamnya terdapat pelajaran, peringatan, dan segala hal yang dibutuhkan oleh hamba.
Pendek kata, di dalam terdapat penjelasan tentang segala hal yang dibutuhkan di dalam perkara agama. Penjelasan ini disajikan secara panjang lebar atau ringkas, sesuai dengan tempatnya. Maka kebenaran dalam akidah dijabarkan dengan menggunakan berbagai hujjah dan dalil, kemudian kebenaran dalamhal keutamaan, adab, pokok syariat dan dasar hukum, dijelaskan dengan keterangan yang dapat memperbaiki urusan manusia dan kemasyarakatan.
Ia adalah petunjuk bagi orang yang merenungkannya, memperhatikan, dan membacanya dengan sebaik-baiknya. Ia adalah pembimbing menuju tercapainya kebeneran, menuju jalan lurus, dan terlaksananya kebaikan di dunia maupun akhirat. Dan ia adalah rahmat umum bagi kaum mu’minin yang melaksanakan syariat Allah mengenai urusan agama maupun dunia mereka.
Orang-orang non-mu’min yang tunduk kepada syariat ini berada di bawah naungannya dalam keadaan aman, baik terhadap diri, harta, maupun kehormatan mereka. Mereka merdeka melalui menjalani akidah dan ibadah, sama dengan kaum mu’minin dalam hak dan mu’amalah, serta hidup dalam milliu yang bersih dari berbagai kekejian dan kemungkaran yang merusak akhlak dan keutamaan.

4. Ar Ra’d 19
                 
“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran”.
Firman Allah SWT. pada ayat ini, “Adakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta?”. Ini adalah sebuah contoh yang diberikan Allah Ta’ala terhadap orang yang beriman dan kafir.
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas RA sebagaimana yang disebutkan dalam Al Bahr Al Muhith (5/384), bahwa ayat ini diturunkan berkaitan dengan Hamzah bin Abdul Muthalib dan Abu Jahal. Dan, yang dimaksud dengan buta adalah buta hati dan bodoh terhadap urusan agama adalah hati yang sangat buta. Dan seperti firman Allah, “Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.”
Sedangkan dalam Tafsir Ibnu Katsir diterangkan bahwa Allah SWT. berfirman, tidak sama orang yang mengetahui bahwa “Yang diturunkan kepadamu,” Wahai Muhammad “Dari Rabb-mu,” itu adalah benar, tidak diragukan, tidak disangsikan, tidak ada kesamaran, dan tidak ada yang diperselisihkan isinya, bahkan semuanya adalah benar, saling membenarkan sebagiannya terhadap sebagian yang lain. Tidak ada yang bertentangan antara satu dengan yang lain, karena semua berita yang ada di dalamnya adalah benar dan semua perintah dan larangannya adil, sebagaimana ditegaskan Allah SWY. dalam firman-Nya, “Dan telah sempurnalah kalimat Rabb-mu (Al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil.” (QS. Al An’am: 115). Maksudnya, benar dalam pemberitaannya, adil dalam tuntutannya (perintah dan larangannya). Maka orang yang telah mengetahui kebenaran dari apa yang telah kamu sampaikan, Wahai Muhammad, tidak sama dengan orang yang buta yang tidak tertuntun kepada kebaikan dan tidak memahaminya. Jika ia memahaminya juga, ia tidak mau tunduk kepadanya, tidak mau membenarkannya dan tidak mau mengikutinya.
Dalam firman Allah SWT. yang berbunyi “Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.”. Maksudnya, yang akan mengambil nasehat, mengambil suri tauladan dan memikirkannya hanyalah orang-orang yang mempunyai akal sehatdan benar saja.
Dalam Tafsir Al Aisar, makna dari Surat Ar Ra’d ayat ke-19 adalah bahwa ayat ini mengandung perbandingan dan keistimewaan antara dua pribadi, yaitu pribadi orang beriman yang sholih, seperti Hamzah bin ‘Abdul Muthalib, dan pribadi yang kafir dan rusak seperti Abu Jahal Al Makhzumi. Dijelaskan untuk keduanya balasan di akhirat kelak, disertakan dengan menyebutkan sifay-sifat yang ada pada keduanya. Allah SWT. berfirman, “Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar…” lalu ia beriman setelah mengetahuinya dan istiqomah pada jalannya yaitu dalam keyakinan, ibadah, pergaulan dan segala macam bentuk tingkah lakunya. (Ini adalah bentuk pribadi yang pertama). “Sama dengan orang yang buta…” (yang dimaksud buta disini adalah buta hati bukan buta penglihatan, karena penyebab butanya mata hati adalah kebodohan) dia tidak mengetahui kebenaran dan tidak akan mengimaninya serta tidak mengamalkan syariat yang diturunkan Allah SWT. kepada Rasul-Nya (ini pribadi yang kedua).
Jawabannya jelas bahwa keduanya tidaklah sama atau setara dalam timbangan keadilan. Firman Allah SWT., “Hanyalah orang-orang yang berakal saja ynag dapat mengambil pelajaran….”. Yang dapat mengambil pelajaran dari perbandingan ini hanyalah orang-orang yang berakal, yang dapat membedakan antara kebenaran dan kebatilan, yang bermanfaat dan yang mudharat, baik dan buruk.
Menurut Dr. ‘Aidh Al Qarni dalam Tafsirnya Al Muyassar, tafsir Surat Ar Ra’d ayat 19, “Adakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.” ini, bahwa adkah orang yang mengetahui, meyakini, dan membenarkan apa yang diturunkan Allah SWT. kepadamu, Wahai Nabi, berupa wahyu, sama seperti orang buta yang mendustakan risalahmu dan durhaka rethadap perintahmu? Yang bisa mengambil manfaat dari nasihat hanyalah orang-orang yang berakal lurus dan memiliki fitrah yang murni. Mereka adalah manusia yang paling cepat memenuhi panggilan dan mengakui kebenaran.
5. Al Kahfi 93
•             
“Hingga apabila Dia telah sampai di antara dua buah gunung, Dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan”.
Maksudnya mereka tidak bisa memahami bahasa orang lain, karena bahasa mereka amat jauh bedanya dari bahasa yang lain, dan merekapun tidak dapat menerangkan maksud mereka dengan jelas karena kekurangan kecerdasan mereka.
Dalam ayat ini, maksud dari dua buah gunung adalah gunung dari arah Armenia dan Azerbaijan. Atho’ Al Khurasani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas “di antara dua gunung” Armenia dan Azerbaijan. Diceritakan pula dari Ibnu ‘Abbas dari oleh Ath Thabari dalam Jami’ Al Bayan (16/13) dan An Nuhas dalam Ma’ani Al Qur’an (4/293). bahwa “dia mendapati di hadapan kedua bukit itu” yakni di balik keduanya, “suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.”. Hamzah dan Al Kisa’I membaca yafqohuuna dengan dhammah pada ya’dan kasroh pada qof, dari kata afqoha yang artinya menerangakan. Yakni mereka tidak menerangkan pembicaraan mereka kepada orang lain. Sementara yang lainnya membacanya dengan fathah pada ya’ dan qof. Kedua qira’ah ini shahih, jadi mereka itu tidak mengerti pembicaraan orang lain dan orang lain pun tidak mengerti pembicaraan mereka.
Sedang dalam Tafsir Al Muyassar, diterangkan bahwa hingga manakala Dzulkarnain sampai di antara dua buah gunung ynag menghalangi apa yang terdapat di balik kedua gunung tersebut, dia mendapatkan di kaki kedua gunung itu sekelompok orang ynag memiliki bahasanya sendiri yang hampir tidak mengerti pembicaraan orang lain.

BAB III
INTEGRASI SAINS DAN AL-QUR’AN

Sejak awal kehidupan manusia di planet ini, manusia selalu berusaha untuk memahami alam, rencana penciptaan dan tujuan dari hidup. Dalam mencari kebenaran, dengan memutar kembali berabad-abad dan peradaban-peradaban yang berbeda, agama yang diorganisir sudah membentuk hidup manusia dengan maksud yag sangat luas dan besar, untuk sebuah kebenaran sejarah. Sementara beberapa agama didasarkan pada buku, yang diakui oleh para pengikut mereka untuk diilhami dengan sempurna, yang lain sudah mempercayakan semata-mata karena pengalaman manusia.
Menurut Fisikawan terkenal pemenang hadiah Nobel Albert Einstein, “Ilmu Pengetahuan tanpa agama adalah timpang. Agama tanpa Ilmu Pengetahuan adalah buta”. Informasi ini sangat tepat tentang untuk apa mereka menganugerahkan Nobel kepada beberapa orang yang tidak beriman. Al Qur’an mengungkap asal muasal alam semesta tentang bagaimana dimulai dari satu potongan dan manusia melanjutkan untuk memverifikasi wahyu ini, bahkan hingga sekarang. Sebagai tambahan, fakta bahwa semua kehidupan berasal dari air bukan merupakan suatu hal yang gampang untung meyakinkan kepada orang-orang dari 14 abad yang lalu. Sungguh, Jika 1400 tahun yang lalu kita telah berdiri di tengah padang pasir dan memberitahu seseorang, “semua ini kita lihat dan menunjuk diri sendiri rata-rata terdiri dari air” tidak seorangpun akan percaya. Bukti oni tidak didapatkan sampai menemukan mikroskop. Mereka harus menunggu sampai menemukan sitoplasma, unsur dasar sel yang terdiri dari 80% air. Meskipun demikian, bukti itu muncul dan sekali lagi Al Qur’an berdiri dari ujian zaman.
Al Qur’an itu bukan merupakan suatu buku dari Ilmu Pengetahuan, tetapi suatu buku dari ‘tanda-tanda’, yaitu ayat-ayat. Ada lebih dari 6000 tanda dalam Al Qur’an dan lebih dari 1000 yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Kita semua mengetahui bahwa berkali-kali ilmu Pengetahuan berputar arah. Jadi kita harus mempertimbangkan fakta-fakta ilmiah yang nyata dan bukan semata-mata hipotesa dan teori-teori yang didasarkan pada anggapan-anggapan yang tidak didukung oleh bukti.
Belakangan ini telah mincul istilah I’jaz al-‘ilmi (mukjizat keilmuan) dalam AL-Qur’an, bahkan telah dibentuk lembaga I’jaz Al-‘Ilmi fi Al-Qur’an wa As-Sunnah. Sebagian dari mereka malah berusaha membuktikan sains modern dengan ayat-ayat yang belum dapat dibuktikan oleh teori-teori dan penemuan-penemuan ilmiah.
Di sini pula diungkapkan bahwa ilmu mampu mencapai hal-hal yang betul-betul pelik dan sangat luar biasa. Adanya I’jaz Al-Qur’an berarti kekalnya mukjizat, sebab kekalnya mukjizat berarti pula kekalnya Islam. Bila kita melihat secara seksama pada sebagian isyarat ilmiah yang ada dalam Al-Qur’an, lalu dibandingkan dengan ilmu-ilmu modern, masalah I’jaz al-‘ilmi di dalam Al-Qur’an adalah pendapat yang riskan.
Pembicaraan mengenai tahapan-tahapan penciptaan, proses janin, dan sebagainya yang dibicarakan Al-Qur’an kemudian dibuktikan oleh ilmu kedokteran setelah masa waktu yang lama, tidak diragukan lagi bahwa Al-Qur’an yang menggambarkan hal-hal yang bersifat ilmiah tersebut bersumber dari Allah SWT. Tetapi, saya kira kurang tepat bila masalah itu dikaitkan dengan hal yang disebut I’jaz, tetapi lebih tepat bila disebut sebagai bukti-bukti kenabian. Kami juga tidak meragukan bahwa Al-Qur’an juga memerintahkan manusia kepada hakikat ilmiah, yaitu dengan mendorongnya untuk merenung, melihat, memperhatikan dan mempelajari berbagai bentuk hokum alam agar diungkapkan dan ditemukan. Bila hal serupa ini disebut sebagai ‘ijaz ‘ilmi (mukjizat keilmuan) dalam artian kekalnya I’jaz, maka istilah tersebut juiga kurang tepat. Meski Al-Qur’an sendiri merupakan mukjizat, dan karena objek Al-Qur’an itu manusia untuk memakmurkan jagat raya ini dengan ilmu.
Apa yang ditemukan manusia akhir–akhir ini membuat orang terheran–heran. Bila kita berada di dalam sebuah pesawat misalnya, kita merasa sseakan – akan melewati gunung – gunung dan kita melihat awan yang ada di hadapan kita seperti gunung yang tampak dari kejauhan, Al- qur’an telah mengungkap hal ini jauh sebelum orang dapat naik sepuluh kilometer ke udara dan melihat awan yang ada di hadapan kita seperti gunung yang tampak dari kejauhan. Al – Qur’an telah mengungkap hal ini jauh sebelum orang dapat naik sepuluh kilometer ke udara dan melihat yang ada di bawahnya. Ini salah satu bentuk i’jaz. Sebelum ada sinar X yang mampu memberikan gambaran proses pertumbuhan janin seperti yang di gambarkan Al – Qur’an, buku – buku lain pada masa lalu pun tak mampu mengungkap hal semacam itu. Baru setelah itu, ada ilmu yang menguatkan bagaimana proses pertumbuhan janin. Tidak di ragukan lagi ini membuktikan i’jaz Al – Qur’an. Dan i’jaz ketidak mampuan manusia untuk melakukan hal serupa sebagai mana yang dilakukan Al- Qur’an.
Seandainya yang disebut i’jaz al ‘ilmi berarti kekalnya ketidak mampuan manusia untuk mencapai sesuatu yang mampu dicapai Al – Qur’an, termasuk mencapai esensi – esensi, ketentuan – ketentuan ilmiah, dan sebagai nya, maka I’jaz untuk dunian saat ini tidak berarti terungkap nya sejumlah hukum ilmu pengetahuan oleh manusia sebagai mana telah di capai dan di buktikan Al – Qur’an. Karena ilmu sudah mampu mengungkap hal-hal melebihi isyarat Al – Qur’an dan apa yang di isyaratkan Al- Qur’an merupakan i’jaz pada kurun tertentu, tentu i’jaz tidak dapat kita katakan kecuali pada waktu kurun tertentu.
Sekarang, Ilmu melebihi hal itu semua dan ini mendorong kita untuk mengatakan bahwa ayat-ayat tersebut bukanlah i’jaz buta dunia sekarang ini,ia i,jaz untuk dunia kemarin. Al – Qur’an adalah mukzizat dengan sifat kekekalan nya, lalu memgapa hal itu tidak kita katakan sebagai bukti kenabian? Mungkin ada baik nya membedakan antara bukti-bukti kenabian dan i’jaz. I’jaz adalah hal-hal yang tidak mampu diciptakan manusia. Hal ini merupakan masalah supernatural, dan menyebabkan manusia tidak mampu menciptakan nya sepanjang masa. Namun bila kenyataan nya sekarang manusia mampu mengetahui proses pertumbuhan janin serta mencapai hal-hal yang lebih jauh lagi dari itu, tidak berarti i’jaz menjadi gugur. Hanya saja Al – Qur’an memang telah menggambarkan hal itu pada masa lalu sebelum timbulnya ilmu dan belum adanya media – media yang lengkap guna memberikan informasi tentang hal tersebut.
Kekalnya mukjizat yaitu adanya kontinuasi ketidak mampuan manusia untuk membuat hal serupa. Lalu, seandainya pada suatu saat ada yang mampu menciptakannya seperti Al – Qur’an atau seperti ayat – ayat Al – Q ur’an pasti akan menggugurkan makna kekekalan mukjizat. Kekal berarti ada terus-menerus, terus-menerus berarti, misalnya dengan menggunakan pesawat dari palestina ke Mekkah hanya memerlukan waktunseperempat jam, apakah isra’ bukan berarti mukjizat? Tentu saja tidak demikian, Artinya Isra’ adalah mukjizat material yang terjadi pada waktu tertentu. Tetapi isra’ tidak di anggap sebagai mukjizat yang kekal, mukjizat yang kekal hanyalah Al-Qur’an. Makna i’jaz al- ilmi Al-Qur’an adalah pengungkapan suatu rahasia yang pada waktu itu manusia tidak mampu mengetahuinya sama sekali, dan baru beberapa abad kemudian di ketahuilah bahwa yang di ungkapkan Al-Qur’an itu adalah benar, itu membuktikan kebenaran isyarat Al-Qur’an.

BAB IV
PENUTUP

1. Kesimpulan
Fungsi dari pengindraan adalah sama antara manusia dan mahkluk hidup lainya. Akan tetapi manusia memiliki kelebihan dibandingkan hewan yaitu akal yang diberikan oleh Allah. Kemampuan berpikir memungkinkannya untuk meneliti dan mengkaji berbagai hal dan kejadian, mengambil intisari masalah umum dari masalah tertentu dan mengambil kesimpulan dari masalah-masalah yang telah dipaparkan lebih dahulu. Kemampuan berpikir manusia itulah yang membuatnya dibebani kewajiban beribadah dan mengemban tanggung jawab untuk memilih dan berkehendak.
Allah mendorong manusia untuk memikirkan alam semesta, mengamati berbagai gejala alam dan menghayati ciptaan Allah yang begitu indah dan tersistem dengan baik. Allah jaga mendorong manusia untuk mencari ilmu dan mengetahui ketentuan-ketentuan dan aturan hukum Allah disegaa bidang ilmu pengetahuan. Kita bisa menjumpai seruan mengamati,berpikir, mengkaji dan mencari ilmu di sebagian besar tempat dalam Alqur’an Al-karim.

Categories: Materi-MateriQ | Tinggalkan komentar

Keindahan yang membahagiakan

Aku bahagia

Ketika mendapati bersih awan putih

Berarak burung di langit biru

Dengan begitu dahsyatnya

 

Aku suka

Ketika melihat sejuta bintang

Membentuk segaris wujud keindahan

Yang begitu memesonakan

 

Aku senang

Ketika mendapati hijau tetumbuhan

Terasri segar di pegunungan

Bahkan berhiaskan aliran air segar

Menunjukkan hidupnya dunia!

 

            Aku juga bahagia

            Ketika manis senyummu

            Memperlihatkannya pada mataku

            Ketika indah tawamu, meski sebersit merdu suaramu

            Menyusup gendang telingaku

            Menghasilkan semangat baru

            Untukku

Categories: Puisi... | Tinggalkan komentar

Trikoma

TRIKOMA

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah :

Struktur Perkembangan Tumbuhan 2

 

Dosen Pengampu :

Evika Sandi Savitri, M. Si

 

Disusun Oleh :

Fatimatuz Zahro’ (10620051)

 

 

 

Jurusan Biologi

Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

2012

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Jaringan dewasa pada tumbuhan merupakan jaringan yang sel-selnya sudah tidak membelah, namun telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi fungsi dari sel-sel hasil pembelahan meristem. Diferensiasi ini merupakan proses perubahan jaringan meristem menjadi jaringan-jaringan lain yang lebih kompleks. Jaringan dewasa ini meliputi jaringan pelindung (epidermis dan jaringan gabus), jaringan dasar (parenkim), jaringan penguat (kolenkim dan sklerenkim), dan jaringan pengangkut (xilem dan floem).

Jaringan epidermis merupakan jaringan yang terletak paling luar pada setiap organ tumbuhan, yaitu pada daun, daun bunga, buah, biji, serta pada akar dan batang sebelum tumbuhan itu mengalami penebalan sekunder. Menurut Estiti B. Hidayat (1995) dalam bukunya Anatomi Tumbuhan Berbiji, meskipun dari segi ontonomi tumbuhan-tumbuhan ini seragam, namun dari segi morfologi maupun fungsi dari sel epidermisnya tidak seragam. Fungsi khusus jaringan epidermis adalah sebagai pelindung terhadap hilangnya air akibat penguapan, kerusakan mekanik, perubahan suhu, dan hilangnya zat-zat makanan.

Selain sel epidermis biasa, terdapat sel epidermis yang telah berkembang menjadi sel rambut, sel penutup pada stomata, serta sel lain. Adanya kutin, bahan lemak di dalam dinding luar, membatasi transpirasi. Karena susunan sel merapat serta berkutikula yang kaku dan kuat, maka epidermis berperan sebagai penyokong mekanik. Pada akar, adanya kutikula tipis serta rambut akar menunjukkan bahwa epidermis akar mudah terspesialisasi untuk penyerapan.

Di dalam tumbuhan ini, selain dinding sel, stomata, protoplas, plastida, spina, sel kersik, velamen dan sel kipas, terdapat juga trichoma atau rambut-rambut tumbuh yang terbentuk dari sel epidermis maupun jaringan di bawah epidermis (emergens). Dan pada makalah ini akan dibahas mengenai rambut-rambut daun, yang disebut dengan trikoma, macam-macam trikoma serta fungsinya pada tumbuhan.

2.2 Rumusan Masalah

            Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada makalah ini adalah:

  1. Apa saja macam-macam trikoma menurut susunannya?
  2. Apa saja macam-macam trikoma menurut jenisnya?
  3. Apa saja fungsi-fungsi trikoma pada tumbuhan?

1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari praktikum ini adalah:

  1. Untuk mengetahui macam-macam trikoma menurut susunannya.
  2. Untuk mengetahui macam-macam trikoma manurut jenisnya.
  3. Untuk mengetahui fungsi-fungsi trikoma pada tumbuhan.

 


BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Trikoma

Trichoma (jamak: trichomata) berasal dari kata Yunani yang berarti “rambut-rambut yang tumbuh” yang seperti telah disebutkan di pendahuluan, bahwa trichoma ini  berasal dari sel-sel jarimgan epidermis maupun jaringan di bawah epidermis (emergens) yang susunan, bentuk serta fungsinya memang berbeda-beda. Struktur dari trichoma ini lebih besar dan padat seperti kutil dan duri, seperti duri pada bunga mawar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Letak trikomata di lapisan epidermis

 

Trichoma terdapat pada hampir semua organ tumbuh-tumbuhan yang terletak pada epidermisnya selama organ-organ itu hidup aktif. Di samping itu terdapat juga trichoma yang waktu hidupnya hanya sebentar. Trichoma yang seperti ini biasanya tumbuh lebih dahulu, menjelang atau dalam hubungan dengan pertumbuhan organ pertumbuhannya.

Kalau diperhatikan dari susunannya, maka akan didapatkan trichoma yang terdiri dari satu sel (unicellular), dan yang multiseluler (multicellular). Yayan Sutrian (2004) dalam Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhannya menjelaskan bahwa :

  1. yang unicellular umumnya tidak bercabang, tetapi ada kalanya pula yang bercabang meski jarang terjadi.
  2. yang multicellular terdiri dari satu deretan sel atau beberapa lapisan sel, bercabang seperti pohon – (dendroid) atau dapat juga mempunyai cabang yang memanjang dan mendatar – (“stellate hairs”).

Menurut Netolitzky dalam Yayan Sutrian (2004), trichomata yang multiseluler terdiri dari :

a)      bagian kaki yang dikitari oleh sel-sel epidermis, dan

b)      bagian badan yang menonjol ke permukaan epidermis.

Adapun bentuk sel-sel epidermis yang mengitari bagian kaki terkadang mempunyai bentuk yang berbeda dengan bentuk sel epidermis umumnya.

Terkadang trichoma ini juga berbentuk pendek yang tampak berupa penonjolan-penonjolan pada permukaan epidermis, bagaikan bukit-bukit kecil. Oleh para ahli bagian trichoma seperti ini disebut Papilla. Papilla merupakan alat sekresi yang biasanya mengeluarkan semacam lendir. Papilla yang tidak mengeluarkan sejenis lendir melainkan hanya mengeluarkan air, disebut Papullae.

Kegunaan trikoma dalam taksonomi cukup dikenal. Kadang-kadang famili tertentu dapat dikenal dengan mudah dari macam trikomanya. Menurut Estiti B. Hidayat (1995), trikoma dapat dibagi menjadi beberapa jenis :

  1. Trikoma yang tidak menghasilkan sekret
  2. Trikoma yang menghasilkan sekret.

2.1  Trikoma Non-Glandular (tak berkelenjar)

Estiti (1995) dalam bukunya menyebutkan bahwa trikoma non-glandular ini ada bermacam-macam bentu, yaitu:

  1. Rambut bersel satu atau bersel banyak dan tidak pipih, misalnya pada Lauraceae, Moraceae, Triticum, Pelargonium dan Gossypium. Pada Gossypium, serat kapas merupakan rambut epidermis bersel satu dari kulit biji dan dapat mencapai panjang 6 cm.
  2. Rambut sisik yang memipih dan bersel banyak, ditemukan tanpa tangkai (sesil) pada daun duren (Durio zibethinus) atau bertangkai pada Olea.
  3. Rambut bercabang dan bersel banyak. Bentuknya dapat seperti bintang, misalnya rambut di bagian bawah daun waru (Hibiscus tiliaceus) atau seperti tempat lilin pada Verbascum.
  4. Rambut akar merupakan pemanjangan sel epidermis dalam bidang yang tegak lurus permukaan akar. Sel bebrbentuk bulat panjang, mencapai panjang 80 – 1500 mikrometer dengan garis tengah 5 – 17 mikrometer. rambut akar memiliki vakuola besar dan biasanya berdinding tipis.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sama dengan pendapat yang diungkapkan Estiti (1995), Sumardi (2007) juga menyebutkan bahwa:

  1. Rambut uniseluler sederhana / multiseluler uniseriat : umumnya dijumpai pada Lauraceae, Moraceae, Triticum, Hordeum, Gossypium (rambut biji), Ceiba pentandra (rambut buah).
  2. Rambut skuamiform (bentuk sisik) yang multiseluler dan memipih secara nyata sekali tidak bertangkai duduk disebut sisik bertangkai rambut berbentuk perisai (peltata)
  3. Rambut multiseluler yang berbentuk bintang (stelata) atau berbentuk seperti tepat lilin (kandelabrum) Rambut bintang seperti pada Styrax officinalis dan Hibiscus tiliaceus.

2.3  Trikoma Glandular (berkelenjar)

Trikoma sekresi ini dapat bersel satu, bersel banyak, atau berupa sisik, yang salah satu selnya mempunyai fungsi sekresi sebagai sel atau jaringan sekretori. Trikoma bersel banyak yang sederhana terdiri dari tangkai dengan kepala bersel satu atau bersel banyak. Trikoma seperti ini misalnya terdapat pada daun tembakau. Trikoma yang terdiri dari bagian tangkai dan kepala, umumnya fungsi sekresi di bagian kepala.

Trikoma kelenjar yang menghasilkan sekret yang kental dan lengket, dan yang biasanya  terdiri  dari  tangkai  dan  kepala  bersel  banyak  dinamakan  koleter. Trikoma seperti ini ditemukan berkelompok pada tunas muda, dan sekret yang dihasilkannya menjaga tunas dari kekeringan. Jenis trikoma kelenjar lain adalah kelenjar cerna yang terdapat pada tumbuhan pemakan serangga seperti Nephenthes.

 

2.4 Fungsi-fungsi Trikoma

Trikoma memiliki fungsi yang spesifik terhadap masing-masing organ tumbuhan. Di antaranya adalah (Fahn, 1991):

  1. Pada akar
  • Berfungsi untuk menyerap air dan unsur-unsur hara.
  • Berfungsi untuk mengurangi besarnya penguapan.
  • Rambut gatal yang berfungsi untuk mengurangi gangguan yang disebabkan oleh hewan maupun manusia.
  • Membuat biji menjadi ringan, sehingga memudahkan menerbangkan biji dan membantu penyerbukan.
  • Mempercepat pertumbuhan biji, karena mudah diserap air.
  • Mencegah serangga yang akan merusak biji.
  • Pada nektaria, akan menghasilkan madu untuk menarik perhatian serangga yang nantinya akan membantu dalam penyerbukan.
  • Pada kepala putik, akan mengeluarkan zat perekat sehingga serbuk sari akan mudah melekat.
  • Mengurangi besarnya penguapan air.
  • Mempermudah untuk memanjat.
  1. Pada epidermis daun
  1. Pada biji
  1. Pada bunga
  1. Pada batang

2.5 Trikoma Yang Dimanfaatkan Manusia

Banyak kegunaan trikoma yang dimanfaatkan oleh manusia, di antaranya adalah:

  1. Rambut biji kapas (Gossypium sp) bahan penting untuk tekstil.
  2. Rambut buah kapok (Ceiba pentandra) bahan kasur.
  3. Rambut kelenjar daun Mentha piperita bahan obat mengandung minyak permen.
  4. Rambut kelenjar daun teh (Camellia sinensis) aroma pada air teh.

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan pambahasan tersebut di atas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Berdasarkan susunannya, trikoma dibagi mnjadi dua, yaitu:
  1. Trikoma unicellular, umumnya tidak bercabang, tetapi ada kalanya pula yang bercabang meski jarang terjadi.
  2. Trikoma multicellular, terdiri dari satu deretan sel atau beberapa lapisan sel, bercabang seperti pohon atau dapat juga mempunyai cabang yang memanjang dan mendatar.
  3. Trikoma glanduler, yaitu trikoma yang menghasilkan kelenjar, trikoma sekresi ini dapat bersel satu, bersel banyak, atau berupa sisik.
  4. Trikoma non-glanduler, yaitu trikoma yang tidak menghasilkan kelenjar.
  5. Pada akar berfungsi untuk menyerap air dan unsur-unsur hara.
  6. Pada epidermis daun berfungsi untuk mengurangi besarnya penguapan.
  7. Pada biji membuat biji menjadi ringan, sehingga memudahkan menerbangkan biji dan membantu penyerbukan.
  8. Pada bunga akan menghasilkan madu pada nectar dan akan mengeluarkan zat perekat sehingga serbuk sari akan mudah melekat pada putik.
  9. Pada batang akan mengurangi besarnya penguapan air.
  1. Berdasarkan jenisnya, Trikoma dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
  1. Fungsi-fungsi trikoma berbeda-beda berdasarkan letaknya, di antaranya:

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Campbel, Neil A. 2000. Biologi. Jakarta: Erlangga

Fahn, A. 1991. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press

Hidayat, Estiti B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: ITB

Yayan, Sutrian. 2004. Anatomi Tumbuhan. Bandung: ITB

Sumardi dan Marianti. 2007. Biologi Sel. Yogyakarta: Graha Ilmu

Categories: Materi-MateriQ | Tinggalkan komentar

Mentimun (Cucumis sativus) dan integrasinya dengan Al Qur’an

Fatimatuz Zahro’ (10620051)
Tugas Taksonomi Tumbuhan Tinggi
Biologi B

Cucumis sativus L. (Mentimun, قِثَّا ,Cucumber)

Klasifikasi Cucumis sativus L. :
Kingdom Plantae
Divisio Magnoliophyta
Classis Magnoliopsida
Sub Classis Dilleniidae
Ordo Violales
Familia Cucurbitaceae
Genus Cucumis
Species Cucumis sativus L.
(www.plantamor.com).
Mentimun atau ketimun (Cucumis sativus L.) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya. Ketimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan.
Cucumis sativus L. disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al Baqoroh ayat 61 yang berbunyi:
                  •                •  •                   •       •  
“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, Kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. sebab itu mohonkanlah untuk Kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi Kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, Yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”. lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi yang memang tidak dibenarkan. demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.” (Al Baqoroh: 61).
Makna dari ayat tersebut, yang berhubungan dengan kata • yaitu penggalan ayat yang berbunyi “sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya. Kata ‘Al-Baql’ (sayur-mayur) maknanya ialah setiap tumbuhan yang tidak memiliki batang/dahan, sedangkan lawannya, kata ‘asy-Syajar’ (pohon) adalah yang memiliki batang/dahan. Yang dimaksud di dalam ayat ini adalah sayur-mayur yang dikonsumsi oleh manusia, yang mempunyai deskripsi tumbuhan sebagai berikut:
 Habitusnya merupakan tumbuhan herba yang merambat, lemah melata atau setengah merambat, yangmerupakan tanaman semusim, yaitu berumur 1 tahun, yang mati setelah tanaman berbunga dan berbuah. Tanaman ini tidak tahan terhadap hujan yang terus menerus. Pertumbuhannya memerlukan kelembaban udara yang tinggi, tanah subur yang gembur dan mendapat sinar matahari penuh dengan drainage yang baik. Ketimun sebaiknya dirambatkan ke para-para dan tumbuh baik dari dataran rendah sampai 1.300 m dpl.
 Batang tanaman ketimun berbulu kasar, basah, mempunyai panjang 0,5-2,5 meter dan berbentuk segitiga.
 Mentimun mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Sulur ketimun adalah batang yang termodifikasi dan ujungnya peka sentuhan. Bila menyentuh galah misalnya, sulur akan mulai melingkarinya. Dalam 14 jam sulur itu telah melekat kuat pada galah itu. Kira-kira sehari setelah sentuhan pertama sulur mulai bergelung, atau menggulung dari bagian ujung maupun pangkal sulur. Gelung-gelung terbentuk mengelilingi suatu titik di tengah sulur yang disebut titik gelung balik. Dalam 24 jam, sulur telah tergulung ketat.
 Daunnya merupakan daun tunggal, letaknya berseling, bertangkai panjang, dan bentuknya bulat telur lebar. Ujing daun meruncing, bertajuk 3-7 dengan pangkal berbentuk jantung, dan tepinya bergerigi. Panjangnya 7-18 cm, lebar 7-15 cm, dan berwarna hijau.
 Bunga tanaman Cucumis sativus ada yang jantan berwarna putih kekuningan dengan bunga betina berbentuk seperti terompet yang ditutupi oleh bulu-bulu. Perbungaannya monoecious dengan tipe bunga jantan dan bunga hermafrodit (banci). Bunga pertama yang dihasilkan, biasanya pada usia 4-5 minggu, adalah bunga jantan. Bunga-bunga selanjutnya adalah bunga banci apabila pertumbuhannya baik.
 Buah berbentuk bulat panjang, tumbuh menggantung, dan warna hijau, berlilin putih dan setelah tua, warnaya berubah menjadi kuning kotor. Panjang buah sekitar 10-30 cm dengan bagian pangkal yang berbintil. Daging buah ketimun mengandung banyak air yang berwarna putih atau kekuningan.
 Biji terletak di dalam buah yang bentuknya lonjong meruncing pipih dan warnanya putih kotor.
 Akarnya berupa akar tunggang yang berwarna putih kotor.

(Daisugi, 2011)
Mentimun ini juga disebutkan dalam hadits Nabi yang berbunyi:
كَانَ يَأْكُلُ الْقَثَاءَ بِالرُّطَبِ .
“Rasulullah saw. Memakan mentimun dengan kurma yang matang (sebelum menjadi tamar).” (HR. Bukhori).
Mentimun adalah buah yang dingin, lembab dan dapat meredam suhu panas ketika menderita radang perut besar. Sebagian timun, jika dingin akan berbahaya bagi perut. Maka kalau mau makan, sebaiknya dibarengi dengan sesuatu yang menghilangkan rasa dingin dan kelembabannya. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw.; “Jika beliau hendak memakannya, dibarengi dengan buah kurma.” Karena, jika memakan mentimun dibarengi dengan buah kurma atau kismis atau madu, hal tersebut dapat menetralkan kelembaban dan rasa dingin mentimun.
Hasil penelitian modern menyebutkan bahwa mentimun mengandung 0,65% protein, 0,1% lemak, dan 2,2% karbohidrat. Selain itu, juga mengandung zat bermanfaat lain, seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C. Karena banyak mengandung bahan penting itu, mentimun sangat baik digunakan sebagai tonik (menjaga kesehatan). Selain itu, ia juga bisa digunakan untuk mengobati beberapa penyakit.
Cucumis sativus mempunyai nutrisi yang sangat baik. Berikut tabel yang menyajikan kandungan nutrisi per 100 gram mentimun segar:

(Hamzah, 2007)
Mentimun mengandung banyak air. Bila rata-rata berat mentimun adalah 250 gr, maka mengonsumsi satu buah mentimun dapat mencukupi kebutuhan air untuk sekitar 2 jam pada orang dewasa atau kurang lebih 10% dari total kebutuhan harian pada aktivitas dan suhu normal. Dari berbagai penelitian diketahui bahwa kekurangan air sekitar 2% saja dapat menurunkan kemampuan daya ingat dan konsentrasi. Ini akan menimbulkan kelelahan dan tidak nyaman. Karena ketimun ini jumlah kadar airnya juga banyak, tinggi, sehingga dia bisa melancarkan buang air kecil. Dia bisa sebagai detoksifikasi, membuang racun di dalam kandung kemih. Dia bisa menurunkan hipertensi dan kolesterol dalam jumlah yang banyak. Dia juga melancarkan buang air besar, bisa memberikan rasa kenyang yang lama. Mentimun yang sifatnya dingin dapat juga dipakai untuk mengobati gigitan serangga, gatal-gatal karena tumbuhan, dan meredamkan kulit yang terbakar matahari. Bagian tubuh yang tersiram air panas pun, jika dibalut dengan parutan daging mentimun, akan dengan cepat terobati.
Al Qur’an, merupakan kitab suci umat Islam yang di dalamnya terdapat firman-firman Allah yang Agung. Sayuran mentimun (Cucumis sativus L.) disebutkan dalam Al Qur’an dan beberapa hadits Nabi, tentu memiliki khasiat dan manfaat yang sangat banyak. Manfaat dari mentimun (Cucumis sativus L.) diantaranya adalah:
 Sebagai detoksifikasi
Kandungan air ketimun sangat tinggi (hingga 90%),sehingga ketimun memiliki efek memperlancar buang air kecil, membantu menghilangkan dan menetralkan toksin (racun), membantu melunturkan bakter-bakteri di sepanjang usus dan dinding kandungan kemih. Kandungan air dan mineral kalium dalam ketimun mengeluarkan kelebihan asam urat dan sisa metabolisme melalui ginjal. Asam urat yang berlebihan di dalam darah akan membentuk kristal yang menumpuk di persendian sehingga menyebabkan sakit radang sendi. Sedangkan sisa metabolisme berupa garam mineral yang menumpuk di saluran kemih akan membentuk batu ginjal. Dengan mengkonsumsi ketimun akan membantu meluruhkan kristal / batu ginjal dan menghindari penumpukan racun.
 Sebagai obat hipertensi
 Makanan / obat pelangsing
Mengkonsumsi mentimun juga dapat menurunkan berat badan karena kandungan kalorinya yang rendah dan kaya akan serat. Kandungan lainnya dalam mentimun antara lain adalah asam malonat yang dapat mencegah gula darah berubah menjadi lemak, sehingga dapat menurunkan berat badan.
 Sebagai anti serangga
Mentimun dipakai sebagai obat anti kecoa dan anti semut.
 Mengobati sengatan lebah
Ambil buah mentimun, kupas, lalu potong-potong. Masukkan potongan mentimun ke blender, lalu hancurkan hingga menjadi cairan kental. Olesi atau rendam bagian tubuh yang tersengat lebah dengan cairan tersebut selama satu jam. Rasa sakit, gatal, dan bengkak akibat sengatan lebah akan hilang.
 Obat Sariawan
 Memperlancar Buang Air Kecil
 Obat Tifus
 Diare pada Anak
 Anti Kanker
Rasa pahit pada mentimun dikarenakan adanya senyawa fitokimia yang terdapat dalam lendir mentimun. Meskipun pahit, saponin bermanfaat sebagai anti kanker, menurunkan kolestrol, dan meningkatkan daya tahan tubuh.
 Menurunkan tekanan darah tinggi
Kandungan kalium dan potassium yang tinggi yang terdapat pada mentimun dapat mempermudah penyerapan makanan yang mengandung garam dan vetsin.
 Dapat digunakan untuk mengobati penyakit kandung kemih.
 Baunya dapat mengobati orang pingsan.
 Akarnya dapat memperlancar saluran kencing.
 Dan daunnya jika dijadikan seperti perban dapat mengobati bekas gigitan anjing.
 Seorang dokter ahli berbangsa Arab memprediksikan bahwa mentimun dapat menghilangkan rasa haus dan dahaga, pergolakan darah, menenangkan rasa pusing yang kronis, membuka penyumbat hati, memperlancar saluran kencing dan membasmi kerikil. Jika air mentimun diperas dan diminum dengan gula dapat mengobati penyakit kuning.

Daftar Pustaka

Anonim, 1989, Materia Medika Indonesia, jilid V, 165-166, Departemen Kesehatan RI, Jakarta
Anonim. 1995. Materia Medika Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI
Anonim. 1997. Ensiklopedi Nasional Indonesia. Jakarta: P.T. Delta Pamungkas
Anonim. 2010. Tetumbuhan. Jakarta: P.T. Tira Pustaka
Byrd Graf, Alfred. 1992. Tropica, East Ruthetford: Roehrs Company
Campbell, Neil A. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Daisugi, Sakuya. 2011. Klasifikasi Ilmiah Cucumis sativus L. http://www.daisugi.blogspot.com
Dasuki, Undang Ahmad. 1991. Sistematik Tumbuhan Tinggi. Bandung: ITB
Hamzah, Muhammad Masnur. 2007. Mentimun. Jakarta: Mizan
Pawiet. 2010. Mentimun, Sayuran Murah yang Kaya Manfaat. http://www.pawiet.wordpress.com
Tjitrosoepomo. G. 2005. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Categories: Materi-MateriQ | Tinggalkan komentar

Anabolisme karbohidrat

ANABOLISME KARBOHIDRAT
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Biokimia

Dosen Pengampu:
drg. Risma Aprinda Kristanti
Ria Ramadhani DA, S. Kep

Disusun oleh:
Kelompok 2
Ika Purwaningsih (10620039)
Susilaneng Waseh (10620042)
Fatimatuz Zahro (10620051)
Erika Diana R (10620058)
Ahmad Subada (10620062)
Dayu Nirwana Putri (10620064)
Choirunnisail M (10620074)

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2012
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Anabolisme adalah lintasan metabolisme yang menyusun beberapa senyawa organik sederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks. Proses ini membutuhkan energi dari luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia. Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk. Anabolisme meliputi tiga tahapan dasar. Pertama, produksi prekursor seperti asam amino, monosakarida, dan nukleotida. Kedua, adalah aktivasi senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk reaktif menggunakan energi dari ATP. Ketiga, penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul kompleks, seperti protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat. Anabolisme yang menggunakan energi cahaya dikenal dengan fotosintesis, sedangkan anabolisme yang menggunakan energy kimia dikenal dengan kemosintesis. Hasil-hasil anabolisme berguna dalam fungsi yang esensial. Hasil-hasil tersebut misalnya glikogen dan protein sebagai bahan bakar dalam tubuh, asam nukleat untuk pengkopian informasi genetik. Protein, lipid, dan karbohidrat menyusun struktur tubuh makhluk hidup, baik intraselular maupun ekstraselular. Bila sintesis bahan-bahan ini lebih cepat dari perombakannya, maka organisme akan tumbuh.
Anabolisme karbohidrat merupakan serangkaian reaksi kimia yang substrat awalnya adalah molekul kecil dan produk akhirnya adalah molekul besar atau dengan kata lain reaksi yang bertujuan untuk penyusunan atau sintesis molekul. Mahasiswa Biologi memiliki tuntutan untuk dapat memahami anabolisme karbohidrat sebagai konsekuensi atas bidang ilmunya dan juga sebagai rasa syukur terhadap fasilitas yang telah Allah ciptakan. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kami menulis makalah tentang anabolisme karbohidrat dengan harapan kami dapat memahami proses anabolisme secara mendalam khususnya pada proses glukoneogenesis, glikogenesis, dan glikogenolisis.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dari makalah ini adalah:
1. Apa pengertian dari anabolisme karbohidrat?
2. Proses apa saja yang termasuk dalam anabolisme karbohidrat?

1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian dari anabolisme karbohidrat
2. Untuk mengetahui proses-proses yang termasuk dalam anabolisme

BAB II
PEMBAHASAN

Karbohidrat merupakan senyawa karbon, hidrogen, dan oksigen, dengan rasio hidrogen terhadap pksigen normalnya adalah 2 : 1 senyawa tersebut mengandung beberapa rantai “unit gula” atau “sakarida” yang masing – masing terbentuk dari tiga sampai tujuh atau karbon dengan atom hidrogen dan oksigen yang melekat padanya, baik sendiri – sendiri ataupun dalam kelompok. Karbohidrat juga merupakan senyawa karbon yang banyak dijumpai di alam, terutama sebagai penyusun utama jaringan tumbuhan. Nama lain karbohidrat adalah sakarida (berasal dari bahasa Latin Saccharum = gula). Senyawa karbohidrat adalah polihidroksi aldehida atau polihidroksi keton yang mengandung unsur – unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O) dengan rumus empiris total (CH2O)n, karbohidrat paling sederhana adalah monosakarida, diantara glukosa yang mempunyai rumus molekul C6H12O6. Karbohidrat merupakan bahan yang sangat diperlukan tubuh manusia, hewan, dan tumbuhan disamping lemak dan protein. Senyawa ini dalam jaringan merupakan cadangan makanan atau energi yang disimpan dalam sel. Sebagian besar karbohidrat yang ditemukan di alam terdapat sebagai polisakarida dengan berat molekul tinggi. Beberapa polisakarida berfungsi sebagai penyusun.
Karbohidrat merupakan pusat metabolisme tanaman hijau dan organisme fotosintetik lain yang menggunakan energi matahari untuk melakukan pembentukan karbohidrat. Karbohidrat yang terdapat dalam bentuk pati dan gula berfungsi sebagai bagian utama energi yang dikonsumsi oleh kebanyakan organisme di muka bumi ini. Sebagai pati dan glikogen, karbohidrat berfungsi sebagai penyangga di dalam dinding sel bakteri dan tanaman serta pada jaringan pengikat dan dinding sel organisme hewan karbohidrat jenis lain berperan sebagai pelumas sendi kerangka, sebagai perekat diantara sel, dan senyawa pemberi spesifisitas pada permukaan sel hewan.
Dalam sel-sel tubuh, karbohidrat mengalami berbagai proses kimia. Proses inilah yang mempunyai peranan penting dalam tubuh kita. Reaksi-reaksi kimia yang terjadi dalam sel ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Sebagai contoh apabila banyak glukosa yang teroksidasi untuk memproduksi energy, maka glikogen dalam hati akan mengalami proses hidrolisis untuk membentuk glukosa. Sebaliknya apabila suatu reaksi tertentu menghasilkan produk yang menghasilkan produk yang berlebihan, maka ada reaksi lain yang dapat menghambat produksi tersebut. Dalam hubungan antar reaksi-reaksi ini enzim-enzim mempunyai peranan sebagai pengatur atau pengendali. Proses kimia yang terjadi dalam sel ini disebut metabolisme.
Pada proses pencernaan makanan, karbohidrat mengalami proses hidrolisis, baik dalam mulut, lambung maupun usus. Hasil akhir proses pencernaan karbohidrat ini ialah glukosa, fruktosa, galaktosa dan manosa serta monosakarida lainnya. Senyawa-senyawa ini kemudian diabsorbsi melalui dinding usus dan dibawa ke hati oleh darah.
Karbohidrat merupakan komponen utama dalam suatu makanan yang merupakan sumber energi yang utama bagi setiap organisme hidup. Dalam sel-sel tubuh, karbohidrat mengalami berbagai proses kimia. Maka proses inilah yang kemudian mempunyai peranan penting dalam tubuh kita. Proses-proses yang dialami oleh unsur-unsur makanan setelah dicerna dan diserap disebut dengan metabolisme intermediet. Metabolisme intermediet ini mencakup bidang luas yang tidak hanya proses metabolik yang dialami oleh masing-masing molekul saja, tetapi juga interelasi dan mekanisme yang mengatur arus metabolit untuk dapat melewati proses-proses atau tahapan-tahapan tersebut. Proses metabolisme itu kemudian digolongkan menjadi 2 macam, yaitu:
1. Anabolime (penyatuan/pembentukan)
2. Katabolisme (pemecahan)
Anabolisme adalah proses sintesis molekul kompleks dari senyawa-senyawa kimia yang sederhana secara bertahap. Proses ini membutuhkan energi dari luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia. Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk.
Selain dua macam energi diatas, reaksi anabolisme juga menggunakan energi dari hasil reaksi katabolisme, yang berupa ATP. Agar asam amino dapat disusun menjadi protein, asam amino tersebut harus diaktifkan terlebih dahulu. Energi untuk aktivasi asam amino tersebut berasal dari ATP. Agar molekul glukosa dapat disusun dalam pati atau selulosa, maka molekul itu juga harus diaktifkan terlebih dahulu, dan energi yang diperlukan juga didapat dari ATP. Proses sintesis lemak juga memerlukan ATP.
Anabolisme meliputi tiga tahapan dasar. Pertama, produksi prekursor seperti asam amino, monosakarida, dan nukleotida. Kedua, pengaktivasian senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk reaktif menggunakan energi dari ATP. Ketiga, penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul kompleks, seperti protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat.
1. Glikogenesis
Tahap pertama metabolisme karbohidrat adalah pemecahan glukosa (glikolisis) menjadi piruvat. Selanjutnya piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Akhirnya asetil KoA masuk ke dalam rangkaian siklus asam sitrat untuk dikatabolisir menjadi energi. Proses di atas terjadi jika kita membutuhkan energi untuk aktivitas, misalnya berpikir, mencerna makanan, bekerja dan sebagainya. Jika kita memiliki glukosa melampaui kebutuhan energi, maka kelebihan glukosa yang ada akan disimpan dalam bentuk glikogen. Proses anabolisme ini dinamakan glikogenesis.
Glikogen merupakan bentuk simpanan karbohidrat yang utama di dalam tubuh dan analog dengan amilum pada tumbuhan. Unsur ini terutama terdapat didalam hati (sampai 6%), otot jarang melampaui jumlah 1%. Akan tetapi karena massa otot jauh lebih besar daripada hati, maka besarnya simpanan glikogen di otot bisa mencapai tiga sampai empat kali lebih banyak. Seperti amilum, glikogen merupakan polimer -D-Glukosa yang bercabang.
Glikogen otot berfungsi sebagai sumber heksosa yang tersedia dengan mudah untuk proses glikolisis di dalam otot itu sendiri. Sedangkan glikogen hati sangat berhubungan dengan simpanan dan pengiriman heksosa keluar untuk mempertahankan kadar glukosa darah, khususnya pada saat di antara waktu makan. Setelah 12-18 jam puasa, hampir semua simpanan glikogen hati terkuras habis. Tetapi glikogen otot hanya terkuras secara bermakna setelah seseorang melakukan olahraga yang berat dan lama. Rangkaian proses terjadinya glikogenesis digambarkan sebagai berikut:
a. Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat (reaksi yang lazim terjadi juga pada lintasan glikolisis). Di otot reaksi ini dikatalisir oleh heksokinase sedangkan di hati oleh glukokinase.
b. Glukosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 1-fosfat dalam reaksi dengan bantuan katalisator enzim fosfoglukomutase. Enzim itu sendiri akan mengalami fosforilasi dan gugus fosfo akan mengambil bagian di dalam reaksi reversible yang intermediatnya adalah glukosa 1,6-bifosfat.
Enz-P + Glukosa 6-fosfat ↔Enz + Glukosa 1,6-bifosfat ↔ Enz-P + Glukosa 1-fosfat
c. Selanjutnya glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) untuk membentuk uridin difosfat glukosa (UDPGlc). Reaksi ini dikatalisir oleh enzim UDPGlc pirofosforilase.
UTP + Glukosa 1-fosfat ↔ UDPGlc + PPi

Uridin difosfat glukosa (UDPGlc)

d. Hidrolisis pirofosfat inorganic berikutnya oleh enzim pirofosfatase inorganik akan menarik reaksi kea rah kanan persamaan reaksi.

Lintasan glikogenesis dan glikogenolosis

e. Atom C1 pada glukosa yang diaktifkan oleh UDPGlc membentuk ikatan glikosidik dengan atom C4 pada residu glukosa terminal glikogen, sehingga membebaskan uridin difosfat. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim glikogen sintase. Molekul glikogen yang sudah ada sebelumnya (disebut glikogen primer) harus ada untuk memulai reaksi ini. Glikogen primer selanjutnya dapat terbentuk pada primer protein yang dikenal sebagai glikogenin.
UDPGlc + (C6)n ↔ UDP + (C6)n+1
Glikogen Glikogen
Residu glukosa yang lebih lanjut melekat pada posisi 1→4 untuk membentuk rantai pendek yang diaktifkan oleh glikogen sintase. Pada otot rangka glikogenin tetap melekat pada pusat molekul glikogen, sedangkan di hati terdapat jumlah molekul glikogen yang melebihi jumlah molekul glikogenin.
f. Setelah rantai dari glikogen primer diperpanjang dengan penambahan glukosa tersebut hingga mencapai minimal 11 residu glukosa, maka enzim pembentuk cabang memindahkan bagian dari rantai 1→4 (panjang minimal 6 residu glukosa) pada rantai yang berdekatan untuk membentuk rangkaian 1→6 sehingga membuat titik cabang pada molekul tersebut. Cabang-cabang ini akan tumbuh dengan penambahan lebih lanjut 1→ glukosil dan pembentukan cabang selanjutnya. Setelah jumlah residu terminal yang non reduktif bertambah, jumlah total tapak reaktif dalam molekul akan meningkat sehingga akan mempercepat glikogenesis maupun glikogenolisis.
Tahap-tahap perangkaian glukosa demi glukosa digambarkan pada bagan berikut.

Biosintesis glikogen

Tampak bahwa setiap penambahan 1 glukosa pada glikogen dikatalisir oleh enzim glikogen sintase. Sekelompok glukosa dalam rangkaian linier dapat putus dari glikogen induknya dan berpindah tempat untuk membentuk cabang. Enzim yang berperan dalam tahap ini adalah enzim pembentuk cabang (branching enzyme).

2. Glikogenolisis
Glikogenolisis adalah kebalikan glikogenesis, yaitu reaksi pemecah molekul glikogen menjadi molekul-molekul glukosa.glikogen yang terdapat dalam hati dan otot dapat dipecah menjadi molekul glukosa-1-fosfat melalui suatu proses yang disebut fosforolisis, yaitu reaksi dengan assam fosfat. Enzim fosforilase ialah enzim yang menjadi katalis pada reaksi gikogenolisis.
Glikogen + asam fosfat fosforilase glukosa-1-fosfat
Ada dua macam fosforilase yaitu fosforilase a, bentuk aktif, dan fosforilase b, suatu benntuk tidak aktif yang dapat diaktifkan. Aktivasi fosforilase b berlangsung oleh adanya fosfokinase, ATP dan ion Mg++.
2 fosforilase b + 4 ATP fosfokinase fosforilase a + 4 ADP
Mg++
Dalam hati glukosa-1-fosfat diubah menjadi glukosa-6-fosfat yang kemudian diubah menjadi glukosa dan fosfat oleh enzim fosfatase. Glukosa yang terjadi masuk ke dalam darah dan dibawa ke jaringan-jaringan. Glukosa-1-fosfat yang dihasilkan oleh pengurai glikogen dalam otot diubah menjadi glukosa-6-fosfat untuk digunakan lebih lanjut dalam proses glikolisis. Akan tetapi karena dalam sel otot tidak terdapat enzim fosfatase, maka glukosa-6-fosfat tidak dapat diubah menjadi glukosa.

3. Glukoneogenesis
Glukoneogenesis adalah proses pembentukan D-glukosa dari prekursor yang bukan karbohidrat. Karena prekursor yang digunakan bukan karbohidrat, maka sumber karbonnya adalah sejumlah prekursor glukogenik yang terutama berasal dari asam amino-L, laktat atau gliserol. Proses ini terjadi jika makanan yang dimakan tidak cukup mengandung D-glukosa yang dapat menyebabkan turunnya kadar glukosa darah. D-glukosa harus dibentuk karena senyawa ini penting untuk fungsi sebagian besar sel dan mutlak dibutuhkan oleh sistem syaraf dan eritrosit. Jalur metabolisme ini terjadi terutama di hati dan ginjal, tetapi glukoneogenesis secara fisiologis tidak berarti dalam otot karena otot tidak mempunyai enzim glukosa 6-fosfatase yang mengubah glukosa 6-fosfat menjadi glukosa untuk dilepaskan ke darah.
Asam laktat yang terjadi pada proses glikolisis dapat dibawa oleh darah ke hati. Di sini asam laktat diubah menjadi glukosa kembali melalui serangkaian reaksi dalam suatu proses yang disebut glukoneogenesis (pembentukan gula baru). Pada dasarnya glukoneogenesis ini adalah sistesis glukosa dari senyawa-senyawa bukan karbohidrat, misalnya asam laktat dan beberapa asam amino. Proses glukoneogenesis berlangsung terutama dalam hati. Walaupun proses glukoneogenesis ini adalah sintesis glukosa, namun bukan kebalikan dari proses glikolisis, karena ada tiga tahap reaksi dalam glikolisis yang tidak reversibel, artinya diperlukan enzim lain untuk reaksi kebalikannya.
1. Glukosa + ATP heksokinase glukosa-6-fosfat + ADP
2. Fruktosa-6-fosfat + ATP fosfofruktokinase fruktosa-1,6-difosfat + ADP
3. Fosfoenol piruvat + ADP piruvatkinase asam piruvat + ATP
Dengan adanya tiga tahap reaksi yang tidak reversible tersebut, maka proses gluconeogenesis berlangsung melalui tahap reaksi lain, yaitu:
1. Fosfoenolpiruvat dibentuk di asam piruvat melalui pembentukan asam oksalo asetat
a. Asam piruvat + CO2 + ATP + H2O asam oksalo asetat + ADP + fosfat + 2 H+
b. Oksalo asetat + guanosin trifosfat fosfoenol piruvat + guanosin difosfat + CO2
Reaksi a menggunakan katalis piruvatkarboksilase dan reaksi b menggunakan fosfoenolpiruvat karboksilase. Jumlah rekasi a dan b ialah :
Asam piruvat + ATP + GTP +H2O fosfoenolpiruvat + ADP + GTP + fosfat + 2 H+
2. Fruktosa-6-fosfat dibentuk dari fruktosa-1,6-difosfat dengan cara hidrolisis oleh enzim fruktosa-1,6-difosfatase
Fruktosa-1,6-difosfat + H2O fruktosa-6-fosfat + fosfat
3. Glukosa dibentuk dengan cara hidolisis glukosa-6-fosfat dengan katalis glukosa-6-fosfatase
Glukosa-6-fosfat + H2O glukosa + fosfat
Dalam proses glikolisis, asam laktat adalah hasil yang terakhir, untuk metabolism lebih lanjut, asam laktat harus diubah kembali menjadi asam piruvat terlebih dahulu. Demikian pula untuk proses gluconeogenesis.
Glukoneogenesis terjadi jika sumber energi dari karbohidrat tidak tersedia lagi. Maka tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Jika lemak juga tak tersedia, barulah memecah protein untuk energi yang sesungguhnya. Protein berperan pokok sebagai pembangun tubuh. Jadi bisa disimpulkan bahwa glukoneogenesis adalah proses pembentukan glukosa dari senyawa-senyawa non karbohidrat, bisa dari lipid maupun protein. Secara ringkas, jalur glukoneogenesis dari bahan lipid maupun protein dijelaskan sebagai berikut:
a. Lipid terpecah menjadi komponen penyusunnya yaitu asam lemak dan gliserol. Asam lemak dapat dioksidasi menjadi asetil KoA. Selanjutnya asetil KoA masuk dalam siklus Krebs. Sementara itu gliserol masuk dalam jalur glikolisis.
b. Untuk protein, asam-asam amino penyusunnya akan masuk ke dalam siklus Krebs.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. Anabolisme adalah proses sintesis molekul kompleks dari senyawa-senyawa kimia yang sederhana secara bertahap.
2. Glukoneogenesis adalah serangkaian reaksi dalam suatu proses untuk mengubah asam laktat menjadi glukosa kembali glukosa kembali.
3. Glikogenesis merupakan proses sintesis glikogen dari glukosa.
4. Glikogenolisis yaitu reaksi pemecahan molekul glikogen menjadi molekul-molekul glukosa.

3.2 Saran
Saran dari kami adalah tidak ada salahnya bagi mahasiswa Biologi untuk memahami reaksi-reaksi kimia pada tubuh, karena hal itu sangat berhubungan dengan bidang-bidang Biologi.

DAFTAR PUSTAKA

Cree, Laurie. 2005. Sains dalam Keperawatan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC
Murray RK, Granner DK, Mayes PA, Rodwell VW. 2003, Biokimia Harper, Edisi XXV, Penerjemah Hartono Andry, Jakarta: EGC
Poedjiadi, Anna. 2007. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: UI Press
Stryer L. 1996. Biokimia Edisi IV. Penerjemah: Sadikin dkk (Tim Penerjemah Bagian Biokimia FKUI). Jakarta: EGC
Supardan. 1989. Metabolisme Karbohidrat. Malang: Lab. Biokimia Universitas Brawijaya
Toha, Abdul, Hamid, H. 2001. Biokimia Metabolisme Biomolekul. Bandung: Alfabeta
Yazid, Eisten. 2006. Penuntun Praktikum Biokimia Untuk Mahasiswa Analis. Yogyakarta: CV Andi Offset

Categories: Materi-MateriQ | Tinggalkan komentar

KKL Purwodadi

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN

TAKSONOMI TUMBUHAN TINGGI

DI KEBUN RAYA PURWODADI

Dosen pembimbing:

Sulisetjono, M. Si

Ainin Ni’matil Laily, M. Si

Kelompok:

1. Mas Khoirud Darojat (10620012)

2. Sahla Silatur Rohmi (10620041)

3. Isrovievie Vinolia (10620063)

4.Farhan Alfiansyah (10620099)

5.Nurul Khotimah (10620068)

6. Zaimatul Khoiroh (10620072)

7. Fatimatuz Zahro’ (10620051)

8. Erika Diana Risanti (10620058)

9. Deni Hidayat Ahmadi (10620046)

Asisten Pembimbing : Nawafila Februyani

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

2012

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Tumbuhan yang ada di dunia sangat beraneka ragam, mulai dari tumbuhan yang tingkat rendah sampai tumbuhan tingkat tinggi yang mempunyai karakteristik yang beraneka ragam baik bentuk, struktur, morfologi dan anatominya. Berdasarkan keanekaragaman yang telah disebutkan diatas ada juga keanekaragaman seperti habitat, habitus, lama tumbuh, dan ukuran yang bervariasi maka manusia mengelompokkan dan memberi nama tumbuhan berdasarkan tujuannya.Pengelompokkan dan pengidentifikasian tumbuhan pada saat ini dikenal dengan taksonomi.

Taksonomi Tumbuhan Tinggi merupakan ilmu yang mempelajari tentang identifikasi, tatanama dan klasifikasi pada tumbuhan tingkat tinggi.Taksonomi penting untuk dipelajari karena dengan taksonomi lebih mudah untuk menyederhanakan obyek yang dihadapi dan juga lebih mudah untuk dipelajari dan dikaji oleh para peneliti.

Kegiatan kerja lapangan untuk matakuliah taksonomi tumbuhan tinggi sangat penting dilaksanakan,karna mata kuliyah ini tidak cukup hanya dengan teori didalam kelas tetapi sangat membutuhkan untuk langsung terjun kelapangan,melihat dan mengamati secara langsung tumbuhan yang sedang dipelajari.

Pengamatan tumbuhan di kebun raya purwodadi perlu dilaksanakan untuk mengenal lebih dalam tentang materi matakuliah taksonomi tumbuhan tinggi dan sebagai pelajar agar bisa mengetahui secara langsung tumbuhan yang sedang di pelajari.

B. TUJUAN

Mengetahui tata cara pembuatan, penyimpanan, dan pendataan koleksi herbarium di Kebun Raya.

Mengetahui keanekaragaman tumbuhan tingkat tinggi di Kebun Raya Mengadakan pengamatan terhadap spesies untuk mengetahui ciri khusus/karakteristik dari masing-masing spesies.

C. MANFAAT

1. Mengetahui tumbuhan-tumbuhan yang menjadi koleksi kebun raya purwodadi

2. Mengetahui perbedaan konservasi eksitu dan insitu

3. Mengetahui cara pembuatan herbarium

4. Dapat mengetahiu pemanfaatan tanaman sebagai bagian dari kebudayaan melalui etnobaotani

5. mengetahui karakteristik dari masing-masing spesies sehingga dapat mengkarakteristikannya

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Iklim khatulistiwa, juga dikenal sebagai iklim hutan hujan tropis, adalah sejenis iklim tropis yang tidak mengalami musim kering, yaitu semua 12 bulan dalam setahun mencatat nilai presipitasi minimal setidaknya 60 mm (2.36 inci). Iklim khatulistiwa bukan seperti musim panas dan dingin yang signifikan, sebaliknya bercuaca panas dan lembab sepanjang tahun dengan hujan lebat yang turun pada waktu sore hampir setiap hari. Panjang waktu siangnya hampir sama setiap hari, meskipun perbedaan suhu rata-rata antara siang dan malam jauh lebih signifikan dibandingkan perbedaan suhu rata-rata antara “musim panas” dan “musim dingin”.

Iklim khatulistiwa biasanya ditemukan di garis lintang antara lima derajat di Utara dan Selatan dari khatulistiwa yang didominasi oleh Zona Pertemuan Antartropika. Namun demikian, di tempat lain adanya juga mikroiklim tropis, apalagi bukan semua tempat di sepanjang kawasan khatulistiwa beriklim khatulistiwa (lihat juga zona kering khatulistiwa)

.

Hutan Hujan Tropis adalah suatu masyarakat kompleks merupakan tempat yang menyediakan pohon dari berbagai ukuran. Dalam buku ini istilah kanopi hutan digunakan sebagai suatu yang umum untuk menjelaskan masyarakat tumbuhan keseluruhan di atas bumi. Di dalam kanopi iklim micro berbeda dengan diluarnya; cahaya lebih sedikit, kelembaban sangat tinggi, dan temperatur lebih rendah. Banyak dari pohon yang lebih kecil berkembang dalam naungan pohon yang lebih besar di dalam iklim mikro inilah terjadi pertumbuhan. Di atas bentuk pohon dan dalam iklim mikro dari cakupan pertumbuhan kanopi dari berbagai jenis tumbuhan lain: pemanjat, epiphytes, mencekik, tanaman benalu, dan saprophytes.

Pohon dan kebanyakan dari tumbuhan lain berakar pada tanah dan menyerap unsur hara dan air. Daun-Daun yang gugur, Ranting, Cabang, dan bagian lain yang tersedia; makanan untuk sejumlah inang hewan invertebrata, yang penting seperti rayap, juga untuk jamur dan bakteri. Unsur hara dikembalikan ke tanah lewat pembusukan dari bagian yang jatuh dan dengan pencucian dari daun-daun oleh air hujan. Ini merupakan ciri hutan hujan tropis yang kebanyakan dari gudang unsur hara total ada dalam tumbuhan; secara relatif kecil di simpan dalam tanah.

Iklim khatulistiwa dilambangkan oleh Af menurut sistem klasifikasi iklim Köppen. Hutan hujan tropis merupakan tanaman alami di wilayah khatulistiwa.

Jenis tumbuhan penyusun hutan hujan tropis sangat beragam, dalam 1 ha bisa ditemui 100 spesies tumbuhan. Dari sekian banyak jenis yang ada baru sebagian kecil yang dikenali dan diketahui manfaatnya. Keanekaragaman ini tidak terjadi pada flora saja tetapi fauna penyusunnya juga beranekaragam. Ekosistem yang mempunyai keanekaragaman tinggi akan mempunyai stabilitas ekosistem yang mantap.Tumbuhan khas yang dijumpai adalah liana dan epifit. Liana adalah

tumbuhan yang menjalar di permukaan hutan, contoh: rotan. Epifit

adalah tumbuhan yang menempel pada batang-batang pohon, dan

tidak merugikan pohon tersebut, contoh: Anggrek, paku Sarang

Burung.

– Fauna: di daerah tudung yang cukup sinar matahari, pada siang hari

hidup hewan-hewan yang bersifat diurnal yaitu hewan yang aktif pada siang hari, didaerah bawah kanopi dan daerah dasar hidup hewan-

hewan yang bersifat nokfurnal yaitu hewan yang aktif pada malam

hari, misalnya: burung hantu, babi hutan,kucing hutan, macan tutul.

Hutan tropis memiliki tanaman yang khas, yang memiliki ciri-ciri tertentu, hamper semua yang berhabitat di daerah tropis memiliki batang yang tinggi, keras, dan akar yang mencekam dalam ke tanah,terdapat banyak tumbuhan dari family-famili yang berbeda yang berhabitat di daerah tropis, diantaranya: family moraceae, palmaceae, Spermathophyta, Musaceae, Pandanaceae, namun ada juga yang jenis tumbuhan yang bersifat epifit, epifit adalah semua tumbuh-tumbuhan yang menempel dan tumbuh di atas tanaman lain untuk mendapatkan sinar matahari dan air. Akan tetapi epifit bukanlah parasit. Epifit bahkan menyediakan tempat tumbuh bagi hewanhewan tertentu seperti semut-semut pohon dan memainkan peranan penting dalam ekosistem hutan. Sebagian besar tanaman ini (seperti lumut, ganggang, anggrek, dan paku-pakuan) tingkat hidupnya rendah dan bahkan lebih senang hidup di atas tumbuhtumbuhan lain daripada tumbuh sendiri.Tumbuhan yang bersifat epifit, kebanyakan di dominasi oleh tumbuhan dari jenis paku-pakuan,

(a) HUJAN TROPIS ::.

1. Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Hutan Hujan Tropis adalah suatu masyarakat kompleks merupakan tempat yang menyediakan pohon dari berbagai ukuran. Dalam buku ini istilah kanopi hutan digunakan sebagai suatu yang umum untuk menjelaskan masyarakat tumbuhan keseluruhan di atas bumi. Di dalam kanopi iklim micro berbeda dengan diluarnya; cahaya lebih sedikit, kelembaban sangat tinggi, dan temperatur lebih rendah. Banyak dari pohon yang lebih kecil berkembang dalam naungan pohon yang lebih besar di dalam iklim mikro inilah terjadi pertumbuhan. Di atas bentuk pohon dan dalam iklim mikro dari cakupan pertumbuhan kanopi dari berbagai jenis tumbuhan lain: pemanjat, epiphytes, mencekik, tanaman benalu, dan saprophytes.

Pohon dan kebanyakan dari tumbuhan lain berakar pada tanah dan menyerap unsur hara dan air. Daun-Daun yang gugur, Ranting, Cabang, dan bagian lain yang tersedia; makanan untuk sejumlah inang hewan invertebrata, yang penting seperti rayap, juga untuk jamur dan bakteri. Unsur hara dikembalikan ke tanah lewat pembusukan dari bagian yang jatuh dan dengan pencucian dari daun-daun oleh air hujan. Ini merupakan ciri hutan hujan tropis yang kebanyakan dari gudang unsur hara total ada dalam tumbuhan; secara relatif kecil di simpan dalam tanah.

Di dalam kanopi hutan, terutama di hutan dataran rendah, disana hidup binatang dengan cakupan luas, hewan veterbrata dan invertebrata, beberapa yang makan bagian tumbuhan, yang memakan hewan. Hubungan timbal balik kompleks ada antara tumbuhan dan binatang, sebagai contoh, dalam hubungan dengan penyerbukan bunga dan penyebaran biji. Beberapa tumbuhan, yang disebut myrmecophytes, menyediakan tempat perlindungan untuk semut di dalam organ yang dimodifikasi. Banyak tumbuhan, menghasilkan bahan-kimia yang berbisa bagi banyak serangga dan cara ini untuk perlindungan diri dari pemangsaan.

Keseluruhan masyarakat organik dan lingkungan phisik dan kimianya bersama-sama menyusun dasar ekosistem pada hutan hujan tropis. Jika bagian dari hutan menjadi rusak, tumbuhan (dan satwa) terbukanya gap, yang lain menyerbu dengan persaingan; ada suatu suksesi sekunder dari komunitas tumbuhan seral, hingga dengan cepat suatu masyarakat yang serupa menjadi asli seperti semula. Ini disebut “Klimaks”. Pada permukaan tanah terbuka, contohnya, terjadi pada 1963 oleh letusan Gunung Agong di Bali, suatu suksesi primer, atau prisere, terjadi juga hingga Klimaks.

2. Synusiae

Suatu synusia adalah suatu kelompok tumbuhan dari bentuk hidup yang serupa mengisi relung yang sama dan berperan serupa di dalam komunitas dimana bentuknya terpisah (Richards 1952); Ini merupakan suatu bentuk hidup komunitas terpisah.

Synusiae menyediakan suatu bahan untuk menganalisa masyarakat tumbuhan yang kompleks. Richards (1952) telah memperkenalkan suatu penggolongan yang praktis untuk synusiae hutan hujan tropis:

A. Tumbuhan Autotrophic (dengan butir hijau daun)

1. Tumbuhan Independent Mekanis

(a) pohon dan treelets;

( b) herba.

2. Tumbuhan Dependent Mekanis

(a) pemanjat;

( b) para pencekik;

( c) epiphytes ( termasuk semi-parasitic epiphytes).

1. Saprophytes.

2. Parasites.

3. Siklus Pertumbuhan Hutan

Pohon ada yang mati dan secepatnya mati disebabkan umur yang tua, biasanya dari ujung cabang memutar kembali kepada tajuk, sedemikian sehingga spesimen hampir mati tua (`overmature’ di dalam bahasa rimbawan) adalah ‘‘stagheaded”, dengan dahan lebat yang diarahkan oleh hilangnya anggota yang semakin langsing; lubang biasanya berongga pada tingkat ini. Gugur tajuk ke bawah adalah bagiannya, dan secepatnya batang dan musim gugur potongan dahan sisanya, sering menyurut oleh suatu hembusan keras badai yang diawali dengan angin. Alternatif batang terpisah sebagai kolom berdiri. Banyak pohon tidak pernah menjangkau tingkat lanjut seperti itu tetapi diserang mati oleh kilat atau turun satu demi satu atau di dalam kelompok pada kedewasaan utama mereka atau lebih awal. Rimbawan mencoba untuk memanen suatu pohon baik sebelum umur tua hampir matinya.

Kematian dari suatu pohon individu atau suatu kelompok menghasilkan suatu gap didalam kanopi hutan yang memungkinkan pohon lain tumbuh. Ini pada gilirannya menjangkau kedewasaan dan barangkali senescence; kemudian mati. Kanopi Hutan, secara terus menerus mengganti pohon tumbuh dan mati. Ini merupakan suatu kesatuan hidup dalam keadaan keseimbangan dinamis. Itu menyenangkan untuk diteliti pertumbuhan ini siklus kanopi ke dalam tiga fasa: tahap gap, membangun tahap, dan tahap dewasa ( cf. Watt 1947).

Tingkat dan pengaturan dari tahap ini berbeda dari hutan ke hutan, sebagian besar berbeda sebab faktor yang menyebabkan kematian. Di Hutan Hujan Dipterocarpaceae selalu hijau pada Malaya Tengah, suatu daerah dimana gap kecil merupakan hal yang biasa terjadi.

Jumlah materi tumbuhan baru memproduksi per unit area per unit waktu, yang dapat disebut netto produktivitas primer hutan, berbeda antara tiap tahapan. Tahap gap yang rendah, meningkat ke suatu maksimum di dalam tahap pertumbuhan, dan merosot sepanjang tahap dewasa ( cf. Watt 1947).

4. Stratifikasi

Hutan sering dianggap menjadi lapisan atau strata dan formasi hutan berbeda untuk mendapatkan jumlah strata berbeda & Strata ( Lapisan, atau tingkat) sering mudah dilihat dalam hutan atau pada suatu diagram profil, tetapi kadang tidak dapat.

Mungkin pemakaian umum istilah stratifikasi untuk mengacu pada lapisan total tingginya pohon, yang kadang-kadang diambil seperti lapisan tajuk pohon. Pandangan yang klasik lapisan pohon yang selalu hijau dataran rendah tropis hutan hujan adalah bahwa ada lima strata, A-E. Lapisan A merupakan lapisan paling tinggi pohon yang paling besar yang biasanya berdiri seperti terisola si atau kelompok yang muncul kepala dan bahu, di atas berlanjut lapisan B, kanopi yang utama. Di bawah B adalah suatu tingkat pohon lebih rendah, Lapisan C ditunjukan bergabung dalam B kecuali pada dua poin-poin dekat akhir. Lapisan D adalah berhutan treelets dan lapisan E forest-floor tumbuh-tumbuhan herba dan semaian bibit kecil. Bersama-Sama ini lima lapisan menjadi anggota synusiae dari tumbuhan autotrophic independent mekanis. Dihubungkan dengan Lapisan struktural ini, sering kasus yang di dalam strata yang lebih rendah tajuk pohon kebanyakan lebih tinggi dari lebar, dan sebaliknya.

Konsep struktural lapisan kelihatan hilang pada alam yang dinamis dari kanopi hutan hujan, kenyataannya yang tumbuh dalam ditambah sejak semula. Penambalan pada berbagai ukuran adalah tahap beragam siklum pertumbuhan hutan.

Lapisan bentuk tajuk berhubungan dengan pertumbuhan pohon. Pohon muda masih bertumbuh tingginya lingkar hampir selalu monopodial, dengan batang tunggal (ada beberapa perkecualian, sebagai contoh Alstonia), dan tajuk pada umumnya sempit dan jangkung. Pohon Dewasa kebanyakan jenis adalah sympodial, tanpa batang pusat tunggal, dan beberapa dahan melanjut untuk tumbuh menambah lebar tajuk setelah dewasa tingginya telah dicapai; paling pada umumnya, sympodial tajuk lebih luas dibanding mereka adalah dalam, terus meningkat sangat dengan meningkatnya umur pohon. Pohon lebih pendek belum dewasa dibanding yang tinggi. Lapisan bentuk tajuk begitu sangat diharapkan.

Pertumbuhan Tinggi kebanyakan jenis pohon menjadi sempurna ketika hanya antara sepertiga dan setengah mencapai lubang diameter akhir. Diikuti daun-daunan akan cenderung untuk dipusatkan berlapis-lapis di mana suatu jenis atau suatu kelompok jenis dari dewasa serupa tingginya mendominasi suatu posisi, sebagai contoh, di dalam hutan dipterocarp.

Lapisan struktural kadang-kadang kelihatan pada diagram profil atau di dalam hutan dan jumlah dan tingginya lapisan akan tergantung pada tahap atau mewakili tahap siklus pertumbuhan. Tiga lapisan pohon di dalam pohon hutan hujan tropis yang selalu hijau dataran rendah adalah suatu yang abstrak menyenangkan menghadirkan status yang umum bangunan dan tahap dewasa mempertimbangkan bersama-sama. Tetapi pengambilan data dari suatu area tanpa memperhatikan langkah-langkah yang phasic akan pada umumnya mengaburkan keberadaan lapisan, kecuali Hutan dengan sedikit jenis atau kelompok yang mendewasakan pada kemuliaan berbeda.

Penggunaan lain dari konsep stratifikasi pada ketinggian dimana jenis pohon tertentu atau bahkan keluarga-keluarga biasanya dewasa. Sebagai contoh, di Malaya muncul atau yang paling atas lak terdiri kebanyakan kelompok Dipterocarpaceae dan Leguminosae. Tentang Dipterocarpaceae, Dipterocarpus, Dryobalanops, dan Shorea menyediakan banyak yang muncul dan sebagai pembanding Hopea dan Vatica pohon yang kecil yang B dan C lapisan. Hanya sedikit dari 53 jenis Leguminosae Pohon didalam Malaya adalah umum seperti muncul, terutama jenis Dialium, Koompassia, dan Sindora ( Whitmore 1972d). Hutan hujan dataran rendah selalu hijau Dipterocarp pada umumnya puncak kanopi pada 45 m, dan umumnya pohon individu mencapai tinggi 60 m. Pohon paling tinggi dicatat adalah Kompassia Excelsa ( 80’72 m Malaya, 83’82 m. Sarawak; Gambar. 4.2, p. 54) dan Dryobalanops aromatica 67’1 m ( Foxworthy 1926). Timur Pilipina dipterocarps hanya di tempat penting dan kanopi lebih rendah, sebagai contoh, Vitex cofassus Pometia pinnata di dalam Hutan dataran rendah Bougainville pada umumnya 30- 35 m tinggi dengan muncul tersebar sampai 39 m ( Heyligers 1967).

Burseraceae dan Sapotaceae berlimpah-limpah pada lapisan kanopi utama di barat Malesia dan lapisan puncak kanopi di timur Malesia. Pada daerah yang luas ini tingkat umumnya dikatakan lapisan C atau lapisan pohon bawah berisi kebanyakan jenis dua famili pohon paling besar, Euphorbiaceae dan Rubiaceae, dan banyak Annonaceae, Lauraceae, dan Myristicaceae, di antara yang lain.

Pohon yang mencapai puncak kanopi terlihat ke atmospir eksternal, sangat trerisolasi, temperatur tinggi, dan pergerakan angin harus dipertimbangkan, dan harus yang sesuai diadaptasikan secara fisiologis. Di dalam kanopi microclimate sungguh berbeda, seperti telah digambarkan di pendahuluan pada bab ini dan dilanjutkan yang berikutnya. Mengikutinya mungkin salah satu yang dikenali dari dua kelompok yang berbeda jenis, menyesuaikan untuk diatur dua kondisi-kondisi ini; dan menarik seluruh jenis itu, atau bahkan seluruh familinya, memanfaatkan satu situasi atau yang lain. Jenis yang tumbuh dibawah naungan tetapi mencapai puncak dari kanopi pada tingkat dewasa dengan hidup di dua lingkungan sangat berbeda pada tahap berbeda dalam hidup, dan mungkin berubah secara fisiologis, meskipun demikian data eksperimen masih sebagian besar kekurangan.

5. Bentuk Pohon

Pohon adalah bentuk hidup yang utama pada hutan hujan. Bahkan tumbuhan bawah sebagian besar terdiri dari tambuhan berkayu bergentuk pohon berhutan; semak belukar yang terlihat jarang, meskipun demikian lapisan D sering dengan bebas disebut “lapisan semak belukar”

Tajuk

Aspek yang paling penting dari bentuk pohon untuk rimbawan yang disebut dalam bagian yang sebelumnya, adalah perbedaan antara konstruksi tajuk monopodial dan sympodial. Kebanyakan jenis berubah ke bentuk tajuk sympodial ketika mereka dewasa tetapi beberapa mempertahankan bentuk tajuk monopodial sepanjang seluruh hidup, sebagai contoh, semua Annonaceae dan Myristicaceae di hutan tropis timur jauh, ini umum terjadi di antara jenis pohon kecil berkembang di dalam kanopi. Rimbawan tertarik dengan volume kayu yang meningkat per area, dan pohon-pohon monopodial dengan karakteristik tajuk yang sempit, merupakan subyek yang lebih baik dalam penanaman dibandingkan jenis sympodial. Ini merupakan salah satu alasan mengapa conifer yang akan ditanam pada tropika basah yang memiliki daya tarik lebih untuk diperhatikan, khusunya Pinus spp tropis, dan Araucaria dan mengapa Shorea spp dari kelompok Dipterocarpaceae kayu Meranti Merah Terang dan jenis cepat tumbuh lainnya, jenis yang memerlukan cahaya, jenis kayu keras asli setempat, seperti Albizia falcata, Campnosperma, Endospernum dan Octomeles, memiliki perhatian yang terbatas.

Tajuk pohon memiliki konstruksi yang tepat. Faktor utama yang menentukan bentuk tajuk adalah pertumbuhan apical versus lateral, meristem radial simetrik versus bilateral simetrik, berselang–seling dan berirama versus pertumbuhan berlanjut dari tunas dan daun atau bunga. Kombinasi faktor-faktor ini hanya memberikan pembatasan jumlah total dari model yang mungkin dari konstruksi tajuk. Arsitektur pohon tidak berkorelasi baik dengan taksonomi, beberapa famili kaya akan model, contohnya Euphorbiaceae dan yang lain miskin, contohnya Myristicaceae.

Batang Pohon

Untuk mengamati bentuk batang pohon di atas lantai hutan selalu lebih kurang seperti tiang, sedikitnya sampai bagian yang paling rendah, dan ia merasakan seolah-olah di dalam suatu katedral beratap hijau. Sesungguhnya ada beberapa yang pada umumnya dapat dibandingkan dengan lilin yang kecil, dapat dilihat pada pohon yang di tebang dan kelebihannya harus dibuat ketika membuat tabel volume untuk tujuan kehutanan.

Banir.

Tinggi Banir, menyebar, bentuk permukaan dan ketebalan biasanya tetap di dalam suatu jenis dan oleh karena itu, seperti bentuk tajuk penunjang adalah penuntun untuk identifikasi hutan. Ada sedikit bukti yang ganjil untuk menilai kebenaran atau jika tidak menyangkut penyamarataan yang umum bahwa pohon dengan akar ketukan dalam tidak membentuk penunjang, dan sebaliknya.

Kulit Batang

Sesuatu kekeliruan umum bahwa semua atau sebagian pohon hutan memiliki kulit batang yang pucat, tipis dan licin. Ini jauh dari kenyataan, hutan hujan kaya dengan warna dan bayangan dari hitam (Dyospiros) sampai putih (Tristania), sampai warna coklat terang (Eugenia). Kecuali batang-batang pohon yang mengarah keluar iklim mikro hutan, seperti pohon yang dalam proses terisolasi dan pada pinggiran hutan, memiliki warna yang seragam yaitu abu-abu pucat. Sapihan dan tiang yang kecil memiliki kulit batang yang tipis dan lembut. Batang pohon dengan diameter di atas 0.9 m memperlihatkan suatu keaneka ragaman bentuk permukaan, secara kasar seperti bercelah, bersisik, atau “dippled”, dan beberapa licin. Setelah daun, karakteristik permukaan kulit batang dan penampilannya menjadi bantuan yang paling utama ke pengenalan jenis hutan dan mungkin punya arti untuk taksonomi. Beberapa famili homogen kulit batangnya dan yang lain menunjukkan pola gamut.

Bunga

Biasanya bunga berkembang berhubungan dengan batang (Cauliflory) atau cabang (ramiflory) bervariasi antara formasi hutan hujan tropis yang berbeda. Cauliflory adalah paling umum di hutan hujan tropis dataran rendah yang selalu hijau dan berkurang sehubungan dengan pertambahan tinggi tempat.

Akar

Suatu Pertumbuhan, memperbaharui minat akan sistem akar pohon hutan hujan tropis dengan pengembangan studi dalam produktivitas dan siklus hara.. Seperti kebanyakan kasus, kebanyakan akar ditengah hutan hujan ditemukan sampai pada 0.3 m atau kira-kira pada tanah. Banyak pohon yang sistem perakarannya dangkal dengan tidak menembus terlalu dalam semuanya. Beberapa, mungkin sedikit, mempunyai akar ketukan dalam, tetapi oleh karena; berhubungan dengan berbagai kesulitan dalam pelaksanaannya maka sistem perakaran sangat sedikit dipelajari. Nye dan Greenland (1960) sudah memberi perhatian pada peran penting akar secara relatif , beberapa menembus ke kedalaman tertentu untuk mengambil hara mineral dari pelapukan partikel batuan atau horizon alluvial, di samping peran mereka sebagi penstabil dan jangkar. Sesungguhnya sangat sukar untuk mengetahui akar mana yang sangat bagus dan merupakan ciri hidup mereka. Komponen ini kemudian biasanya diremehkan, meskipun demikian esuatu yang sangat substansial dalah menegtahui jumlah biomassa akar. Biomassa akar merupakan urutan kesepuluh dari total biomassa dari dua hutan yang dipelajari. Hal ini merupakan alasan yang dapat dipercaya menagapa akar terkonsentarsi di permukaan karena hara inorganik terbentuk di sana sebagai hasil dekomposisi sisa-sisa bagian tumbuhan yang jatuh dan hewan yang mati.

6. Epifit, pemanjat dan pencekik

Epifit dan pemanjat dibuat stratifikasi. Di dalam masing-masing synusia dua kelompok utama dapat dikenali, suatu photophytic atau kelompok yang memerlukan matahari , menyesuaikan diri secara morfologi maupun fisiologi dengan iklim mikro dari kanopi hutan, dan skiophytic atau kelompok yang memerlukan keteduhan, menyesuaikan diri dengan daerah yang lebih dingin, lebih gelap dan lebih lembab pada iklim mikro dari kanopi hutan, meskipun demikian perbdaan ini tidak pernah absolut.

Epifit

Epifit tajuk pohon seperti kebanyakan anggrek dan Ericaceae. Dalam hutan hujan tropika banyak tumbuh golongan epifit yang jumlahnya kurang lebih 10% dari pohon-pohon dalam hutan hujan (Richards, 1952). Epifit adalah semua tumbuh-tumbuhan yang menempel dan tumbuh di atas tanaman lain untuk mendapatkan sinar matahari dan air. Akan tetapi epifit bukanlah parasit. Epifit bahkan menyediakan tempat tumbuh bagi hewanhewan tertentu seperti semut-semut pohon dan memainkan peranan penting dalam ekosistem hutan. Sebagian besar tanaman ini (seperti lumut, ganggang, anggrek, dan paku-pakuan) tingkat hidupnya rendah dan bahkan lebih senang hidup di atas tumbuhtumbuhan lain daripada tumbuh sendiri.

Pemanjat

Banyak pemanjat yang menjangkau puncak kanopi mempunyai bentuk tajuk, dan sering juga ukuran, dari tajuk pohon. Pemanjat biasanya dengan bebas menggantung pada batang pohon, dan dapat berubah menjadi pemanjat berkayu besar. Mereka diwakili oleh banyak famili tumbuhan. Semua kecuali dua jenis dicurigai Gymnosperm Gnetum adalah pemanjat berkayu besar. Di antara pemanjat berkayu besar yang paling umum adalah Annonaceae. Palm yang menjadi pemanjat, rotan, adalah kelas penting lainnya dari pemanjat berkayu besar yang merupakan corak hutan hujan.

Pemanjat berkayu paling besar adalah photophytes dan tumbuh prolifically di dalam pembukaan hutan dan pinggiran hutan, menimbulkan dongeng yang populer rimba raya tebal yang tak dapat tembus. Mereka bertumbuh dalam gap dan tumbuh dengan tajuk pada pohon muda, maka akan ikut dengan bertumbuh tingginya penggantian kanopi. Mereka juga bertumbuh setelah operasi penebangan dan boleh membuktikan suatu rintangan serius kepada pertumbuhan suatu hutan

Pencekik

Para pencekik adalah tumbuhan yang memulai hidupnya sebagai epifit dan menurunkan akar ke tanah dan meningkat dalam jumlah dan ukuran dan bertahan di bawah tekanan dan akhirnya dapat membungkus pohon yang menjadi tuannya sehingga sering pohon itu kemudian mati. Contoh pencekik adalah Schefflera, Fagraea, Timonius, Spondias dan Wightia.

D. Herbarium

Herbarium adalah koleksi referensi suatu jenis tumbuhan yang dapat merepresentasikan morfologi tumbuhan yang meliputi batang, daun, bunga, dan buah. Pembuatan herbarium dapat dilakukan dalam keadaan kering maupun basah.Herbarium basah merupakan awetan dari suatu hasil eksplorasi yang sudah diidentifikasi dan ditanam bukan lagi di habitat aslinya. Sedangkan herbarium kering adalah awetan yang dibuat dengan cara pengeeringan, namun tetap terlihat cirri-ciri morfologinya sehingga masih bisa diamati dan dijadikan perbandingan pada saat determinasi selanjutnya.

Dalam botani, herbarium kadang-kadang dikenal dengan istilah herbar inggris – adalah koleksi spesimen tanaman diawetkan. Spesimen ini mungkin seluruh tanaman atau bagian tanaman: ini biasanya akan berada dalam bentuk kering, dipasang pada selembar kertas, tetapi tergantung pada materi juga dapat disimpan dalam alkohol atau pengawet lainnya. Istilah yang sama sering digunakan dalam mikologi untuk menggambarkan koleksi setara dengan jamur diawetkan, atau dikenal sebagai sebuah fungarium.Istilah ini juga dapat merujuk pada bangunan di mana spesimen disimpan, atau lembaga ilmiah yang tidak hanya menyimpan tetapi meneliti ini spesimen. Spesimen yang di herbarium sering digunakan sebagai bahan referensi dalam menggambarkan takson tanaman, beberapa spesimen mungkin jenis.Xylarium adalah spesimen herbarium yang mengkhususkan diri dalam kayu. Sebuah hortorium (seperti di Liberty Hyde Bailey Hortorium) adalah salah satu yang mengkhususkan diri dalam spesimen pengawetan dan pembudidayaan tanaman.

Langkah pembuatan herbarium di lapangan diawali dengan pemberian label, kemudian dibungkus koran dan dimasukkan plastik kedap udara, lalu ditambahkan alkohol 70%. Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan herbarium di laboratorium yang diawali dengan penggantian koran. Setelah itu dioven pada suhu 60 °C selama 2-7 hari, kemudian dimasukkan ke lemari pendingin -20 °C selama 1-2 minggu. Setelah itu baru disusun dalam kertas herbarium yang berukuran sekitar 30X40cm, pemberian label, dan disimpan dalam Ruang Koleksi Herbarium. Langkah ini kemudian diakhiri dengan identifikasi, yaitu pencocokan koleksi di Herbarium Nasional/internasional dan dibandingkan dengan spesimen tipe atau publikasi pertama, kemudian membuat referensi.

Pengawetan spesiemen

Untuk menjaga bentuk dan warna, tanaman dikumpulkan di lapangan tersebar rata pada lembar kertas dan dikeringkan, biasanya dalam menekan tanaman, antara tinta atau kertas penyerap. Spesimen, yang selanjutnya dipasang pada lembaran kertas putih kaku, diberi label dengan semua data penting, seperti tanggal dan tempat ditemukan, deskripsi tanaman, ketinggian, dan kondisi habitat khusus. Lembar ini kemudian ditempatkan dalam kasus pelindung. Sebagai pencegahan terhadap serangan serangga, tanaman ditekan dibekukan atau diracun dan kasusnya didesinfeksi.Kelompok-kelompok tertentu tanaman yang lembut, besar, atau tidak bisa menerima pengeringan dan pemasangan pada lembaran. Untuk tanaman ini, metode lain untuk persiapan dan penyimpanan dapat digunakan. Sebagai contoh, kerucut konifer dan daun palem dapat disimpan dalam kotak berlabel. Perwakilan bunga atau buah-buahan dapat diawetkan dalam formalin untuk mengawetkan struktur tiga dimensi mereka. Spesimen kecil, seperti lumut dan lumut lichen, sering dikeringkan dan dikemas dalam amplop kertas kecil.Tidak peduli metode pelestarian, informasi rinci di mana dan kapan tanaman itu dikumpulkan, habitat, warna (karena mungkin memudar dari waktu ke waktu), dan nama kolektor biasanya disertakan.

Penggunaan

Herbarium sangat penting untuk studi taksonomi tanaman, studi tentang distribusi geografis, dan stabilisasi nomenklatur. Oleh karena itu diinginkan untuk menyertakan dalam spesimen sebanyak mungkin tanaman (misalnya, bunga, batang, daun, biji, dan buah). Linnaeus Herbarium ‘sekarang menjadi milik Linnean Society di Inggris.Spesimen disimpan di herbarium dapat digunakan untuk katalog atau mengidentifikasi flora daerah. Sebuah koleksi besar dari area tunggal digunakan dalam menulis panduan lapangan atau manual untuk membantu dalam identifikasi tanaman yang tumbuh di sana. Dengan spesimen yang tersedia, penulis panduan ini akan lebih memahami variabilitas dalam bentuk tanaman dan distribusi alam dimana tanaman tumbuh.Herbarium juga melestarikan catatan sejarah perubahan vegetasi dari waktu ke waktu. Dalam beberapa kasus, tanaman menjadi punah di satu wilayah, atau mungkin menjadi punah sama sekali. Dalam kasus tersebut, spesimen yang diawetkan di herbarium yang dapat mewakili catatan hanya distribusi asli pabrik. Lingkungan ilmuwan menggunakan data tersebut untuk melacak perubahan iklim dan dampak manusia.

Banyak jenis ilmuwan menggunakan herbarium untuk mengawetkan spesimen voucher; sampel representatif dari tanaman yang digunakan dalam studi tertentu untuk menunjukkan secara tepat sumber data mereka.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. WAKTU DAN TEMPAT

Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dalam mengamati tumbuhan dataran rendah dan herbarium ini dilaksanakan pada pukul 08.00-12.30 WIB, tepatnya pada hari minggu tanggal 8 april 2012. Dan kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini bertempat di Kebun Raya lipi Purwodadi, pasuruan, Jawa Timur, Indonesia.

B. Alat dan Bahan

1. Alat tulis

2. Papan dada

3. Tas

4. Buku tulis

5. Kertas

6. Buku panduan

C. Cara kerja

1. Disiapkan alat tulis yang akan dibutuhkan dalam KKl

2. Disiapkan tas

3. Disiapkan buku tulis dan kertas yang akan diperlukan dalam KKl

4. Kemudian siapkan papan dada untuk membantu menulis saat pengamatan

5. Dan disiapkan buku panduan saat pengamatan berlangsung

6. Setelah itu diamati spesies yang ada di kebun raya

7. Kemudian dicatat nama family dan spesies dengan buku tulis dan alat tulis yang telah disediakan

8. Kemudian dicocokkan pada buku panduan dari hasil pengamatan yang telah dilakukan

9. Setelah itu diamati herbarium di kantor kebun raya lantai 3

10. Kemudian dicatat spesies serta langkah-langkah pembuatan herbarium basah dan kering

11. Dan kemudian dicocokkan pada buku panduan nama spesies yang dibuat herbarium basah maupun kering

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.Sejarah Kebun Raya Purwodadi

Didirikan pada tanggal 30 Januari 1941 oleh Dr. L.G.M. Baas Becking. Kebun ini merupakan salah satu dari 3 cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi spesifik. Kedua cabang lainnya adalah Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Pengelolaan seluruh Kebun Raya ini berada di bawah tanggung jawab LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Mula-mula kebun ini dipergunakan untuk kegiatan penelitian tanaman perkebunan. Kemudian pada tahun 1954 mulai diterapkan dasar-dasar per-kebunraya-an yaitu dengan dimulainya pembuatan petak-petak tanaman koleksi. Sejak tahun 1980 sebagian tanaman ditata kembali menurut kelompok suku yang menganut klasifikasi sistem Engler dan Pranti. Dalam perkembangannya diharapkan UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi akan menjadi pusat konservasi dan penelitihan tumbuhan iklim kering di daerah tropis.

Kebun ini merupakan salah satu dari 3 cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi spesifik. Kedua cabang lainnya adalab Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor). Kebun Raya Indonesia merupakan Unit Pelaksana ( Kebun Raya Bogor ), Kebun Raya Indonesia merupakan Unit Pelaksana Teknis yang bernaung dibawah dan bertanggung jawab kepada Deputi Ketua LIPI Bidang IPA. Yang pembinan sehari-hari dilakukan oleh Kepala Pusaat Penelitian dan Pengembangan ( Pulitbang Biologi ). Pengelolahan seluruh Kebun Raya ini berada dibawah tanggung jawab LIPI ( Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia ).

Lokasi Kebun Raya ini terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan Lokasi ini terletak di tepi jalan besar yang menghubungkan 3 kota, yaitu Malang, Surabaya, dan Pasuruan. Jarak dari kota Malang adalah 24 km ke arah utara, dan dari kota Pasuruan 30 km ke arah barat daya dan dari kota Surabaya 65 km ke arah selatan. Luas Kebun Raya Purwodadi sakitar 85 ha, pada ketinggian 300m dpl dengan topografi datar sampai bergelombang. Curah hujan rata–rata per tahun 2366 mm dengan bulan basah antara bulan November dan Maret dengan suhu berkisar antara 22º -32oC.

B. Koleksi Herbarium

Karakteristik utama dari kebun raya adalah koleksi tanaman dan dokumentasinya serta adanya koleksi penunjang seperti koleksi biji dan herbarium. Koleksi biji bertanggungjawab untuk pengelolaan material biji koleksi kebun. Sedangkan herbarium bertugas menyimpan spesimen tanaman koleksi untuk tujuan identifikasi. Kebun Raya Purwodadi memiliki luas kawasan 85 ha, dengan koleksi 174 suku, 908 marga dan 1,896 jenis. Sementara kondisi koleksi biji tercatat 63 suku, 246 marga dan 373 jenis yang disimpan di bank biji dan 101 suku, 387 marga dan 647 jenis disimpan di museum biji. Demikian pula dengan kondisi herbarium tercatat 128 suku, 690 marga dan 993 jenis, berupa herbarium kering 1140 spesimen dan herbarium basah 340 spesimen. Material biji dan spesimen herbarium yang disimpan dalam koleksi penunjang memiliki karakteristik yang spesifik dan unik. Salah satu koleksi yang menarik dan memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan manusia adalah suku Arecaceae dengan keragaman jenis yang tinggi di Indonesia. Koleksi Arecaceae di Kebun Raya Purwodadi tercatat 358 spesimen (individu tanaman), 54 marga, 93 jenis dengan 16 marga masih belum teridentifikasi tingkat jenis. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui dan menginformasikan koleksi biji Arecaceae beserta spesimen herbarium Arecaceae yang dimiliki di Kebun Raya Purwodadi. Hasilnya menunjukkan bahwa 93 jenis tanaman kebun dari suku Arecaceae yang dikoleksi hanya 88 jenis yang telah diamati fenologi. Dimana 52 jenis yang tersimpan di koleksi biji dan 18 jenis yang tersimpan di herbarium.

Sampai dengan januari 2000, herbarium yang telah dikumpulkan sebanyak 199 suku, 669 marga, 1016 jenis, dan 3531 sheet, Koleksi herbarium disimpan di ruang tersendiri dan dapat dimanfaatkan untuk umum guna keperluan penelitian. Biji dari tanaman koleksi dikumpulkan dan ditempatkan dalam bank biji. Tersedia indeks seminum yang berisikan daftar koleks biji Kebun Raya Purwodadi. Tercatat ada 80 suku, 295 marga, 462 jenis. Pelayanan pertukaran biji antar instansi atau pribadi bisa dilakukan melalui Kebun Raya Bogor.

ALAT DAN BAHAN DALAM PEMBUATAN HERBARIUM

* Gunting Tanaman

* Pisau

* Garpu Tanah (jawa: cethok)

* Kantung Plastik bermacam ukuran

* Buku Kecil untuk catatan

* Label

* Etiket Gantung

* Pensil

* Spidol

* Kaca Pembesar

* Altimeter

* Kertas Herbarium ukuran 29cm X 43cm

* Pengepres (sasah)

* Kertas Koran

* Formaldehid 4%

* Etil Alcohol 70%

* Sublimat

* Asam Cuka

* Kupri Sulfat

* Akuades

CARA PEMBUATAN KOLEKSI

Cara mengoleksi tumbuhan-tumbuhan yang memiliki perawakan kecil seperti herba atau semak dapat dikoleksi secara menyeluh. Sedangkan cara mengoleksi pohon-pohon yang tinggi, liana dan epifit yakni dengan mengumpulkan apa saja yang dimiliki oleh tanaman tersebut yang diseleksi tanpa merusak tanaman tersebut. Pada pembuatan koleksi, idealnya harus berisi semua bagian tanaman, seperti akar, batang, daun, buah, biji, dsb.

Dalam pengumpulan tumbuhan dilapangan harus memperhatikan hal-hal berikut:

· Tumbuhan yang akan dibuat herbarium diusahakan memiliki bagian yang lengkap, dicari yang sedang berbunga atau yang sedang berbuah.

· Kumpulkan tanaman dari lapangan, letakkan dalam vaskulum, kemudian masukkan diantara kertas Koran.

· Tumbuhan diberi etiket gantung dan diberi nomor urut, nama singkatan kolektor, dan tanggal pengambilan.

· Data-data lain dari tumbuhhan tersebut dicatat dalam buku koleksi, seperti tempat tumbuh, tinggi tempat, keadaan lingkungan, warna, bau, bagian-bagian dalam tumbuhan, populasi, dll.

Pengeringan dan Pengawetan

Pengeringan dan pengawetan bertujuan untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh serangga. Pengeringan spesimen dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: pemanasan oven, pengeringan lampu, pengeringan sinar matahari atau pemberian bahan kimia.

Pengawetan

a) Di lapangan

1. Menggunakan Formaldehid 8%

Ambil botol plastik polietena yang mempunyai ukuran 2,5 l; timbang 250 gr paraformaldehid, tambah 2 sdt heksamin, masukkan dalam botol plastik; tambah air mendidih sampai botol penuh; kemudian biarkan larutan itu selama semalam hingga menjadi formaldehid 8%.

2. Menggunakan Etil Alkohol 75%

b) Di tempat penyimpanan

Insektisida yang digunakan:

· Kontak: gas sianida, paradichlorobenzena (PBD), dan karbon sulfide

· Digestive: garam merkuri dan merkuri klorida

c) Herbarium Kering

· Bahan yang sudah dikeringkan, dicelupkan pada larutan campuran dari 1000cc Alkohol dengan 40gr sublimat, hingga basah seluruhnya.

· Kemudian keringkan sampai benar-benar kering.

d) Herbarium Basah

· Tumbuhan dicuci hingga bersih, kemudian dimasukkan ke dalam bahan yang terdiri atas campuran 1000cc akuades, 25cc formalin, 1cc asam cuka, dan 15cc merkuri sulfat.

· Beri label.

Buku catatan di lapangan digunakan untuk mengisi label yang akan disertakan pada spesimen herbarium, meliputi:

1. Nomor koleksi

2. Nomor spesimen

3. Suku

4. Lokasi

5. Ketinggian

6. Tanggal

7. Habitat, meliputi: topografi, tanah, air, dan tipe vegetasi.

8. Nama daerah

SPESIMEN

Spesimen herbarium ditempatkan pada tempat penyimpanan spesimen berupa almari atau rak herbarium dari besi. Penempatan spesimen harus sesuai dengan abjad suku dan menurut klasifikasi yang ada. Klasifikasi itu diantaranya menurut Bessey, Bentham, Hooker atau ahli lain.

KOLEKSI KHUSUS

Selain koleksi umum, herbarium juga mempunyai koleksi khusus yaitu seperti koleksi tipe, koleksi sinoptik, untuk pengajaran identifikasi, koleksi sejarah, dan koleksi hadiah atau koleksi pinjaman.

CARA KOLEKSI TUMBUHAN PALMAE

Kesulitan yang dihadapi dalam pembuatan koleksi tumbuhan Palmae:

1. Ukurannya besar, jadi tidak bisa dikoleksi secara utuh, hanya jenis Palmae

ukuran kecil yang bias dikoleksi secara utuh.

2. Memerlukan jangka waktu yang lama, karena termasuk tumbuhan yang proses reproduksinya memakan waktu yang panjang.

3. Ada beberapa yang berumah dua, jadi untuk membuat koleksi yang utuh harus ada tumbuhan jantan dan betina.

4. Kadang memerlukan perijinan, jika Palmae yang akan dibuat koleksi tersebut mempunyai nilai ekonomis atau nilai budaya, maka perlu membuat perijinan, atau bahkan pembayaran pada pihak-pihak tertentu.

5. Pemotretan, hal ini perlu dilakukan jika waktu yang dimiliki tidak terlalu panjang alias singkat.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemotretan, antara lain:

* Soliter atau kluster

* Bunga tegak atau menggantung

* Bersihkan vegetasi sekitar

* Untuk tumbuhan berumah dua perlu diambil yang jantan dan betina

* Perlu gambar-gambar dengan kualitas baik (mahkota bunga, permukaan batang, dll)

Bagian-bagian yang akan dijadikan herbarium (koleksi):

a)Daun menyirip: ujung daun, rakhis, dan jarak rakhis dicatat.

b)Daun Palma atau Costopalma keseluruhan daun yang berbentuk kipas; kecil (seluruhnya), besar (separuhnya dapat dibuang).

c)Batang; jika tidak terlalu besar maka cukup separuh batang tua, jika besar perlu dibuat potongan melintang (perhatikan ada tidaknya duri atau bekas menempelnya daun, dsb)

d)Bunga; karena bunga jantan mudah luruh maka perlu dimasukkan ke dalam amplop, bunga yang masih menempel perlu diawetkan.

e)Rangkaian bunga; aksis rangkaian bunga masih utuh, bunga masih utuh dengan cabang lateral.

f)Braktea; perlu dikoleksi secara utuh.

g)Buah dan biji; sebagian di buat koleksi basah, sebagian lagi koleksi kering.

h)Kecambah; dibuat koleksi satu seri stadium perkembangan.

CARA KOLEKSI TANAMAN PISANG

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Catat data-data lingkungan (ketinggian tempat, struktur tanah, dll)

2. Batang semu, meliputi: warna, lapisan lilin, tinggi dan diameter.

3. Daun, meliputi: tegak/menyebar, panjang/lebar, warna, lapisan lilin pada tangkai daun, dan tepi tangkai daun.

4. Tandan buah, meliputi: tegak/menggantung, jarak sisir yang satu dengan yang lain, serta jumlahnya.

5. Buah, meliputi: melengkung ke atas atau melengkung ke bawah, panjang, diameter, warna sebelum dan sesudah masak.

6. Rakhis, merupakan batang dari tandan buah di bagian terminal memanjang sesudah buah-buah terbentuk.

7. Jantung pisang, meliputi: bentuk dan warna.

8. Braktea, meliputi: posisi dan warna permukaan.

9. Bunga

10.Foto tumbuhan keseluruhan.

CARA KOLEKSI TUMBUHAN PAKU

1) Ambil tumbuhan fertile.

Bila kecil ambil seluruhnya, bila besar ambil tangkai bagian basal tumbuhan (termasuk batang, tempat melekatnya dan bagian ujung); lamina (bagian bawah, tengah, ujung); sisik dari tangkai ental yang mudah lepas perlu dijaga.

2) Apabila spora yang dihasilkan oleh ental berbeda, maka ental fertile dan steril perlu diambil.

3) Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1.Batang/rimpang: ukuran, bentuk, permukaan, susunan berkas pengangkut.

2.Tangkai: susunan berkas pengangkut dan permukaan.

3. Ental: bentuk keseluruhan, tepi dan vena, sori, letak, bentuk dan susunan.

CARA MEMBUAT HERBARIUM TANAMAN AIR

Diapungkan dalam air.

Tempelkan kertas karton manila putih yang dialasi lempeng alumunium berlubang.

Diatur pada air dan biarkan air mengalir perlahan.

Angkat dari air dan tiriskan agar air berkurang.

Tutup dengan kain belacu putih dengan ukuran sama.

PENGGUNAAN SPESIMEN

Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan specimen:

a. Selalu dalam keadaan rata atau datar.

b.Pengambilan herbarium dengan menggunakan kedua tangan, diberi alas karton.

c.Pengambilan sampel secukupnya.

d.Penyimpanan khusus di rak atau lemari.

e.Jangan sampai tertindih dengan barang lain.

f. Jika terdapat bagian specimen yang terlepas, letakkan pada amplop dan sertakan kembali pada tempat spesimen.

g.Perbaiki spesimen yang rusak, tentunya ditempat yang lain.

h.Dilarang mencorat-coret herbarium.

C. Koleksi Tanaman di Kebun Raya Purwodadi

1.Rubiaceae

Klasifikasi

Subdivisi Angiospermae

Klas Dicotyledonae

Subklas Sympetalae

Ordo Rubiales

Famili Rubiaceae

Deskripsi.

Pohon perdu atau herba, kadang-kadang memanjat, dengan daun yang biasanya bersilang berhadapan atau kadang-kadang berkarang. Daun kebanyakan bertepi rata. Daun penumpu terletak antara tangkai daun, berlekatan berpasangan, kadang-kadang terbagi dalam taju. Bunga di ketiak atau terminal, kadang-kadang tunggal, kebanyakan dalam berbagai bentuk karangan bunga beraturan, kebanyakan berkelamin 2, kelopak dan mahkota berdaun lekat. Benang sari sama banyak dengan taju mahkota dan berseling dengannya, tertancap pada tabung atau leher mahkota. Kepala sari beruang. Bakal buah seluruhnya atau sebaian terbesar tenggelam, beruang sampai banyak. Tangkai putik 1. Buah sangat bermacam-macam : buah kotak, buah buni, buah batu atau pecah dalam kendaga. Biji 1 hingga banyak tiap ruang.

rendah, Urophyllum tumbuh di hutan dataran rendah dan hutan hujan pegunungan. Di daerah pantropical terdapat genus Psychtria tumbuh di dataran rendah dan hutan hujan dataran rendah dan Uncaria tumbuh di hutan primer dataran rendah, dan hutan hujan sekunder, Cinchona legeriana, Cinchona succirubra, Cinchona officinalis tersebar di daerah India Selatan.

Morinda citrifolia L

Genus ini memiliki habitus perdu atau pohon yang bengkok dengan tinggi 3 – 8 meter. Buahnya dimakan sebagai sayur dan obat. Contoh :Morinda citrifolia (mengkudu).

Klasifikasi

Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas Asteridae

Ordo Rubiales

Famili Rubiaceae

Genus Morinda

Spesies Morinda citrifolia L.

Deskripsi

Habitat

Tumbuh liar di tepi pantai dan ditanam di seluruh Nusantara. Tumbuhan ini dapat tumbuh pada lahan dengan ketinggian 1-1500 m dpl.

Pohon

Pohon mengkudu tidak begitu besar, tingginya antara 4-6 m. batang bengkok-bengkok, berdahan kaku, kasar, dan memiliki akar tunggang yang tertancap dalam. Kulit batang cokelat keabu-abuan atau cokelat kekuning-kuniangan, berbelah dangkal, tidak berbulu,anak cabangnya bersegai empat. Tajuknya selalu hijau sepanjang tahun. Kayu mengkudu mudah sekali dibelah setelah dikeringkan. Bisa digunakan untuk penopang tanaman lada. Pohon mengkudu sangat potensial untuk dibudidayakan, karena sifat pohon tersebut yang mudah tumbuh dan tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang tinggi. Pohon mengkudu dapat hidup di dataran rendah hingga dataran tinggi yaitu antara 500 – 1.500 meter dpl. Mengkudu termasuk dalam golongan pohon kopi, soka, kaca piring dan dapat mencapai ketinggian antara 15-30 kaki. (Farida, 2008: 5)

Daun

Berdaun tebal mengkilap. Daun mengkudu terletak berhadap-hadapan. Ukuran daun besar-besar, tebal, dan tunggal. Bentuknya jorong-lanset, berukuran 15-50 x 5-17 cm. tepi daun rata, ujung lancip pendek. Pangkal daun berbentuk pasak. Urat daun menyirip. Warna hijau mengkilap, tidak berbulu. Pangkal daun pendek, berukuran 0,5-2,5 cm. ukuran daun penumpu bervariasi, berbentuk segi tiga lebar. Daun mengkudu dapat dimakan sebagai sayuran. Nilai gizi tinggi karena banyak mengandung vitamin A.

Bunga

Perbungaan mengkudu bertipe bonggol bulat, bergagang 1-4 cm. Bunga tumbuh di ketiak daun penumpu yang berhadapan dengan daun yang tumbuh normal. Bunganya berkelamin dua. Mahkota bunga putih, berbentuk corong, panjangnya bisa mencapai 1,5 cm. Benang sari tertancap di mulut mahkota. Kepala putik berputing dua. Bunga itu mekar dari kelopak berbentuk seperti tandan. Bunganya putih, harum.

Buah

Kelopak bunga tumbuh menjadi buah bulat lonjong sebesar telur ayam bahkan ada yang berdiameter 7,5-10 cm. Permukaan buah seperti terbagi dalam sel-sel poligonal (segi banyak) yang berbintik-bintik dan berkutil. Mula-mula buah berwarna hijau, menjelang masak menjadi putih kekuningan. Setelah matang, warnanya putih transparan dan lunak. Daging buah tersusun dari buah-buah batu berbentuk piramida, berwarna cokelat merah. Setelah lunak, daging buah mengkudu banyak mengandung air yang aromanya seperti keju busuk. Bau itu timbul karena pencampuran antara asam kaprik dan asam kaproat (senyawa lipid atau lemak yang gugusan molekulnya mudah menguap, menjadi bersifat seperti minyak atsiri) yang berbau tengik dan asam kaprilat yang rasanya tidak enak. Diduga kedua senyawa ini bersifat aktif sebagai antibiotik. Apabila buahnya sudah masak berbentuk poligon seperti bentuk kentang. Dalam satu buah banyak terdapat biji. Dalam satu buah dapat mengandung lebih dari 300 biji. Bentuk biji pipih lonjong, berwarna hitam kecoklatan, kulit biji tidak teratur/tidak rata.

Jenis_Jenis Mengkudu

Ada 80 jenis tanaman mengkudu. Menurut HB Guppy, ilmuwan asal Inggris yang mempelajari mengkudu di awal tahun 1990, sekitar 60% dari 80 spesies tanaman mengkudu atau sekitar 48 jenis tersebar di berbagai pulau besar dan kecil, di antaranya berada di Indonesia, Malaysia, Samudera Hindia dan Pasifik. Hanya sekitar 20 spesies Morinda yang mempunyai nilai ekonomis, antara lain:

1. Morinda bracteata

2. Morinda officinalis,

3. Morinda fructus,

4. Morinda tinctoria,

5. Morinda citrifolia (mengkudu besar atau mengkudu laut).Morinda citrifolia adalah jenis yang paling populer, sehingga sering disebut sebagai “Queen of The Morinda”. Morinda citrifolia Linn, yang tumbuh tinggi sehingga 8 meter, menghasilkan buah yang dapat dimakan apabila masak. Khasiatnya untuk membersihkan darah serta mengatasi penyakit kencing manis. Juga dapat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Daunnya yang besar dan lebar dilayukan (di panggang dengan api) dan kemudian diolesi minyak dan ditempelkan pada dada dan perut untuk mengobati demam dan sakit perut.

6. Morinda elliptica Ridl yang lebih dikenal sebagai mengkudu hutan atau mengkudu kecil. Morinda elliptica Ridl mengeluarkan daun yang lebih kecil dan lebih tirus di bagian ujung dibandingkan dengan daunMorinda citrifolia Linn. Buahnya juga jauh lebih kecil dan kering. Pucuk mengkudu Morinda elliptica Ridl enak dimakan sebagai lalapan untuk menambah selera serta mengobati diare, penyakit menahun dan sakit kepala, terutama pada penyakit demam. Ia juga merupakan salah satu cara tradisional yang digunakan orang untuk merawat demam malaria., wasir. Cara mengobatinya yaitu dengan memilih daun yang tua kemudian ditumbuk hingga halus sebelum di usapkan pada dubur.

7. Morinda umbellata Linn atau mengkudu akar. Morinda umbellataLinn merupakan sejenis pokok mengkudu yang tumbuh secara menjalar dan mengeluarkan buah berwarna jingga dan berbunga dibagian ujungnya. Akar dan daunnya digunakan dalam perubatan tradisional untuk mengobati penyakit kulit. Akarnya kemudian disapu pada bagian kulit yang berbintik-bintik, berpeluh atau ditumbuhi ruam. Daunnya pula direbus dan diminum sebagai obat cacing.

Mengkudu yang tersebar di Indonesia antara lain:

1) Mengkudu tanah merah,

2) Mengkudu padang (Morinda tinctoria Roxb.).

3) Mengkudu tanah putih atau mengkudu Maluku, yang berasal dari Pulau Butung

4) Mengkudu Bogor, yang dikenal sebagai “ratu”nya Morinda, karena kemampuannya menyebar ke seluruh penjuru dunia melalui bijinya, tanpa perlu bantuan manusia.

Mengkudu merupakan sejenis tumbuhan yang biasa di jumpai dikawasantropika. Mengkudu, secara bentuk dapat dikategorikan kepada dua jenis yang biasa dilihat yaitu mengkudu kecil dan mengkudu besar. Dan dapat dikategorikan kepada berbiji dan tidak berbiji tetapi mengkudu yang tidak berbiji agak sukar ditemui.

Manfaat

Mengkudu dimanfaatkan masyarakat dari akar sampai buahnya. Kulit akarnya dimanfaatkan untuk mewarnai benang, kain tenun dan batik. Masyarakat di pulau Jawa mengkonsumsi buah mengkudu yang tua atau mengkal matang untuk dibuat rujak, sedangkan buah mengkudu yang matang digunakan untuk membersihkan karat logam, mencuci rambut (sampoo) dan menghilangkan ketombe. Daun yang masih muda digunakan untuk membungkus pindang ikan, menyembuhkan sakit pegal linu, sakit perut, dan menurunkan tekanan darah tinggi. Bunganya digunakan untuk mengobati radang selaput mata, kudis, bisul, sakit kerongkongan dan batuk, sedangkan kulit pohon dipakai untuk mengobati bisul, sakit perut dan luka.

Penyebaran

Mengkudu berasal dari daratan Asia Tenggara dan menyebar sampai China, India, dan Filipina. Mengkudu pertama kali dibawa bangsa Polinesia pada tahun 100 SM. Mereka berpindah ke pulau Hawai dengan membawa berbagai tanaman dan hewan. Salah satu tanaman tersebut adalah mengkudu. Di Hawai mereka menyebutnya Hawai Magic Plant dan masyarakat bangsa “Barat” menyebut mengkudu(Morinda Citrifolia) dengan sebutan Queen Of The Morinda. Mengkudu dapat tumbuh mudah dimana saja, mengkudu tumbuh diberbagai tempat lewat bijinya yang tercecer ditanah dan pertumbuhannya sangat cepat sehingga buah yang dihasilkan sangat banyak.

2.Moreaceae

Pohon tanaman memanjat atau perdu, sangat kerap dengan getah.daun duduknya sangat berlain-lainan, tunggal, daun penumpu rontol atau tidak roktok,kalau rontok meninggalkan bekas yang jelas atau bersatu.bunga tersusun dengan bermacam cara, kadang-kadang dalam bulir rapat, kerap kali pada dinding bagian dalam dari dasar bunga utama yang berdaging. Buah bentuk bola atau peer yang terbuka pada ujung. Bunga berkelamin satu, berumah 1 atau 2, bunga jantan, daun tenda bunga 4, lepas atau melekat,kerap kali rontok dan membesar setelah mekar, bakal buah membesar atau tenggelam, beruang 1, bakal biji 1,tangkai putik 1-2. Buah buni, serupa buah batu atau serupa dengan batu berdinding lunak, kadang-kadang terkumpul menjadi buah majemuk atau buah semu (Steenis, 1978).

Ficus carica L (buah tin)

Klasifikasi

Kingdom Plantae

Subkingdom Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi Spermatophyta (menghasilkan biji)

Divisi Magnoliophyta (tumbuhan bunga)

Kelas Magnoliopsida (dikotil)

Sub Kelas Dilleniidae

Ordo Urticales

Famili Moraceae

Genus Ficus

Spesies Ficus carica

Habitus berupa pohon, besar dan dapat tumbuh hingga 10m dengan batang lunak berwarna abu-abu. Daunnya cukup besar dan berlekuk dalam, 3 atau 5 cuping.

Bunga tin tidak tampak karena terlindung oleh dasar bunga yang menutup sehingga dikira buah. Penyerbukan dilakukan oleh sejenis tawon khusus, sama seperti serangga yang menyerbuki jenis-jenis Ficus lainnya.

Yang disebut buah sebetulnya adalah dasar bunga yang membentuk bulatan. Tipe ini khas untuk semua anggota suku ara-araan (Moraceae). Buahnya berukuran panjang tiga hingga 5 cm, berwarna hijau. Beberapa kultivar berubah warna menjadi ungu jika masak. Getah yang dikeluarkan pohon ini dapat mengiritasi kulit.

Ficus benjamina .

Bahasa daerah: ringin (Jawa)

1. . Klasifikasi tumbuhan

Divisi: Spermatophyta

Subdivisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledoneae

Bangsa : Urticales

Suku : Moraceae

Marga : Ficus

Jenis : Ficus benjamina L.

2. Deskripsi

Pohon besar, tinggi 20-25 m, berakar tunggang. Batang tegak, bulat, permukaan kasar, coklat kehitaman, percabangan simpodial, pada batang keluar akar gantung (akar udara). Daun tunggal, bertangkai pendek, letak bersilang berhadapan, bentuknya lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 3-6 cm, lebar 2-4 cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun, kelopak bentuk corong, mahkota bulat, halus, kuning kehijauan. Buah buni, bulat, panjang, 0,5-1 cm, masih muda hijau, setelah tua merah. Biji bulat, keras, putih.

3. Kandungan kimia dan khasiat

Akar udara mengandung asam amino, fenol, gula. Penyakit yang dapat diobati : pilek, demam tinggi, radang amandel (tonsilitis), nyeri rematik sendi, luka terpukul (memar), influenza, radang saluran napas (bronkitis), batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut (acute enteritis), disentri, dan kejang panas pada anak.

4. Penelitian antiangker

Berdasarkan data empiris, beringin mampu mengobati atau mencegah kanker. Beringin putih mempunyai kandungan yang sama yaitu saponin, flavanoid, dan alkaloid yang mampu menghambat laju pertumbuhan sel kanker namun (agen kemopreventif).

5. Manfaat

Beringin, yang disebut juga waringin atau (agak keliru) ara (ki ara, ki berarti “pohon”), dikenal sebagai tumbuhan pekarangan dan tumbuhan hias pot. Pemulia telah mengembangkan beringin berdaun loreng (variegata) yang populer sebagai tanaman hias ruangan. Beringin juga sering digunakan sebagai objek bonsai.

Pohon bodhi sering dipertukarkan dengan beringin, meskipun keduanya adalah jenis yang berbeda.

Buah srikaya (Annona squamosa)

Klasifikasi

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas: Magnoliidae

Ordo: Magnoliales

Famili: Annonaceae

Genus: Annona

Spesies: Annona squamosa L.

Srikaya atau buah nona (Annona squamosa), adalah tanaman yang tergolong ke dalam genus Annona yang berasal dari daerah tropis.Buah srikaya berbentuk bulat dengan kulit bermata banyak (serupa sirsak). Daging buahnya berwarna putih.

Deskripsi

Tumbuhan perdu, berumur panjang (perenial), tinggi 2 – 5 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, tegak, warna keabu-abuan, kulit tipis, permukaan kasar, percabangan simpodial, arah cabang miring ke atas. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berseling (alternate), warna hijau, bentuk memanjang (oblongus), panjang 6 – 17 cm, lebar 2,5 – 7,5 cm, helaian daun tipis kaku, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), permukaan halus Bunga tunggal, muncul di ketiak daun dan ujung batang, bertangkai, kelopak tebal berwarna hijau kekuningan Buah semu, bulat mengerucut, warna hijau berbedak putih, 5 – 10 cm, permukaan buah benjol-benjol, dengan biji berbentuk kepingan kecil – berwarna hitam mengkilat, berbuah setelah berumur 3 – 5 tahun Perbanyaan Generatif (biji)

Habitat

Habitat asli Srikaya berasal dari daerah tropis di Amerika, Karibia, Jamaika, India dan Pakistan. Buah ini ditemukan oleh para pelaut pengelana dari Eropa. Oleh pelaut Inggris dinamai Sugar Apple atau Custard Apple, yang berarti berasa seperti puding (custard) yang berbentuk seperti buah apel. Sedangkan kebanyakan orang Indonesia menyebutnya dengan Srikaya, Sirkaya atau Sarikaya. Sirkaya lokal banyak berkembang di Madura dan Sukolilo, (Desa Prawoto), Pati, Jateng.

Manfaat

Bagian tanaman srikaya yang dapat digunakan sebagai obat yaitu buah, daun, akar, kulit kayu, dan bijinya. Akar srikaya berkhasiat untuk antiradang, antidepresi. Manfaat daun srikaya yaitu astringen, antiradang, peluruh cacing usus, serta mempercepat pemasakan bisul dan abses. Biji srikaya berkhasiat memacu enzim pencernaan, abortivum, anthelmintik, dan pembunuh serangga.

Walaupun buah srikaya ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, namun penggunaannya harus dibawah herbalis berpengalaman. Karena beberapa bagian dari pohon srikaya ini beracun, seperti rebusan biji, kulit dan akar pohonnya. Bahkan untuk ibu hamil dilarang minum rebusan biji buah srikaya, karena bisa berbahaya untuk kesehatan ibu dan janinnya Kenanga (Cananga odorata)

Klasifikasi

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas: Magnoliidae

Ordo: Magnoliales

Famili: Annonaceae

Genus: Cananga

Spesies: Cananga odorata L.

Dekripsi

Pohon kenanga mempunyai pohon yang besar dengan diameter batang mencapai 70 cm dan tinggi hingga 20 meter. Batangnya membulat dan mudah patah terutama saat masih muda. Daun kenanga tunggal berbentuk bulat telur, dengan pangkal daun mirip jantung dan ujung daun runcing. Panjang daun mencapai 10 – 23 cm, dan lebar 4,5 – 14 cm. Bunga kenanga muncul di batang pohon atau ranting bagian atas dengan susunan bunga yang spesifik menyerupai bintang. Sebuah bunga kenanga terdiri dari 6 lembar daun dengan mahkota berwarna kuning serta dilengkapi 3 lembar daun berwarna hijau. Susunan bunga tersebut majemuk dengan garpu-garpu. Bunga kenanga beraroma harum dan khas. Buah Kenanga berbentuk bulat telur terbalik, sepanjang dua cm, berdaging tebal, berwarna hijau ketika masih muda, dan menjadi hitam setelah tua.

Habitat

Kenanga dapat tumbuh baik di dataran rendah sampai 1200 m dpl., menghendaki iklim panas dengan curah hujan antara 300 – 500 mm sinar matahari yang cukup dengan suhu 25 – 30 °C

Manfaat

Tanaman Kenanga dimanfaatkan terutama bunganya. Bunga kenanga yang bearoma wangi dan harus dengan baunya yang khas dapat disuling menjadi parfum dan bahan kosmetika lainnya. Bahkan sejak dahulu telah dipergunakan sebagai pengharum tubuh, rambut, pakaian maupun ruangan. Selain itu bunga Kenanga ternyata juga telah dimanfaatkan sebagai tanaman obat yang mempunyai khasiat untuk obat pembersih sehabis melahirkan, obat sesak nafas dan bronkhitis, serta obat malaria.

Family lauraceae

Karakteristik family atau suku dari lauraceae(medanngan – medangan) diantaranya adalah; perawakan(habitus) berupa pohon atau perdu yang aromatis(kecuali cassyta yang herba memanjat dan parasit).karbohidrat sebagai cadangan sering dalam bentuk inulin, terdapat tanin, juga menghasilkan proantosianin dan biasanya alkaloid dari kelompok benzyl –isoquinolin dan aporfin, umumnya terdapat minyak atsiri (mengandung monoterpen dan sesquiterpen) atau sel-sel lender pada jaringan pembuluh(dasuki,1991)

Morfologi daun berdasarkan pengamatan yang telah di lakukan daun pada suku lauraceae mirip seperti sirih yaitu memiliki sistem pertulangan daun tiga dan melengkung

Cinnamomum verum

Klasifikasi

Kingdom: Plantae (Tumbuhan

Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua )

Ordo: Laurales

Famili: Lauraceae

Genus: Cinnamomum

Spesies: Cinnamomum verum

.

Morfologi daun berdasarkan pengamatan yang telah di lakukan daun pada suku lauraceae mirip seperti sirih yaitu memiliki sistem pertulangan daun tiga dan melengkung, temasuk daun tunggal, tersebar, jarang yang behadapan atau dalam lingkaran , tanpa stipula, pada cassytha daun tereduksi menjadi sisik

Habitat dari suku lauraceae tersebar di daerah tropis dan subtropics, pusat penyebarannya di Asia tenggara dan brazil.habitat pada spesies ini di malesa(malasyia, Filipina singapura, indonesia). Habitus spesies ini berupa pohon

Bunga dalam ramesus, spika, umbela, atau panikula, setiap bunga aktinomorf, biseksual(kadang – kadang uniseksual), kaliks 6 sepal dalam 2 lingkaran, bersatu mebentuk tabung pada bagian dasar, ada hipantium, korola tidak ada, stamen dalam 4 lingkaran masing- masing 3 helai melekat pada tabung kaliks, 1 atau lebih lingkaran terdalam dapat berupa staminodium, antera membuka dengan klep, filamen sering mempunyai sepasang tonjolan nectar pada dasar sampingnya, pistilum1 dengan ovarium superus, 1 karpel, 1 ruang dan 1 ovul.

Buah baka atau drupa, pada dasarnya sering terdapat kupula yang berasal dari kaliks yang persisten, biji dengan embrio yang besar, keping biji mengandung minyak dan pati, asam laurat merupakan bagian yang tersebar dari lemak biji, tanpa endosperm.

KAYU ULIN(Eusideroxylon zwagerii )

kLASIFIKASI

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas: Magnoliidae

Ordo: Laurales

Famili: Lauraceae

Genus: Eusideroxylon

Spesies: Eusideroxylon zwagerii T. et B.

Umumnya tumbuhan ulin memiliki diameter batang antara 60-120 cm, sedangkan tinggi batang pada umumnya berkisar antara 20-30 m. Batang tanaman ulin biasanya tumbuh lurus, tajuk pohon tanaman ulin berbentuk bulat, rapat dan melebar, susunan daun ulin beselang- seling, daun muda berwarna merah dan setelah tua berwarna hijau (Fakhrurazi, 2009).

Penyebaran jenis pohon ulin meliputi pulau Sumatera yaitu propinsi Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Pulau Kalimantan. Di Luar Indonesia ulin terdapat pula di Malaysia (Serawak, Semenanjung Malaysia, Sabah dan Brunei Darussalam), kepulauan Sulu dan Pilipina (Pulau Palawan) (Fakhrurazi, 2009).

Manfaat

Kayu ulin sangat kuat sehingga bisa di buat bahan bangunan rumah,jembatan dan perkapalan

Kayu ulin termasuk pohon yang berdaun sepanjang musim. Ketahanan kayu yang merupakan kelas awet 1 dan kelas kuat 1 sejak dahulu sangat diminati untuk bahan kontruksi terutama pada daerah yang terendam air (jembatan, dermaga), selain itu dipakai sebagai papan, sirap dan bagian bangunan lainnya (Balitbang Kehutanan, Samarinda. 2004).

Annona muricata L.

Klasifikasi :

Kingdom Plantae

Subkingdom Tracheobionta

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Sub Kelas Magnoliidae

Ordo Magnoliales

Famili Annonaceae

Genus Annona

Spesies Annona muricata

Annona muricata L. merupakan jenis yang berasal dari berbagai alam yang luas, dari Peru dan utara Argentina, Paraguay dan Brasil dan utara ke Guyana, Venezuela, Kolombia dan Meksiko selatan, Trinidad, Lesser Antilles termasuk Guadeloupe, Martinique dan St Vincent, dan Puerto Rico dan Hispaniola. Hal ini banyak dibudidayakan di sekitar Iquitos, Peru, dan Rio de Janeiro, Brasil dan buah yang dipasarkan dalam kelimpahan. Ini adalah buah favorit di Amazonia Barat. Biji pertama kali diperkenalkan ke Amerika Serikat dari Para, Brasil, oleh OW Barrett tahun 1908, kedua kalinya dari Parain 1910, dan sekali lagi pada 1912. Amerika Serikat Departemen Pertanian menerima benih dari Rio de Janeiro pada tahun 1914. PJ Wester mungkin telah mengambil benih ke Filipina dimana spesies pertama berbuah pada tahun 1915. Bibit didistribusikan kepada pelopor di Florida selatan tetapi hanya sedikit populasi pohon ada di sini hari ini.

Saat ini di Indonesia dikenal dua kultivar sirsak yang berbeda rasanya, yaitu sirsak yang rasanya manis asam dan banyak bijinya, jenis ini tersebar luas dalam jumlah besar. Kedua adalah sirsak yang rasanya manis, lengket di lidah dan bijinya sedikit, jenis ini dikenal dengan sebutan sirsak ratu karena ditemukan di Pelabuhan ratu dan baru dikembangkan dalam jumlah kecil di daerah Sukabumi dan sekitarnya. Buah sirsak termasuk buah semu, daging buah lunak atau lembek, berwarna putih, berserat, berbiji hitam pipih. Kulitnya berduri, tangkai buah menguning, aromanya harum, dan rasanya manis agak asam.

Buah sirsak yang normal dan sudah cukup tua / matang mempunyai berat ± 500 gr, warna kulit agak terang, hijau agak kekuningan dan mengkilap. Bentuk buah bagian ujung agak membulat dengan diameter ± 5 cm, diameter bagian tengah ± 7 cm, serta panjang buah ± 17 cm. Kerapatan duri maksimal 2- 3 buah per 4 cm (diukur pada bagian buah yang durinya paling jarang), kekerasan daging buah empuk merata, rasa manis atau manis asam segar dan beraroma khas.

Sirsak berbentuk perdu atau pohon kecil, tingginya 3-10 m, tajuknya cocok dengan model arsitektur Troll, bercabang hampir mulai dari pangkalnya. Daun berbentuk lonjong-bundar telur sungsang, berukuran (8-16) cm x (3-7) cm, ujungnya lancip pendek; tangkai daun panjangnya 3-7 mm. Bunga-bunganya teratur, 1-2 kuntum berada pada perbungaan yang pendek, berwarna kuning kehijauan; gagang bunga panjangnya sampai 2,5 cm; daun kelopaknya 3 helai, berbentuk segi tiga, tidak rontok, panjangnya sekitar 4 mm; daun mahkota 6 helai dalam 2 baris, 3 lembar daun mahkota terluar berbentuk bundar telur melebar, berukuran (3-5) cm x (2-4) cm; 3 lembar daun mahkota dalam berukuran (2-4) cm x (1,5-3,5) cm, pangkalnya bertaji pendek; benang sarinya banyak, tersusun atas barisan-barisan, menempel di torus yang terangkat, panjangnya 4-5 mm, tangkai sarinya berbulu lebat; bakal buahnya banyak, berbulu lebat sekali, kemudian gundul. Buahnya yang matang, yang merupakan buah semu, berbentuk bulat telur melebar atau mendekati jorong, berukuran (10-20) cm x (15-35) cm, berwarna hijau tua dan tertutup oleh duri-duri linak yang panjangnya sampai 6 mm, daging buahnya yang berwarna putih itu berdaging dan penuh dengan sari buah. Bijinya banyak, berbentuk bulat telur sungsang, berukuran 2 cm x 1 cm, berwarna coklat kehitamandan berkilap.

Kandungan Buah sirsak tersusun atas 67% daging buah yang dapat dimakan, 20% kulit, 8,5% biji, dan 4%.poros tengah buah, dari berat keseluruhan buah. Kandungan gulanya sekitar 68% dari seluruh bagian padat daging buah. Sirsak merupakan sumber vitamin B yang lumayan jumlahnya (0,07 mg/100 g daging buah) dan vitamin C (20 mg/ 100 g daging buah), dan sedikit sampai sedang kandungan kalsium dan fosfornya. Sifat yang paling disenangi orang dari sirsak ini ialah harumnya dan aromanya yang sangat menggiurkan. Daging buahnya mirip dengan ‘cherimoya’, warna putihnya yang murni itu sangat stabil, walaupun sedang diolah.

Ø Manfaat

Berbagai manfaat sirsak untuk terapi antara lain pengobatan batu empedu, antisembelit, asam urat dan meningkatkan nafsu makan. Dengan mengkonsumsi buah sirsak dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan (sebagai obat agar awet muda). Selain itu, kandungan seratnya juga berfungsi untuk memperlancar pencernaan, terutama untuk pengobatan sembelit. Sari buah sirsak di dalam sistem pencernaan akan meningkatkan rangsangan nafsu makan. Kegunaan lain dari sari buah ini adalah untuk pengobatan pinggang pegal dan nyeri, penyakit kandung air seni dan wasir (ambeien).

Annona reticulalata L.

Klasifikasi :

Kingdom Plantae

Subkingdom Tracheobionta

Super Divisi Spermatophyta

Divisi Magnoliophyta

Kelas Magnoliopsida

Sub Kelas Magnoliidae

Ordo Magnoliales

Famili Annonaceae

Genus Annona

Spesies Annona reticulata L.

Habitat buah Annona reticulata L. adalah tumbuh di bawah sinar matahari penuh. Air secara teratur. Berasal dari kawasan Karibia tetapi telah menyebar di seluruh Amerika Tengah dan Selatan, serta Afrika dan Asia.

Buah Nona (Annona reticulata L.) biasanya ukurannya lebih besar daripada Annona squamosa, meskipun daun dan kulitnya mirip. Terkadang buah Nona ada yang berwarna ungu berbeda dengan buah Srikaya yang umumnya hijau. Sedangkan Sirsak buahnya seperti ada duri namun tidak tajam dan ukurannya jauh lebih besar daripada buah Nona atau Srikaya. Buah ini dapat dimanfaatkan sebagai pembunuh sel kanker.

Pohon berukuran kecil. Daun bisa sangat cantik tapi pohon sering berbentuk tidak teratur. Pohon ini populer sebagai batang bawah untuk spesies Annona yang lain. Annona reticulata memiliki keuntungan lebih Annona lain, karena Annona reticulata cenderung untuk berbuah sedikit di akhir tahun. Daun lonjong berbentuk pisau pembedah dengan urat kelihatan dan mempunyai bau yang tidak enak. Bunga-bunga yang tidak pernah terbuka penuh, muncul dalam cluster terkulai dan mereka yang harum dan ramping, dengan tebal 3 luar, kelopak sempit, lampu-hijau luaran dan pucat-kuning dengan bintik hitam-merah atau ungu pada bahagian dalam dan pangkalan.

Buah majemuk dengan diameter dan boleh simetri berbentuk hati, miring, tidak teratur, hampir bulat, atau oblate dengan depresi berat atau cetek di pangkalan. Kulit buah tipis tapi sukar dan boleh kuning atau kecoklatan saat matang, dengan blush, pink kemerahan atau perang-merah. Ada lapisan tebal, seperti krim berwarna putih dari perniagaan seperti daging di bawah kulit di sekitarnya segmen yang juga lembut. Di setiap segmen ada satu biji yang keras berwarna coklat gelap atau hitam, berkilau, persegi panjang dan halus, kurang dari setengah inci panjang. Ada di antara 55 dan 76 biji buah. Buah ketika matang memounyai rasa yang manis dan menyenangkan di rasa. Sedangkan buah yang masih mentah kaya akan tanin. (Morton, 1987).

Ø Manfaat

Annona reticilata L. dapat digunakan sebagai pengobatan batu empedu, antisembelit, asam urat dan meningkatkan nafsu makan. Dengan mengkonsumsi buah sirsak dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan (sebagai obat agar awet muda). Selain itu, kandungan seratnya juga berfungsi untuk memperlancar pencernaan, terutama untuk pengobatan sembelit. Sari buah sirsak di dalam sistem pencernaan akan meningkatkan rangsangan nafsu makan. Kegunaan lain dari sari buah ini adalah untuk pengobatan pinggang pegal dan nyeri, penyakit kandung air seni dan wasir (ambeien). Batang dari Annona reticulata L. juga bisa dimanfaatkan sebagai tonik dan obat diare serta disentri. Sedangkan kulit dan getah pada batang diperkirakan dapat mencegah pertumbuhan sel kanker.

Artocarpus heterophyllus

Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Ordo : Rosales

Famili : Moraceae

Genus : Artocarpus

Spesies : Artocarpus heterophyllus

Nama binomial : Artocarpus heterophyllus

Nangka umunya berukuran sedang, sampai sekitar 20 metertingginya. Walaupun ada yang mencapai 30 meter, batang bulat, silindris,sampai berdiameter 1 meter.Nangka dinyakini berasal dari India, yakni wilayah ghats bagianbarat, dimana jenis-jenis liarnya masih didapati tumbuh tersebar di hutanhujan disana, kini nangka telah menyebar luas di berbagai daerah tropik,terutama di daerah Asia Tenggara.

Deskripsi

Habitus : Pohon, tinggi 10-15 m.

Batang : Simpodial, hijau kotor.

Daun : Pangkal tumpul, panjang 5-15 cm, lebar 4-5 cm, tangkai panjang + 2 cm, hijau.

Bunga : Majemuk, bentukbulir, sllindris, berkelamin dua, di ketiak daun, tangkai bulat memanjang, hijau,bulir betina silindris, ujung berpon-pori, kepala putik pipih.

Buah : Bum, bulat atau lonjong, hijau kekuningan.

Biji : Bulat telur, berkulit tipis, putih.

Akar : Tunggang, kuning kecoklatan.

MORFOLOGI:

Pohon nangka

umumnya berukuran sedang, sampai sekitar 20 m tingginya, walaupun ada yang mencapai 30 meter. Batang bulat silindris, sampai berdiameter sekitar 1 meter. Tajuknya padat dan lebat, melebar dan membulat apabila di tempat terbuka. Seluruh bagian tumbuhan mengeluarkan getah putih pekat apabila dilukai.

Daun

tunggal, tersebar, bertangkai 1-4 cm, helai daun agak tebal seperti kulit, kaku, bertepi rata, bulat telur terbalik sampai jorong (memanjang), 3,5-12 × 5-25 cm, dengan pangkal menyempit sedikit demi sedikit, dan ujung pendek runcing atau agak runcing. Daun penumpu bulat telur lancip, panjang sampai 8 cm, mudah rontok dan meninggalkan bekas serupa cincin.

Akar ( Radix )

Akar adalah bagian pokok yang nomor 3 ( Disamping batang dandaun ) bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan karmusa kar biasanyamempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

· Merupakan bagian tumbuahn yang biasanya terdapat di dalam tanah,denagn aranh tumbuh ke pusat bumi ( geotrop ) atau menuju ke air (hidrotrop ) meninggalkan udara dan cahaya.

· Tidak berbuku-buku dan juga tidak berruas-ruas dan tidak mendukungdaun-daun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya.

· Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.

· Tumbuh terus pada ujungnya tetapiumumnya pertumbuhannya kalahdibanding dengan batang.

· Bentuknya sering kali meruncing, sehingga lebih mudah menembustanah.Pada akarpun dapat dibedakan ke beberapa bagian berikut :

· Leher akar atau pangkal akar ( Collum ), yaitu bagian akar yangbersambungan dengan pangkal batang.

· Ujung akar ( apex tadici ) bagian akar yang paling mudah, terdiri dari jaringan-jaringan yang masih dapat mengadakan pertumbuhan

Manfaat tanaman

Daging buah nangka muda (tewel) dimanfaatkan sebagai makanan sayuran.

Tepung biji nangka digunakan sebagai bahan baku industri makanan (bahan makan campuran).

Daun muda dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Kayu nangka dianggap lebih unggul daripada jati untuk pembuatan meubel, konstruksi bangunan pembubutan, tiang kapal, untuk tiang kuda dan kandang sapi ( di Priangan), dayung, perkakas, dan alat musik.

Pohon nangka dapat dimanfaatkan sebagai obat tradision

Nangka sebagai Tanaman Obat

Akar : membantu pengobatan demam, demam malaria

Daun : bisul

Biji : mencret/diare

Ramuan : Dua buah nangka yang masih kecil (kebabal nangka) ditumbuk atau diparut, lalu peras dengan setengah cangkir air. Tambahkan seujung sdt garam. Kemudian saring. Minum dua kali sehari.

Habitat

Di daerah aslinya, Nangka tumbuh di hutan-hutan selalu hijau pada ketinggian 400-1200 m. Namun pertumbuhannya dapat berlangsung dengan baik pada daerah beriklim hangat dan lembap pada ketinggian di bawah 1000 m dpl dan dengan curah hujan 1500 mm atau lebih. Tumbuhan ini dapat tumbuh pada berbagai tipe tanah, dan dengan ditanam pada kedalaman yang cukup, memiliki drainase yang baik, pada tanah alluvial, tanah berpasir atau tanah liat, dengan pH tanah 6.0-7.5.

SALAK

Klasifikasi

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas: Arecidae

Ordo: Arecales

Famili: Arecaceae (suku pinang-pinangan)

Genus: Salacca

Spesies: Salacca zalacca (Gaertn.) Voss

Daerah asal nya tidak jelas, tetapi diduga dari

Thailand, Malaysia dan Indonesia. Ada pula yang mengatakan bahwa tanaman salak

(Salacca edulis) berasal dari Pulau Jawa. Pada masa penjajahan biji-biji salak

dibawa oleh para saudagar hingga menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan sampai

ke Filipina, Malaysia, Brunei dan Muangthai.

Salah merupakan salah satu tanaman tropis yang dikenal dengan nama Ilmiahnya Sallaca zalaca. Buah salak memiliki ciri-ciri segitiga agak bulat atau bulat telur terbalik, runcing dipangkalnya dan membulat di ujungnya, panjangnya 2,5-10 cm terbungkus oleh sisik yang berwarna kuning cokelat sampai cokelat merah yang tersusun seperti genting, dengan duri kecil yang mudah pututsdi ujung masing-masing sisik.

Salak merupakan slah satu jenis Palmae dari keluarga Araceae yang tidak tahan terhadap sinar matahari penuh, karena itu diperlukan tanaman peneduh seperti tanaman kelapa, durian dan sebagainya. Salak yang pernah ditemukan didunia hingga kini jumlahnya 20-an dan sebagian besar tumbuh secara alami di wilayah negarakita. Kultivar salak selama ini cukup dikenal namun pada umumnya konsumen lebih suka buah yang memiliki rasa manis daging buah yang tebal. Namun biasanya nama salak diambil dari tempat asalnya. Kandungan buah salak meliputi kandungan air 20-50 %, tanin, serat, gula, dan mineral. Salak ditanam untuk dimanfaatkan buahnya dan sangat populer untuk dikonsumsi sebagai buah segar. Selain itu salak dapat di oleh dengan berbagai makanan atau minuman.

2. JENIS TANAMAN

Di dunia ini dikenal salak liar, seperti Salacca dransfieldiana JP Mo-gea; S.magnifera JP Mogea; S. minuta; S. multiflora dan S. romosiana. Selain salak liar itu,masih dikenal salak liar lainnya seperti Salacca rumphili Wallich ex. Blume yang juga disebut S. wallichiana, C. Martus yang disebut rakum/kumbar (populer di Thailand) sebagai pembuat masam segar pada masakan. Kumbar ini tidak berduri,bunganya berumah 2 (dioeciious). Salak termasuk famili: Palmae (palem-paleman),monokotil, daun-daunnya panjang dengan urat utama kuat seperti pada kelapa yangdisebut lidi. Seluruh bagian daunnya berduri tajam Batangnya pendek, lamakelamaan meninggi sampai 3 m atau lebih, akhirnya roboh tidak mampu membawa beban mahkota daun terlalu berat (tidak sebanding dengan batangnya yang kecil).Banyak varietas salak yang bisa tumbuh di Indonesi. Ada yang masih muda sudah terasa manis, Varietas unggul yang telah dilepas oleh pemerintah untuk dikembangkan ialah: salak pondoh, swaru, nglumut, enrekang, gula batu (Bali), dan lain-lain. Sebenarnya jenis salak yang ada di Indonesia ada 3 perbedaan yang menyolok, yakni: salak Jawa Salacca zalacca (Gaertner) Voss yang berbiji 2-3 butir,salak Bali Slacca amboinensis (Becc) Mogea yang berbiji 1- 2 butir, dan salak.Padang Sidempuan Salacca sumatrana (Becc) yang berdaging merah. Jenis salakitu mempunyai nilai komersial yang tinggi.

3. MANFAAT TANAMAN

Buah salak hanya dimakan segar atau dibuat manisan dan asinan. Pada saat ini manisan salak dibuat beserta kulitnya, tanpa dikupas. Batangnya tidak dapat digunakan untuk bahan bangunan atau kayu bakar. Buah matang disajikan sebagai buah meja. Buah segar yang diperdagangkan biasanya masih dalam tandan atau telah dilepas (petilan). Buah salak yang dipetik pada bulan ke 4 atau ke 5 biasanya untuk dibuat manisan.

4. SYARAT PERTUMBUHAN

4.1. Iklim

1) Tanaman ssalak sesuai bila ditanam di daerah berzona iklim Aa bcd, Babc dan

Cbc. A berarti jumlah bulan basah tinggi (11-12 bulan/tahun), B: 8-10 bulan/tahun

dan C : 5-7 bulan/tahun.

2) Salak akan tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan rata-rata per tahun

200-400 mm/bulan. Curah hujan rata-rata bulanan lebih dari 100 mm sudah

tergolong dalam bulan basah. Berarti salak membutuhkan tingkat kebasahan atau

kelembaban yang tinggi.

3) Tanaman salak tidak tahan terhadap sinar matahari penuh (100%), tetapi cukup

50-70%, karena itu diperlukan adanya tanaman peneduh.

4) Suhu yang paling baik antara 20-30°C. Salak membutuhkan kelembaban tinggi,

tetapi tidak tahan genangan air.

4.2. Tanah

1) Tanaman salak menyukai tanah yang subur, gembur dan lembab.

2) Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok untuk budidaya salak adalah 4,5 – 7,5.

Kebun salak tidak tahan dengan genangan air. Untuk pertumbuhannya

membutuhkan kelembaban tinggi.

5.3. Ketinggian Tempat

Tanaman salak tumbuh pada ketinggian tempat 100-500 m dpl.

Livistona rotundifolia

Kingdom Plantae

Subkingdom Tracheobionta

Super Divisi Spermatophyta

Divisi Magnoliophyta

Kelas Liliopsida

Sub Kelas Arecidae

Ordo Arecales

Famili Arecaceae

Genus Livistona

Spesies Livistona rotundifolia

Palem yang bentuk daunnya setengah lingkaran, mirip kipas yang sedang terbuka, diameter daunnya 30—50 cm dengan tinggi tanaman 60—90 cm (Tinggi dapat mencapai 24 m), memiliki serat seperti benang yang tergantung di antara segmen benang yang seperti jari dan menutup separuh bagian bawah dari tiap-tiap tangkai. Batang ditutupi dengan daun basa. Batang luar meliputi gumbar setebal sekitar 2 jari, dan pada batang yang tua, batang seperti tanduk. Daun lebar, bulat, pendek-pendek dibagi, hijau mengilap. Usia daun menjadi lebih terbagi dan kurang bulat. Bunganya seperti bunga kelapa menghasilkan perbungaan panjang. Buahnya bulat, berwarna merah kemudian hitam, beruang seperti buah kelapa dan dapat dimakan (Dransfield,1

BAB V

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

1. Pengawetan spesimen dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan koleksi kering dan koleksi basah. Kedua cara ini diawali dengan pengambilan spesimen di lapangan hingga penyimpanan spesimen secara alfabetis.

Pengaweatan koleksi basah dilakukan menurut jenis spesimennya. Pengawetan spesimen secara umum menggunakan alkohol 70%, sedangkan untuk jenis-jenis tertentu seperti golongan Orchidaceae digunakan campuran alkohol 62% sebanyak 3.100 ml, gliserin 5% sebanyak 250 ml, dan aquades 33% sebanyak 1.650 ml, kemudian spesimen dimasukkan ke dalam botol dan ditutup rapat.

Hasil penelitian di Kebun Raya Purwodadi didapatkan beberapa famili antara lain: Palmae, Maraceae, Annonaceae dan Rubiaceae.

5.2 SARAN

1. Peningkatan pengelolaan koleksi herbarium basah di Kebun Raya Purwodadi agar lebih rapi dan mudah dipahami pengunjung, misalnya dengan menempatkan pada lemari-lemari khusus yang dilakukan pada herbarium kering. Dan penempatan tersebut disesuaikan dengan abjadnya.

2. Penempatan tanaman se-marga akan lebih mudah dipahami. Sehingga pengunjung dapat langsung mengetahui. Tanaman ini jenisnya beda akan tetapi memiliki kekerabatan misal dari familinya.

DAFTAR PUSTAKA

Balitbang Kehutanan Kalimantan. 2004. Status Litbang Ulin (Eusideroxylon zwageri). Samarinda.

Fakhrurazi, M. 2009. Konservasi Pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri) di kabupaten Hulu Sungai Tengah. http://www.dephut.go.id

de Vogel EF. (ed.). 1987. Manual of Herbarium Taxonomy: Theory and Practice.

Jakarta: UNESCO. Page. 59-61.


Categories: Materi-MateriQ | Tinggalkan komentar

“Ungkapanku”

Ungkapanku

Kau, terlalu baik untukku
Yang membuatku tak layak di sampingmu
Kau, anugrah terindah untukku
Yang membuatku sangat bersyukur memilikimu
Yang membuatku sangat bahagia karenamu
Kau, memberikan arti yang berbeda padaku
Arti, bahwa harus adanya usaha untuk menghasilkan sesuatu yang sangat diinginkan
Harus menyadarinya suatu potensi dalam diri yang sebenarnya samar tertutup
Harus menerimanya sebuah konsekwensi tentang apa yang telah dilakukan
Harus mengakuinya sebuah kesalahan yang dilakukan dengan sadar, bahkan tanpa sadar
Kau, terlalu baik untukku
Yang memberikan warna berbeda di hidupku
Tegakah aku jika harus mengecewakanmu?
Namun, tak kuasaku aku tak tau

Aku takut mengecewakanmu

Hanya itu! Hanya itu kekhawatiranku!
Karena aku menyayangimu lebih dari yang kau tau

Bululawang,
28 Agustus 2008

Categories: Puisi... | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.